cewek introvert

cewek introvert
nilai yang hancur


__ADS_3

Praktek Kerja Lapangan kini telah usai, selama tiga bulan aku semakin dekat dengan Tiar. Semenjak praktek kerja lapangan, pengaruh malas Tiar sepertinya menular kepadaku dan Nur.


"Hari sabtu besok ke sekolah ga?" tanyaku ketika dalam perjalanan pulang usai PKL.


"Ih mending di rumah saja istirahat," kata Tiar.


"Iya, gak perlu datang ke sekolah lagi, cuma sebentar ini, kan minggu depan ujian semester?" sahut Nur.


"Justru karena Minggu depan kita ujian, apa gak perlu datang ke sekolah?" tanyaku.


"Iya, gak usahlah. Lagian mana ada teman-teman yang lain yang mau pinjamkan catatan mereka, mereka juga pasti membutuhkan untuk mereka belajar di rumah," jawab Nur.


Aku pun akhirnya mengikuti mereka untuk tidak masuk sekolah hari sabtu ini.

__ADS_1


Seperti biasa ujian semester, tempat dudukku harus pindah sesuai dengan urutan abjad namaku. Aku yang dikelilingi gang dinamit pun seperti biasa harus menjadi ladang contekan untuk mereka.


"Aku tidak tahu," jawabku ketika ayu bertanya jawaban soal ujian sembari menggelengkan kepalaku. Aku memang tidak tahu dan merasa menyesal karena hampir semua mata pelajaran selama tiga bulan ini aku tidak pernah mengejar mata pelajaran yang tertinggal selama PKL.


"Ah bilang saja kamu pelit," kata Ayu ketus. Karena tak enak hati dan memikirkan akibat jika tidak memberi contekan kepada mereka, akhirnya aku pun memberikan semua jawaban yang aku telah aku jawab, yang aku sendiri sebenarnya tak yakin dengan jawabanku benar atau salah.


*******


"Kenapa sih kamu?" tanya bu sri saat aku berhadapan dengannya untuk mengambil hasil nilai-nilai ujian ku.


"Iya, bu maaf, kemarin PKL tiga bulan jadi banyak pelajaran yang tertinggal," jawabku jujur.


"Kan kamu bisa minta catatan teman kamu, setiap hari sabtu kan harus masuk sekolah," ceramah Ibu Sri yang membuatku menyesal kenapa selama PKL aku menjadi seseorang yang pemalas belajar bahkan untuk ke sekolah di hari sabtu pun aku enggan untuk berangkat.Aku pun hanya bisa mengangguk mendengar ceramahnya, karena aku memang bersalah dan merasa jika PKL aku bebas dari belajar.

__ADS_1


"Ya ampun ini kenapa nilainya sama semua, dibawah 5?" tanya Ibu Sri saat membagikan hasil ujian gang dinamit.


"Iya lah pasti sama, kan nyonteknya ke aku semua. Nilai aku lima ya mereka pasti ga lebih dari itu," gumamku dalam hati.


********


"Qiana, tadi ibu Sri menghubungi Tante, katanya nilai-nilai ujian semester kamu jelek-jelek?" tanya Tante Ida saat di rumah.


"Iya Tante, kan kemarin aku PKL, jadi aku banyak tertinggal pelajaran Tante," jawabku lemas karena Tante Ida sudah mengetahui nilai-nilai ujian aku yang hancur.


"Kamu jangan menyiayiakan uang yang Tante pakai buat biaya sekolah kamu, kamu harusnya belajar yang tekun, jika karena PKL harusnya kamu jauh lebih berusaha lagi mengejar semua mata pelajaran yang tertinggal, jangan jadikan PKL sebagai alasan kamu untuk bermalas-malasan," kata Tante Ida yang membuatku semakin menyesal karena telah menyiayiakan uang yang telah Tante keluarkan untuk biayaku sekolah.


"Maaf Tante, aku janji lebih rajin belajar lagi," kataku tulus.

__ADS_1


__ADS_2