Cerita Masa Laluku

Cerita Masa Laluku
16. Kontrasepsi


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat dan kini aku sedang kebingungan karena kondisiku yang sudah dua minggu telat haid. Tahu kan jika aku tak pernah memakai pengaman setiap kali kami berhubungan.


Sudah 8 bulan aku melewati pernikahan diam-dia ku dengan Dillah tanpa satupun mereka tahu apa-apa. Aku yang sedikit panik langsung menghubungi Dillah dan memberitahu semuanya.


"Kamu ga minum fanta lagi emang ?" Tanya Dillah padaku.


Aku menarik nafas dan segera mematikan telpon ku dengan rasa kesalku. Aku berfikir sejenak betapa bodohnya aku dan Dillah jika benar-benar menganggap minuman bersoda bisa menunda kehamilan.


"Bego, tolol, goblok, dongo, bloon !!" Rutukku pada diri sendiri. Aku menghempaskan tubuhku diatas kasur ku dan memejamkan mataku. Hingga aku terbangun karena ada panggilan telpon dari kak Dina.


Ditelpon aku menceritakan semuanya pada kak Dina. Dan ia mengatakan aku dan Dillah sangat salah jika menganggap iti semua benar. Kak Dina berfikir, Fillah telah mempersiapkan semuanya dan bahkan kak Dina berfikir jika aku dan Dillah tidak pernah melakukan apapun, jadi kak Dina dan suaminya tak oernah menghiraukan perbuatan adiknya.


"Yaudah gini aja, sekarang Desi beli tespack aja ke apotik. Besok pagi Desi coba pakai terus hasilnya kasih tau kakak. Kalo hasilnya garis merah satu berarti Desi aman, tapi kalo garis merah dua berarti Desi hamil."


"Lah !!" Kejutku.


"Makanya Desi coba dulu aja, kalo emang Desi ga hamil nanti Desi beli kiranti aja terus diminum ya !"


Setelah obrolan ku dengan kak Dina aku menjadi semakin takut. Tapi aku segera pergi ke apotik untuk membeli tespack dan menyembunyikannya didalam saku celanaku. Tanpa curiga bapak dan ibuku tak bertanya apa-apa karena memang aku selalu membeli vitamin untuk diriku setiap minggunya.


×××××


Pagi menjelang, aku sudah menggunakan alat tersebut dan sedang menunggu hasilnya. Rasa takut dan penasaran bercampur aduk, detak jantungku perpacu sangat cepat kala aku harus melihat hasil dari alat tersebut.


Aku menghembuskan nafas yang teramat berat ketika sudah mengetahuinya. Rasa sukur karena alat tersebut hanya memberikan jawaban dengan garis merah satu. Lega, ini yang aku rasakan sekarang !

__ADS_1


Aku solat subuh dan memanjat doa pada Allah. Meminta agar diberikan yang terbaik untukku saat ini, rasa bersalah karena sebagai seorang istri belum menginginkan kehadiran seorang anak karena sekarang statusku masih seorang pelajar. Mungkin egois, tapi itulah diriku sekarang tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku.


Aku segera berangkat kesekolah ketika Antoni sudah berada didepan rumahku. Walau aku sering menolak ajakannya tapi tetap saja dia ingin mengantar jemput ku kesekolah, katanya supaya ia bisa selalu dekat denganku walau tanpa status. Kalo dulu sih dibilangnya TTM ya, kan lagi booming tuh lagu TTM dari duo Ratu. Wkwkwk


Dan selalu, mereka selalu mengatakan jika aku berpacaran dengan Antoni walau sesungguhnya mereka juga tahu jika aku tak pernah menerima cinta Antoni. Tapi Dillah tak pernah melarang Antoni secara langsung kepada Antoni jika ia tak suka, Dillah hanya berpesan padaku untuk tak terlalu dekat dengan Antoni.


Kilas balik beberapa bulan kebelakang ketika hati ulang tahunku. Dimana Antoni sedang menyiapkan kejutan bersama teman-teman sekelas ku disekolah. Ia telah menyiapkan kue beserta kado spesial yang akan diberikan padaku.


Saat jam istirahat, seperti biasa aku hanya akan menitip makanan dan minuman pada temanku.


"Happy birthday to you.. Happy birthday to you..


Happy birthday, happy birthday, happy birthday Desi.."


Teman sekelas ku terus menyanyikan lagu ulang tahun untukku sambil memberikan ku pelukan serta cipika cipiki. Karena ini adalah sweet seventeen ku, jadi mereka bilang mereka ingin memberi kesan yang tak akan pernah terlupakan.


"Buka, buka, buka !" Teriak temanku.


Aku membuka kotak tersebut, dan aku terkejut melihat sebuah kalung emas putih berliontin isinial DA. Yang artinya Desiana Antoni.


"Maaf kalo gue selalu gangguin lu dan selalu buat lu risih. Tapi gue mohon, terima kado dari gue dan pakai. Gue cuma mau lo selalu ingat sama gue, walau mungkin nanti emang lo bukan jodoh gue !"


Aku terharu. Bukan, tepatnya sangat merasa bersalah karena selalu menolak lelaki yang berada di hadapanku. Aku menangis dan memeluk erat Antoni sambil mengucapkan kata maaf, maaf dan maaf.


"Gue janji. Gue akan terus pakai kalung dari lo Ton. Maafin gue ya yang ga pernah terim lo jadi cowok gue. Hiks.."

__ADS_1


Setelah lama aku memeluk Toni, aku melepaskan pelukanku. Aku memotong kue yang sudah dibawakan oleh Lia. Aku cemberut pada Toni ketika membaca tulisan diatas kue tersebut. Kue tersebut bertuliskan "Happy birthday kesayangan Antoni. Cinta yang tak pernah terbalas."


"Hahahahahaha." Tawa Antoni pecah karena ekspresi wajahku yang ternyata tak sesuatu harapan. Bukan tak sesuai harapan, harusnya si aku potong kue dulu baru Antoni kasih kadonya. Tapi ini kan terbalik, kita ngedrama dulu baru potong kue. Wkwkwkwk


Dan dari sini aku jujur pada Dillah tentang Antoni yang memberiku kado ulang tahun, dan aku mulai jujur pada Dillah yang memang sudah suka padaku sejak di SMP. Makanya Dillah melarangku untuk berdekatan dengan Antoni. Tapi aku tak melakukannya karena aku merasa tak enak.


Inilah sedikit kisah tentang aku dan Antoni. Antoni yang mungkin sekarang lebih menganggap ku sebagai adiknya, tapi ia tetap tak suka melihatku dengan Dillah.


×××××


Setelah beberapa hari aku menggunakan tespack, akupun mendapatkan tamu bulanan. Setelah selesai aku disarankan oleh kak Dina untuk membeli pil kontrasepsi, dan mengikuti cara yang diberitahukan oleh kak Dina.


Sedikit merasa aman, aku jadi merasa tak takut-takut lagi jika sedang berhubungan dengan Dillah. Seperti sekarang, kami sedang berada di sebuah hotel yang telah disewa oleh Dillah sebelumnya.


Ah sungguh, aku lelah harus terus sembunyi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus tetap menjaga semuanya hingga aku siap dan Dillah sabar menunggu. Jelas sabar, karena kan Dillah sudah memiliki ku sepenuhnya, hanya status saja yang masih menikah sirih.


"Udah diminum belom pilnya ?"


Aku hanya mengangguk dengan pasrah. Aku dibuat tak berdaya olehnya karena pergulatan kami barusan. hahaha


"Des." Aku menoleh pada Dillah. "Nanti kita nikah beneran nya kalo kamu udah lulus atau gimana ?"


"Kayanya aku mau ngerasain kerja dulu deh kak. Mau bikin bapak sama ibu bangga dan bisa nikmatin hasil kerja aku dulu." Sahutku.


"Yaudah. Kalo gitu lanjutin dulu ya minum pil kontrasepsi nya."

__ADS_1


Aku mengangguk ucapan Dillah dan Dillah kembali merengkuh tubuhku dengan erat. Ia menciumi keningku berkali-kali sampai aku terlelap kedalam pelukannya.


__ADS_2