Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
23. Ayo Bertunangan


__ADS_3

"Kenapa kau begitu berat?" Tanya William kepada Sally.


William lalu merenggangkan tangannya kemudian masuk ke dalam mobil.


"Siapa yang memintamu untuk berlari dengan cepat?" Balas Sally seraya duduk di dalam mobil.


William mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dari kediaman Nathan.


"Tidak bisakah kau menanyakan kepadaku lebih dulu untuk membeli pulau itu?" Ucap William sembari mengendarai mobilnya.


"Ini bukan masalah membeli pulau itu." Ucap Sally dan melihat ke arah belakang untuk memastikan apakah mereka dikejar atau tidak.


Sally kemudian menghela napas dan berkata, "aku mau menjalin kerja sama yang baik dengan seseorang yang tidak aku tahu."


"Yaah, dan lihatlah apa yang orang yang tidak kau ketahui itu lakukan." Ucap William dengan dingin.


"Terimakasih." Ucap Sally dengan melihat kearah William.


William menghentikan mobilnya di dekat hotel dan berkata, "aku sudah memesan tiket penerbangan untuk besok. Jadi kita bisa berada disini untuk hari ini."


"Baiklah." Balas Sally dan keluar dari dalam mobil.


William juga keluar dari dalam mobil dan berkata kepada resepsionis untuk memesan dua kamar. Tapi seluruh hotel sudah penuh dan hanya ada sisa satu kamar yang masih kosong. William berjalan ke arah Sally dan ingin menanyakan pendapat Sally.


William lalu mengatakan situasi yang terjadi kepada Sally dan Sally setuju untuk tinggal bersama dalam satu kamar.


Mereka berdua lalu pergi ke kamar mereka.


"Hotel ini sangat besar." Ucap Sally.


"Bersiaplah sekarang." Ucap William kepada Sally.


"Untuk apa?" Tanya Sally kepada William.


William tersenyum dan berkata, "jalan-jalan."


Sally menghela napas dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua turun ke lantai dasar dan pergi menggunakan transportasi bus. Itu adalah sebuah bus bertingkat, jadi mereka berdua memutuskan untuk duduk di tingkat atas.


Bus itu tidak memiliki banyak penumpang, hal itu membuat Sally dan William merasa nyaman.


William membawa Sally ke banyak tempat dan mengambil beberapa foto selfie bersamanya. William juga mengajak Sally untuk makan berbagai jenis makanan dan memberikan sally hadiah yang banyak. Hal itu membuat Sally menjadi begitu bahagia, sama seperti hari yang menyenangkan saat dia berada di taman bermain.


Saat hari sudah beranjak malam, mereka akhirnya kembali ke hotel. Mereka berdua begitu kelelahan.


Saat mereka masuk ke dalam dan membaringkan diri di atas tempat tidur bersama. Sally dan William juga tertawa bersama.

__ADS_1


"Apakah kau bersenang-senang hari ini?" Tanya William kepada Sally.


"Sangat." Balas Sally dengan tersenyum ceria di wajahnya. "Kenapa kau melakukan semua ini?" Tanya Sally tiba-tiba yang membuat William terdiam.


'Iya, kenapa aku melakukan semua ini, hanya untuk membuat dia bahagia. Senyumnya, tawanya, membuatku bahagia. Perasaan apa ini? Jika aku tidak melihatnya, aku akan menjadi marah dan gila. Dan jika dia bersama pria lain, itu membuat darahku terasa mendidih. Aku merasa ingin membunuh orang itu. Kenapa aku melakukan semua ini? Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini untuk menyenangkan seorang wanita. Apakah aku benar-benar jatuh cinta kepadanya?' pikir William.


Sally menyentuh tangan William dan berkata, "kenapa kau sangat diam?"


William menyentuh rambut Sally dan berkata, "untuk membuatmu bahagia."


Sally menjadi merona malu dan menundukkan kepalanya. William lalu memegang dagu Sally untuk membuatnya melihat kearah dirinya.


"Kau terlihat sangat cantik ketika malu." Ucap William dengan tersenyum.


Telinga Sally mulai memerah. Dia mendorong William dan William memegang tangannya dan berkata, " aku sangat suka..."


William hendak mengatakan sesuatu, tapi kemudian Sally menutup mulut William dengan kedua tangannya.


"Jangan katakan apapun lagi, aku tidak... tidak bisa menerima ini." Ucap Sally dengan gugup.


Jantung Sally berdegup begitu kencang. William semakin menarik Sally mendekat ke arahnya dan berkata, "biarkan aku menjagamu."


Dan kemudian William mencium bibir Sally dengan begitu intens.


"Hmmm...."


"Ah...."


Sally menjadi kesusahan bernapas. William perlahan memindahkan ciumannya ke arah leher Sally. Tangannya perlahan masuk ke dalam pakaian Sally dan menyentuh Sally dengan lembut dan menciumnya dengan penuh hasrat.


William hendak mencium Sally lagi, tapi dia kemudian melihat Sally sudah tertidur.


William memeluk Sally dan berkata, "setelah memancing aku, kau malah tidur."


William menutup tubuh Sally dengan selimut dan mencium keningnya.


"Selamat malam." Ucap William.


'Aku sudah jatuh cinta kepadamu. Sebelumnya aku tidak takut akan apapun, tapi sekarang... Aku merasa jika aku tidak bisa membuatmu menjadi milikku, kau akan meninggalkan aku. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa membiarkan mu meninggalkan aku. Kau sudah mencuri hatiku.' ucap William dalam hati dan kemudian tertidur.


************


Keesokan harinya saat Sally bangun, dia menyadari dirinya tengah memeluk William. Sally pun duduk dengan perlahan, agar William tidak bisa bangun. Tapi tiba-tiba William menarik tangan Sally dan menekan tubuh Sally untuk membuatnya agar kembali tertidur.


"Tidurlah sebentar lagi." Ucap William.


Sally memegang tangan William dan berkata, "hari ini kita harus kembali bukan?"

__ADS_1


Sally kemudian bangun dan pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan dirinya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sarapan dan turun kebawah untuk bergegas pergi ke bandara.


"William, apakah kau mengenal pria itu?" Tanya Sally di dalam mobil.


"Dia terlihat familiar, tapi aku tidak pernah melihatnya." Ucap William saat mengendarai mobil.


"Dia bilang bahwa dia tahu identitas ku." Ucap Sally kepada William.


"Mungkin dia bekerja di bawah geng Lion." Balas William.


Mereka pun akhirnya tiba di bandara....


"Kau tengah mencari seseorang bukan?" Tanya William kepada Sally di dalam pesawat.


Sally hanya diam.


"Apakah dia seseorang yang kau sayang?" Tanya William lagi kepada Sally.


"Iya... Dia adalah saudaraku." Balas Sally.


"Saudara?" Ucap William dengan ekspresi yang bingung.


"Kakak ku sudah hilang sejak aku berusia 4 tahun." Ucap Sally kepada William dengan ekspresi yang sedih.


William memegang tangan Sally dan berkata, "biarkan aku membantumu."


Sally menganggukkan kepalanya perlahan.


"Jadi kau adalah tunangan ku sekarang?" Ucap William dengan tersenyum.


"Bagaimana kau bisa berkata begitu?" Tanya Sally melihat kearah William.


"Saat aku bertanya kepadamu kemarin malam kau bilang, 'hmmm'..." Balas William kepada Sally.


Sally merona malu dan berkata, "Itu omong kosong."


William tertawa dan berkata, "kau tidak bisa menarik kata-katamu lagi."


Sally tersenyum dan berkata, "kalau begitu ayo kita tunangan."


William sangat terkejut, "apa yang baru saja kau katakan." Tanya William dengan ekspresi yang terkejut.


"Ayo kita tunangan." Ucap Sally dengan tersenyum.


William langsung memeluk Sally dengan erat dan berkata, "terima kasih karena sudah menerima aku."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2