
"na, semalam kenapa tante kamu telponin aku terus?" tanya nurul lagi saat aku baru akan duduk.
"iya benar, tante kamu telponin aku juga, tapi aku sudah tidur jadi ga aku angkat." sambung adel penasaran. akhirnya aku pun cerita dengan adel dan nurul dari awal aku bertemu dengan kak fian dan ada yang melaporkan pada tante ku.
"ahh, tante kamu mah lebay banget." komentar adel saat selesai aku bercerita.
"terus kamu kemana semalaman ga pulang-pulang." tanya adel lagi masih penasaran.
"aku tidur dikolong tempat tidur. haha." jawabku cengengesan karena tak menyangka ulahnya semalam telah membuat kehebohan.
"ngapain kamu dikolong? dasar kurang kerjaan ya?" celoteh mereka saat tahu aku berada dimana.
"kenapa sih kamu ga mau terima kak fian saja?" tanya adel.
"kan aku ga boleh pacaran sama tante aku." jawabku kesal karena bosan dengan pertanyaan ini. sebenarnya yang naksir banyak banget kak, cuma aku skip terlalu banyak tokoh nantinya.
"ya sudah back street ja." saran nurul.
"kalau aku pacaran juga, aku tuh ga bisa pergi kemana-mana? jangankan buat pacaran buat kerja kelompok di rumah temen saja kan ga boleh." kataku polos.
"ya sudah pacarannya lewat chat saja." kini adel yang memberi saran.
__ADS_1
"masa bisa begitu. pasti kan kalau orang pacaran nanti nuntut minta ketemu lah, minta jalan barenglah. aku ga bisa kasih itu." kata ku semakin bingung mencari alasan pada mereka.
*******
"drrrt... drrttt.." ponselku bergetar. dan tertera om edi yang menelponku.
"hallo, ada apa om?" jawabku ketus karena masih marah.
"om sudah ada di depan sekolah kamu. kamu ada dimana?" tanya om edi.
"memang om ga kerja?" tanyaku.
"om lagi dinas di luar, sekarang sudah selesai jadi om mau jemput kamu sekalian." terang om edi.
"oke, om tunggu di dekat sekolah." kata om edi dan mematikan teleponnya.
aku pun mencari mobil om edi di sekitaran sekolah. dan aku pun melihat mobil putih yang terpakir cukup jauh dari depan sekolah. aku pun berjalan menuju mobil om edi.
"koq lama sekali?" tanya om edi saat aku akan menaiki mobilnya.
"om parkirnya kejauhan." jawabku ketus.
__ADS_1
"iya maaf, katanya kamu suka jalan kaki biar ga gendut." ledek om edi.
"hmmm." jawabku karena malas menanggapinya.
sepanjang perjalanan aku hanya diam. dan tanpa sadar aku tertidur. saat mobil berhenti, ternyata bukan dirumah.
"dimana ini om?" tanyaku saat melihat daerah yang baru aku datangi ini.
"ini daerah kepulauan seribu." jawab om edi. om edipun membukakan pintu untukku.
"om, aku pakai seragam sekolah." kataku panik.
"memang kenapa?" tanya om edi heran.
"aku malu jalan sama om-om." kata ku pelan hampir berbisik karena takut menyinggung perasaan om edi.
"memang kita mau ngapain? kita kan cuma makan sambil lihat pantai saja." kata om edi menenangkanku.
"aku ga mau. aku mau pulang saja ya." ajakku memelas.
"kan sudah jauh-jauh kesini masa mau langsung pulang." kata om edi.
__ADS_1
"iya kan aku ga minta kesini. aku kira om mau jemput aku buat pulang bareng kerumah." kataku kini mulai kesal. om edi pun menyerah. dan kini ia pun menaiki mobil kembali. Dan dengan terpaksa, Om Edi pun melajukan kembali mobilnya untuk pulang kerumah.