
Selama empat hari di villa, hanya rasa lelah yang aku rasakan karena Dillah selalu meminta jatah dariku. Aku tak dapat menolaknya karena akupun mulai merasakan ketagihan. Dan benar apa yang pernah dikatakan Dillah, sakitnya ilang entar tinggal nikmatnya yang bikin nagih.
Kini, aku dan Dillah sudah dalam perjalanan pulang ke kota ku. Sebelumnya aku meminta izin pada kedua orang tua Dillah yang sudah menjadi mertuaku melalui telpon. Karena aku yang sudah ditelpon dan harus datang kesekolah pada hari sabtu untuk mengadakan rapat anggota OSIS yang akan mengadakan MOPD murid baru.
Karena jarak pantai Anyer dan kotaku tak terlalu jauh, hanya memakan waktu perjalanan tiga atau empat jam. Maka aku memutuskan untuk berangkat setelah Dillah melakukan sholat jumat. Walau kami masih berada di villa, tapi kami tidak melewatkan kewajiban kami. Untungnya disekitar villaku ada masjid yang hanya berjarak 150 meter.
Sekitar pukul lima sore hari aku dan Dillah sampai dirumah kedua orang tuaku. Aku langsung disambut April dan Sania yang memang sengaja menungguku setelah aku memberi kabar jika aku sudah berada dalam perjalanan pulang.
"Gue mandi dulu. Bau asem badan gue ni." Sahutku sambil membawa masuk tas ranselku.
Dillah menyalami kedua orang tuaku dan Alva. Padahal jika dikatakan usia Dillah lebih tua dari Alva, tapi Dillah kan menikahi adiknya Alva jadi Dillah lah yang menjadi muda. hahaha
Selesai mandi, aku menyuruh Dillah untuk mandi dan aku membuatkan kopi untuknya juga untuk Alva dan bapakku.
"Nih oleh-oleh buat lo pada !" Aku memberikan empat gelang tang terbuat dari kerang-kerang kecil. "Dan ini punya gue, Dillah juga sama." Lanjut ku lagi.
"Aseeek.. 6 sekawan ni ceritanya ?" Sahut Deny yang bari sampai kerumahku. "Tau be lu mbah dukun !" Sahutku melemparkan gelang tersebut.
Aku, April dan Sania tertawa melihat penampilan Deny. "Ada jankis !" Ucap April.
"Sialan lo ah. Jadi ga pede ini gue makanya !" Cebik Deny.
"Udah kaya jablay !" timpal Alva menepukkan sebelah tangannya pada bahu Deny yang menggunakan kaos berwarna pink tersebut.
(Kalo sekarang sih udah biasa ya cowok pake baju warna pink. Tapi di tahun 2009 masih rada gimana gitu kalo liat cowok pake baju warna pink dikampung aku. Hahaha)
×××××
Pukul 11 siang, aku dan anggota OSIS serta para ketua ekskul sudah berkumpul diaula sekolah. Tentunya aku ditemani oleh suamiku, Dillah. Antoni yang sedari tadi sedang bersama Syarif, Adi, Jaya serta Taufik tak lepas memandang ku yang sedang mengobrol dengan Lia, Elly juga Marina.
"PANAS, PANAS, PANAS, PANAS BADAN INI. PUSING, PUSING PUSING, PUSING KEPALA INI."
Bagitu terdengar suara Syarif bernyanyi lagu milik Band Gigi ditelinga kami. Dan Jaya yang faham maksud nyanyian dari Syarif pun langsung memetik gitar yang memang dibawanya dan menyanyikan lagu ingin kubunuh pacarmu.
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia cium bibir merahmu
Di depan kedua mataku
Hatiku terbakar jadinya, cantik
Aku cemburu
Ingin kubunuh pacarmu
__ADS_1
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya, cantik
Aku cemburu
Meskipun aku pacar rahasiamu
Meskipun aku selalu yang kedua
Tapi aku manusia
Yang mudah sakit hatinya
Mungkin memang nasibku
Yang selalu menunggu
Untuk jadi yang pertama
Mungkin kukatakan kepadanya saja
Bahwa aku juga milikmu
Bahwa aku juga kekasih hatimu
"HUWOOOOOOOO" Teriak Adi menyudahi lagu yang dinyanyikan oleh Jaya.
"Berisik bego !" Sahut Rizal selaku ketua OSIS yang baru datang.
"Ada gitu ya ketua datengnya ngaret !!" Sindir Lia pada Rizal yang baru saja datang. "Maaf, jalan macet nyet !"
"Udah mulai-mulai, jangan pisahan yang berantem !"
"Kebalik odong. Ada ge jangan berantem." Sahutku kesal dengan sahutan Jaya.
"Yaudah mulai aja sekarang. May, susunan acaranya apa aja ?"
Maya yang menjadi sekretaris OSIS pun menjelaskan tugas-tugas anggota OSIS untuk seminggu kedepan perencanaan MOPD. Setelah Maya menjelaskan, kami mulai menyusun acara apa yang akan kami selipkan disetiap waktu senggang selain acara game dari kami para pembina murid baru.
"Penutup acara sebelum sorenya ngadain api unggun mau bikin acara apa ni ? Masa pensi lagi si kaya tahun kemarin." Tanya Rizal menanyakan kepada kami.
"Biasanya bu Endes punya usul tuh." Celetuk Lia padaku.
__ADS_1
"Coba Des fikirin dah kali aja otak lu lagi cair." Sahut Antoni menimpali. "Emangnya otak lo selalu beku, fikiran nya patah hati terus !" Sahutku dengan ketuanya.
"Ingin ku bunuh pacarmu !" Antoni balik menimpali ucapan Desi sambil mendramatisir suasana dengan memegang dadanya dan menunjuk ku.
"Ton gue sambil juga lu pake bakiak. Kesel dah gue mah ih !"
Dillah yang sedari tadi hanya menyimak dengan diamnya dan terkadang ikut tertawa ketika sedang ada keadaan yang lucu, bahkan ia menunjukkan ekspresi datar saat ada yang menggodaku.
"Ampun DJ !" Sahut konyol Antoni yang malah mengundang gelak tawa.
"Mau gue kasih masukan ga ni ?" Tanyaku pada mereka semua. "Ada ?" Tanya Rizal.
"Ada. Tapi gue tanya dulu ni sebelumnya. Kita dikasih waktu buat promoin ekskul berapa kali sehari ?"
"Masing-masing satu kali setiap hari bergantian." Sahut Maya menjelaskan.
"Gini deh. Kita minta izin sama pak Sobari buat ada in promo ekskul dari jam 9 sampe jam 12. Setiap ekskul kita kasih waktu setengah jam buat promo. Nah terus kan antara PASKIB, KUMPALA sama PMR itu bisa kita bikin kaya drama gitu. Terus kalo ekskul band kita ambil diwaktu acara api unggun tuh, buat mereka calon murid baru yang mau nyumbang keahlian mereka kita kasih kesempatan. Bisa kan acara band sama teater kita gabungin dimalam hari."
Mereka semua terdiam mencerna usulku. Rizal menggebrak meja dengan kencang membuat kami semua berlonjak kaget.
"SETUJU !" Teriak Rizal mengejutkan.
"Anji......" Ucapku terputus karena ditepuk oleh Dillah.
"Eng lah tooth. ****** sia belegug !" Sahut Adi menimpali latahku.
"Lo belom pernah keselek kepala si Desi ya Di ?"
"Lah ka jadi gue sih Ton ?" Kesalku pada Antoni yang menjadi sasaran.
"Lu ngapah ? Bikin orang jantungan aja lu ketu pe'a !!"
"Gue setuju bego sama usulnya si Desi. Smart girl !" Rizal memberikan dua jari jempol kepada ku.
"Siapa dulu dong, DESI !" Sahutku bangga dan mendapatkan sorakan dari mereka semua.
"Hhhhuuuuuu........"
"Berarti kita tinggal susun acara promo ekskul ni ?" Tanya Rizal lagi pada kami semua.
"Yaudah ajuin aja proposal nya hari senin. May lu bikin daftar acara dulu sini sama gue, nanti lo tinggal ketik dah !"
"Wuih.. ibu bos mau pamer didepan pacarnya ni. Biasanya juga paling ogah kalo disuruh mikir, eh tiba-tiba jadi rajin !" Sindir Asri selaku ketua kelas dikelas lamaku.
"Eh Sri paling tau deh. Hahaha"
__ADS_1
Aku dan Maya mulai menyusun rencana dari awal hingga akhir, tentunya aku dan Maya meminta persetujuan mereka sebelum menulisnya. Hingga hampir maghrib ditunda dengan solat dzuhur dan makam siang dan juga ditunda sholat ashar berjamaah.