
tante ida dan om edi pun mencari disetiap ruangan dirumahnya. kepanikan kembali tatkala tak menemukanku dimana pun.
"dari tadi ayah nonton tv dibawah, ga ada suara qiana keluar rumah." kata om edi saat sedang menenangkan pikiran.
"iya, kemana ya qiana?" tanya tante ida. om edi yang tak tahu pun hanya mengangkat bahunya.
"tapi ayah tahu darimana qiana ga ada di kamar?" tanya tante ida.
" tadi ayah mau suruh qiana matiin lampu di kamarnya, tapi pas ayah ketok2 ga ada suara. pas ayah buka pintu malah ga ada siapa-siapa." terang om edi.
tante ida yang merasa aneh pun memberikan tatapan herannya.
"itu ga penting mah, yang penting sekarang cari qiana." kata om edi mengalihkan pembicaraan.
"iya." jawab tante ida singkat karena masih ada sesuatu yang mengganjal dihatinya karen suaminya begitu perhatian kepada qiana.
"kita lapor polisi saja yah?" saran tante ida.
"ga bisa mah, lapor polisi tuh kalau sudah hilang 2x24jam mah." jelas om edi.
mereka pun terus mencari qiana diluar rumah. tetapi tetap tak menemukannya.
rasa lelah dan kantuk pun kini mereka rasakan.
__ADS_1
"mah, istirahat saja, sekarang sudah hampir jam dua, biar ayah yang lanjut cari." usul om edi yang tak butuh lama tante ida pun mengiyakannya. tante ida pun pergi ke kamarnya untuk istirahat dan om edi kini hanya menunggu di ruang tamu.
qiana yang sedang tertidur pun kini terbangun karena terbiasa bangun pukul empat pagi. qiana keluar dari tempat persembunyiannya dan keluar kamar untuk memasak.
"om edi koq tidur di luar ya?" gumamku saat melihat om edi yang sedang tertidur di sofa.
"biarin saja lah, kerjaanku masih banyak, aku mau cuci piring, masak, nyapu, ngepel." ucapku dalam hati.
"qiana!" suara om edi mengejutkanku saat aku sedang mencuci piring.
"iya om, kenapa? aku berisik ya cuci piringnya?" tanyaku.
"kamu dari mana saja? om dari tadi cari-cari kamu." kata im edi kesal.
"tapi pas om lihat kamar kamu, ga ada siapa-siapa?" tanya om edi lagi.
"ohhh, tadi aku....?" bingung aku menjelaskannya karena aku tak ingin om edi tahu kalau aku bersembunyi karena ingin menangis.
"hmmm, aku tadi ketiduran di kolong tempat tidur." kataku hanya bisa menjelaskan sampai disini saja. aku mohon jangan tanyakan kenapa.
"ngapain kamu di kolong?" tanya om edi.
"lagi pengen tidur di bawah saja om." jawabku, dan akupun kembali mencuci piring untuk mengalihkan pertanyaan om edi.
__ADS_1
om edi yang merasa di abaikan pun, kini berjalan ke arahku. dan om edi memelukku dari belakang. dan mencium tengkuk leherku. "aduh, om geli." kataku yang tak tahan karena geli.
"makanya jangan iseng, siapa suruh tidur di kolong." kata om edi yang terus mencium dileherku.
"om berhenti. nanti tante ida lihat gimana?" aku yang merasa ketakutan kalau sampai ketahuan tante ida.
"tantemu baru tidur dua jam, gara-gara cari kamu yang ngilang tanpa jejak." kata om edi sembari mencubit hidungku.
"maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulutku. karena aku juga merasa bersalah telah membuat om edi dan tante ida panik dan sibuk mencariku.
"ayah dimana?" teriak tante ida saat keluar kamar dan tak menemukan om edi diruang tamu.
aku dan om edi yang mendengar pun terkejut dan langsung melepaskan pelukan om edi. dan menjauh beberapa langkah.
"ayah disini." kata tante ida saat menemukan om edi di dapur.
"iya nih mah, lagi tanyain qiana semalam pergi kemana saja?" om edi memberikan alasannya.
"iya, kamu dari mana saja semalam?" tanya tante ida saat melihatku. aku pun menjelaskan seperti aku menjelaskan kepada om edi.
"kamu tuh, bukannya bersyukur bisa tidur di tempat tidur yang empuk malah tidur di kolong. banyak orang diluar sana yang hidupnya susah dari pada kamu......." tante ida mulai kembali dengan ceramahnya. aku pun mendengarkannya sembari melanjutkan tugasku.
*******
__ADS_1
klik like dan comment ya kak😘😘😘😘