
Hari minggu pagi.
"Bu, Desi entar jam 10 ke sekolahan lagi mau nyusun acara lagi." Ucapku meminta izin pada ibuku ketika Dillah sedang bersiap untuk pulang kerumah orang tuanya.
"Yaudah. Bawa motor aja sekalian, jadi bapak ga usah jemput !"
"Sama Dillah aja bu, nanti kan pulangnya bisa nebeng sama teman yanh searah."
"Kan Dillah mau pulang, arahnya jauhan Dil." Tolak ibuku.
"Gapapa bu. Biar sekalian jalan-jalan aja si."
Ibuku menyetujui dan menyuruhku bersiap karena sekarang sudah menunjukkan waktu jam 9 pagi. Tandanya hanya sekitar satu jam kurang waktuku untuk tiba tepat waktu kesekolah.
Pukul 09.30 aku dan Dillah berpamitan pada bapak ibuku dan aku menadahkan tanganku pada bapakku meminta uang. Saat bapakku akan mengeluarkan uang dari dalam dompetnya, Dillah segera menarik tanganku dan mengajakku segera berangkat. Bapakku terheran melihatnya dan aku menjadi kesal. Sepanjang jalan kesekolah aku hanya diam, karena pasti aku akan merasa lapar dan haus karena tak memiliki uang untuk jajan.
Setelah sampai didepan gerbang gedung sekolahku, aku mencium tangan Dillah seperti biasa. "Yaudah kakak hati-hati ya."
"Tunggu dulu ish." Ucapnya menarik tanganku menahannya. Dillah merogoh saku belakang celana nya dan mengeluarkan dompet miliknya. Ia memberi tahuku jumlah uang yang masih ia miliki padaku.
"Tinggal enam ratus Des. Buat kamu tiga ratus ya, kakak bagi dua." Ucapnya padaku membuat aku tercengang.
Dillah mengeluarkan enam lembar uang pecahan lima puluh ribu padaku. "Buat seminggu, terserah mau dibeliin apa aja. Sabtu besok kakak kesini lagi nanti kakak tambahin buat kamu !"
Aku terdiam tak memberikan respon apapun hingga Dillah menyadarkan ku. "Kak kebanyakan !" Tolakku sambil meraih tangannya dan mengembalikan uang tersebut.
"Desi kan sekarang istri kakak, jadi wajar kalo kakak kasih Desi uang. Lagian ini kan buat keperluan kamu. Udah kantongin, sabtu kakak kesini lagi."
"Eh kak. Jangan sabtu besok, sabtu depan aja !"
"Kenapa ?"
"Biasanya Desi sibuk kalo mau masuk ajaran baru, bisa ga pulang pas dari malem Sabtunya buat persiapan sekolah nanti."
__ADS_1
Dillah manggut-manggut. "Yaudah kakak ke sini nya sabtu depan aja. Ya kali aja kalo sabtu depan kamu udahan dapetnya !"
Aku memukul lengan Dillah karena berhasil membuatku malu karena ucapannya.
×××××
Didalam aula, aku dan Maya mulai membacakan susunan acara dengan Maya yang membacanya dan aku yang menyusun bagaimana semua anggota ekskul akan tampil. Mereka merasa puas, juga dengan oak Sobari selaku pembina OSIS disekolah kami.
Kini kami diberi waktu untuk beristirahat hingga hari kamis, dan kami kembali kesekolah dari hari jumat untuk mempersiapkan lagi semuanya. Padahal si rasanya capek, tapi apalah dayaku yang dikasih tanggung jawab penuh masalah acara MOPD ini.
(skip ae lah, kalo ceritain masalah dirumah udah pasti pada tau kan gimana keseharianku. Pastinya hahaha)
Hari jumat. Kami mulai melakukan latihan-latihan kecil dengan beberapa anggota ekskul yang ditugaskan melakukan promo diakhir penutup acara MOPD.
Hingga sore menjelang, aku pulang kerumah Rini karena rencananya malam hari kami akan membuat dekorasi untuk ruang panitia serta merapikan ruang UKS dan perpustakaan yang akan digunakan untuk kegiatan kami nanti. Mungkin ga terlalu penting, tapi ya inilah yang harus kami lakukan.
Senin pagi. Semua anggota OSIS beserta para ketua dan anggota ekskul sudah berdiri rapi membentuk tim obade juga tim pengibar bendera. Walaupun ini hari pertama kami menyambut kedatangan calon murid baru disekolah kami, tapi kami tetap melakukan upacara.
Setelah satu jam, kamipun selesai mengatur semuanya. Aku yang mendapat bagian memimpin regu cantik pun mulai memimpin mereka untuk masuk kedalam kelas 11-IPA3 yang berada dilantai dua.
Aku, Antoni, Rizal serta Rini pun memperkenalkan diri masing-masing kepada murid baru. Rizal dan Antoni menjadi raja didalam kelas yang aku pimpin, karena sedari tadi banyak yang bertanya tentang mereka berdua. Ya, aku akui memang tampang mereka sangat tampan. hahaha
Pukul 10. Kami beserta para murid baru sedang beristirahat. Aku sedang berada diruang OSIS sambil memakan bekal yang sengaja aku bawa dari rumah, karena sedari dulu aku memang paling tak suka berada dikantin. Antoni yang baru datang tak segan-segan merecoki ku. Sungguh terbuat dari apa kah dirinya, sudah ditolak, diusir bahkan diapakan pun ia masih tak menyerah mengganggu ku.
"Kebiasaan ni jelangkung. Astajim !"
"Astaghfirullah bego !" Ralat Antoni padaku.
"Astagfirullah.." Ulang ku sambil mengelus dada.
"Jalan yuck !" Ajak Antoni padaku.
(Maksudnya jalan-jalan keliling sekolahan ya guys.. 😁)
__ADS_1
"Ogah capek. Laper. Males."
"Komplit amat. Ga sekalian pake telor ?"
Aku hanya melirik sinis Antoni yang malah duduk di sebelah ku. Sedangkan yang dilirik seperti biasa hanya menunjukkan wajah tak berdosanya padaku.
Kembali, kami masuk ke kelas dan mulai bermain game sebelum para anggota ekskul masuk ke kelas ragu cewe rese untuk mempresentasikan ekskul mereka.
Sekitar hampir lima belas menit kami bermain, masuklah Julia sebagai perwakilan dari ekskul PMR berdua dengan Ruli.
×××××
Penghujung MOPD.
Hari sabtu. Dimana hari ini adalah hari terakhir MOPD murid baru dan sesuatu acara yang telah berjalan, kami mengumpulkan semua murid baru dilapangan karena kami akan mempresentasikan tiap-tiap kegiatan ekskul yang ada disekolah kami. Tak terkecuali anggota OSIS yang memang mengikuti ekskul.
Satu demi satu kami memperkenalkan dan menunjukkan cara kami dengan bahan dan alat yang diperlukan. Dari yang pertama adalah Paskibra, yang dilanjut dengan Kumpala, PMR dan yang keempat adalah Rohis yang menyuguhkan peetujukkan Robbana.
Tepat waktu. Saat kami membubarkan barusan, adzan dzuhur berkumandang. Aku yang memang sudah selesai dari haid dan sudah mandi hadas pun melaksanakan solat dzuhur berjamaah dengan diimami salah satu guru kami yaitu pak Zainuddin.
"Assalamualaikum. WR. WB. Pengumuman untuk seluruh anggota MOPD, untuk makan siang kalian silahkan ambil dikantin sekolah masing-masing satu porsi. Dan tanpa perlu membayar makanan yang telah kalian makan dari kantin, karena itu sudah menjadi tanggung jawab sekolah. Terima kasih. Wassalamualaikum. WR. WB."
Ucapku memberi pengumuman singkat melalui pengeras suara masjid sekolah. Semua peserta MOPD pun langsung menyerbu kantin dan setelahnya mereka kembali ke kelas untuk makan bersama. Tak terkecuali kami yang menjadi panitia.
"Lo ga makan ?" Tanya Antoni padaku. LAGI
"Masih capek akh gue !" Sahutku yang malah berselonjor kaki duduk dilantai yang sedikit kotor tanpa alas.
Antoni malah ikut duduk dilantai bersamaku. Ia membuka nasi kotakku dan menyendokkan nasi beserta lauknya dan menyodorkannya padaku. Aku hanya menggelengkan kepala menolaknya.
"Yaudah gue juga ga mau makan !" Ucapnya menutup nasi kotak miliknya juga milikku.
"Uhhh... sweet banget sih kak !"
__ADS_1