cewek introvert

cewek introvert
Praktek Kerja Lapangan


__ADS_3

Libur semester pun akan usai, Adit pun harus kembali ke pondok pesantrennya. Sedikit sedih karena sosok Adit yang mampu menghilangkan kejenuhanku didalam rumah.


Kini aktifitas sibuk kembali terjadi di rumah. Setiap pagi aku harus sudah bangun tidur untuk menyiapkan sarapan, dan membuat bubur sehat untuk Dinda.


Di sekolah, karena sekarang aku sudah naik kekelas dua, wali kelas memberitahukan tentang persiapan praktek kerja lapangan. dan tempat PKL diserahkan kepada kami untuk mencarinya sendiri.


"Bikin kelompok PKL antara 3/4 orang. tempatnya PKL terserah dimana saja, dan surat izin PKL nanti minta saja ke kantor." kata Pak Hendra, wali kelas kami.


"Kita mau berapa orang?" tanya Arin membuka pembicaraan disela-sela pelajaran.


"Na, tadi tiar minta gabung sama kita. boleh ga?" tanya Nur.


"Tapi kan maksimal empat orang, jadi bagaimana?" tanyaku kembali.


"Aku, kamu, Tiar dan Arin, gimana?" saran Nur.


"Ahh, aku gak mau kalau gak bareng Selvia!" sahut Arin kesal.


"Yahh terus bagaimana dong, aku sudah setuju," Nur pun dilema.


"Ya sudah, kalian bertiga saja. aku, Selvia, Neni dan Nova juga gak apa-apa." saran Arin.

__ADS_1


"Bagaimana Na, gak apa-apa kalau begitu?" tanya Nur


"Ya, sudah deh, mau bagaimana lagi," ucapku hanya setuju, walaupun aku sudah tahu Tiar salah satu gang dinamit, pasti nanti susah kalau diajak kerja kelompok untuk membuat laporan PKL.


Akhirnya kami pun PKL selama tiga bulan lamanya. Dan selama tiga bulan kami tidak pernah kesekolah walaupun sekolah menganjurkan setiap hari sabtu untuk sekolah tetapi kami memilih untuk istirahat di rumah karena virus malas Tiar mempengaruhi kita.


PKL benar-benar menguras tenagaku, walaupun aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah, tetapi dunia kerja ternyata lebih melelahkan. Akupun menyadari mencari uang tidaklah mudah.


"Na, bangun. koq tumben sih belum bangun?" Tante Ida membangunkanku karena sudah pukul lima aku belum juga turun. Aku pun berusaha bangkit dari tidurku dan membukakan pintu.


"Ya ampun, kamu kenapa?" tanya Tante Ida saat melihat muka dan badan ku yang dipenuhi dengan bercak merah-merah.


"Badan kamu juga panas," sambung Tante Ida saat Tante memegang tanganku.


"Ya sudah kamu istirahat saja, nanti Tante suruh Om Edi bawa kamu ke dokter ya," kata Tante Ida dan tak lama kemudian keluar dari kamarku dan meninggalkanku sendiri.


"Hari ini kamu izin sakit saja di tempat PKL kamu," ucap Tante Ida saat naik kembali ke kamarku dan memeriksa keadaanku.


"Tante berangkat kerja dulu ya," pamit Tante Ida dan akupun hanya mengangguk.


Aku pun pergi bersama Om Edi menuju klinik dekat rumah. Aku didiagnosis terkena DBD dan kelelahan dan diharuskan beristirahat selama seminggu, dan selama itu pun aku tak pergi PKL.

__ADS_1


******


Akhirnya seminggu pun telah berlalu, aku pun harus kembali beraktifitas. Walaupun rasanya badanku masih sedikit lemas tapi karena surat izin sakit yang dokter berikan hanya memberikan satu minggu untukku beristirahat.


"Na, kamu sudah sehat?" tanya Nur dan Tiar saat melihatku di tempat PKL.


"Iya, sudah agak mendingan," jawabku.


"Na, dapat salam tuh dari Kak Yoga," kata Tiar sedikit kesal.


"Kak Yoga siapa?" kataku merasa asing dengan nama itu.


"Itu mentor di department aku PKL. Dia tanyain kamu terus, kayanya suka sama kamu," terang Tiar padaku.


"Kasihan deh Tiar, padahalkan Tiar yang naksir Kak Yoga, tapi Kak Yoga malah suka sama kamu," bisik Nur padaku sembari menahan tawanya.


Aku, Tiar dan Nur pun kembali ke department masing-masing. Aku PKL ditempatkan di department rencana produksi, Nur ditempatkan di department sumber daya manusia dan Tiar ditempatkan di department kualitas produksi.


"Na, kamu sudah sehat," tanya Pak Hari manager department rencana produksi.


"Iya, Pak. Alhamdulillah sudah mendingan," jawabku.

__ADS_1


"Qiana sudah sehat," tanya Pak Alex kepadaku, Pak Alex adalah staff disini yang paling muda dan paling tampan. Banyak staff disini yang secara terbuka menjodoh-jodohkan kami.


"Iya, Pak. Alhamdulillah sudah mendingan," jawabku lagi yang sebenarnya sudah sedikit lelah dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.


__ADS_2