cewek introvert

cewek introvert
siapa aku?


__ADS_3

tante ida yang terus ceramah hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. bukan karena tak terima semua nasehatnya hanya saja tante ida tidak tahu alasan sebenarnya.


selesai cuci piring, lanjut memasak untuk sarapan.


mungkin karena merasa terabaikan, tante ida pun mengakhirinya dan kembali ke kamarnya. aku sibuk memasak sendirian, sekarang tante ida tidak pernah membantu pekerjaan rumah lagi, mungkin karena aku sudah mulai bisa memasak dan mengatur waktu.


selesai memasak, aku menghidangkannya di meja makan. saat aku akan meletakannya, aku melihat om edi dan tante ida yang sedang bermesraan di sofa.


" cih, kalau mau bermesraan masuk kamar kek." gumamku dalam hati.


"jangan dong pah, lihat ada qiana tuh." protes tante ida karena merasa risih suaminya melakukan hal mesum di depanku.


aku yang melihatnya pun langsung memalingkan mukaku dan bergegas pergi. selesai memasak, aku harus bersiap-siap untuk ke sekolah sehingga aku langsung naik ke kamarku meninggalkan mereka yang masih bermesraan. sejujurnya ada rasa marah yang ada didiriku tapi aku berusaha untuk menutupinya. aku tahu, aku hanya pacar yang disembunyikan om edi.


"na, kamu berangkat sekolah sama om edi saja ya. soalnya tante mau ke kantor diknas dulu." ucap tante ida saat kami sarapan bersama.


"tapi om edi kan masih lama berangkatnya tante! nanti kalau aku terlambat bagaimana" aku mengeluh karena takut terlambat sekolah, ingat akan hukuman yang akan diberikan saat terlambat sekolah.


"om sudah siap koq." ucap om edi saat keluar dari kamarnya dan mendengar pembicaraan kami.


"tuh om edi sudah siap, malah kamu yang masih belum selesai sarapan." ucap tante ida melirik piringku yang masih penuh dengan nasi goreng. aku yang melihatnya pun langsung menyantapnya dan menghabiskannya.


"tante, aku berangkat sekolah." pamitku dan mencium tangan tante ida. om edi yang sudah memanaskan mobilpun sudah menunggu kehadiranku. aku langsung membuka pintu mobil dan duduk disamping om edi tanpa menyapanya.

__ADS_1


"kenapa koq cemberut?" tanya om edi sambil menyubit pipiku gemas. aku pun menepisnya.


"ga kenapa-napa?" jawabku ketus.


"harusnya om lho yang marah gara-gara kamu om harus mencari kamu semaleman." keluh om edi sembari bersiap-siap menjalankan mobilnya.


aku pun sepertinya diingatkan kembali peristiwa semalam yang hampir aku lupakan karena emosi melihat om edi yang bermesraan. tapi om edi tidak peka kenapa aku marah malah semakin membuatku kesal.


disepanjang perjalanan, aku yang marah pun terus digoda om edi.


"sudah dong, jangan marah-marah terus. nanti cepet tua lho. om saja yang sudah tua ga mau kelihatan tua." ledek om edi.


"hemm." jawabku singkat.


"ga kenapa-kenapa om." jawabku ketus. aku sadar aku tak berhak marah karena om edi dan tante ida kan suami istri yang sah. siapa aku? kalian tahu kan....


saat sudah sampai didekat sekolah, aku minta diturunkan disini saja. karena teman-teman yang tak begitu dekat denganku hanya tahu aku adalah anak yang sederhana, mana mungkin bisa turun dari mobil mewah milik om edi.


"kenapa turun disini sedikit lagi sampai?" tanya om edi.


"mau jalan kaki sebentar biar ga gendut." jawabku masih ketus.


saat aku akan membuka pintu, om edi menahan tanganku dan mulai mencium bibirku dengan sangat bergairah.

__ADS_1


"apaan sih om, ini kan deket sekolah." ucapku marah saat aku berusaha melepas ciuman om edi. susah kalau lagi mode marah buat ciuman pun tak ada selera, hehe...


aku keluar mobil om edi pun makin kesal.


**********


"kerja kelompok lagi yuk, ngerjain laporan pkl!" ajak nurul saat aku datang menghampirinya di depan pintu kelas.


"kerja kelompok, palingan aku sendiri yang ngerjain laporan pkl." gumamku dalam hati. bagaimana tidak kemarin mereka asyik dengan gadgetnya sedangkan aku yang sibuk menyusun kata-kata untuk laporan pkl.


"terserah saja, tapi aku tidak bisa kalau bukan dirumahku." kataku.


"iya ga apa-apa dirumah kamu saja. lumayan banyak makanan juga disana." ucap nurul yang selalu jujur.


"jadi kamu mau kerja kelompok atau mau numpang makan?" sindirku ketus.


"kerja kelompok lah, tapi kalau ada makanannya kan tambah semangat belajarnya." rayu nurul sambil senyam-senyum.


"kamu semalem kemana?" tante kamu telponin aku terus. katanya kamu pergi ga pulang-pulang." tanya nurul yang mulai mengingat kejadian semalam karena seperti diteror oleh tante ida. tante ida yang galak pun tak segan-segan memarahi nurul.


"bang toyib kali ah ga pulang-pulang." jawabku sambil pergi meninggalkan nurul dan masuk ke dalam kelas.


*******

__ADS_1


jangan lupa klik like dan komment dong๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2