cewek introvert

cewek introvert
tiar


__ADS_3

aku tak sengaja melihat kak fian dekat dengan tiar. melihatnya tertawa lepas membuatku iri. bersama tiar, kak fian bisa tertawa lepas. tiar memiliki hidung yang mancung dan rambut panjang, bibir yang tipis dan wajah yang jutek menurutku tapi mungkin itu selera yang kak fian suka.


"owh, mungkin yang kak fian suka itu tiar." gumamku dalam hati.


"ahhh lagian aku juga tidak boleh pacaran, aku harus rajin belajar. masa bodoh lah kak fian suka sama siapa." menyemangati diri sendiri.


"tadi aku lihat tiar dekat banget ma kak fian." kata arin ketika dikelas.


"ya terus kenapa?" jawabku.


"ga cemburu?" tanya arin lagi.


"hadeeuh, memangnya siapa sih yang suka?" kata ku lagi menutupi perasaanku yang sedang galau.


"beneran ya ga suka, kalau aku ambil ga apa-apa ya?" tanya arin lagi.


"silahkan saja." jawabku kesal.


*******


beberapa bulan kemudian, saat ujian semester. posisi duduk yang di atur sesuai urutan nama, membuatku dikelilingi gang dinamit.

__ADS_1


"nanti awas lho jangan pelit kasih contekan." ancam mereka. mereka tahu kalau aku lumayan pintar.


"iya." jawabku tak ingin mencari keributan.


"kenapa kamu nolak kak trisna?" tanya ayu membuka luka lama lagi.


"ga apa-apa." jawabku singkat, kita tak sedekat itu untuk berbagi cerita. walaupun aku mengenal kak trisna dari ayu.


tiar menghampiriku, "ada salam tuh dari kak fian, katanya kenapa ga pernah ke perpustakaan lagi?" tanyanya.


"ga kenapa-kenapa." jawabku lagi.


"aku sama kak fian kan saudara sepupu." jelas tiar.


"ohhh." yang membuat kegalauanku seakan sirna.


"kenapa tanya-tanya?" tiar menyipitkan matanya.


"cemburu ya ma aku?" sambungnya lagi.


"ohhh, jangan-jangan ga pernah ke perpustakaan gara-gara aku ya?" tanya tiar lagi.

__ADS_1


"apaan sih? aku memang jarang ke perpustakaan koq." jawabku sambil menghitung.


"bisa koq dihitung pake jari aku keperpustakaan." sambungku untuk menyangkal dugaan tiar yang sejujurnya hampir benar.


ketika ujian semester, gang dinamit benar-benar tidak belajar. dari awal soal sampai akhir soal semuanya bertanya kepadaku. aku yang tak bisa menolak pun akhirnya memberi tahu jawabannya.


dan benar saja ketika hasil ujian semester telah diumumkan, nilai gang dinamit hampir sama dengan nilai-nilaiku. "ya sudahlah biarkan saja mereka menyontek, kasihan sekali orang tuanya yang membiayai sekolahnya tapi anak-anaknya tak pernah belajar." gumamku dalam hati.


*******


satu tahun telah aku lalui. suka duka tinggal bersama dengan keluarga tanteku harus aku lalui. aku selalu bersyukur mempunyai tante yang masih peduli dan menganggapku sebagai anak sendiri.


dan disekolah tahun ini tidak akan melihat kak fian dan kak trisna lagi. karena kak fian sudah lulus dan melanjutkan kuliahnya di bandung. sedangkan kak trisna melanjutkan kuliah di bogor, yang aku tahu dari ayu.


saat liburan semester, tante ida pergi ke yogyakarta karena ada acara karya wisata di sekolahnya. tante ida pergi tiga hari dua malam. tante ida meninggalkan ku, dinda dan om edi dalam satu rumah. memikirkanya pun membuat jantungku berdebar tak karuan.


"tante pergi dulu ya, jagain dinda. masak yang benar buat om edi dan dinda ya." pesan tante ida saat akan pergi. dan om edi pun mengantar tante ida ke sekolah. aku yang dirumah sudah ketakutan.


*****


jangan lupa like 😘

__ADS_1


__ADS_2