cewek introvert

cewek introvert
pliss, keluar dari kamarku om!!!


__ADS_3

Aku yang berpikir Om Edi pergi bekerja pun merasa terkejut, setahuku ini masih jam kerja tetapi kenapa Om Edi sekarang sudah berada dirumah.


"Iya sudah pulang, Om," jawabku singkat dan pergi menuju kamarku. Tetapi Om Edi terus mengikutiku yang sedang menuju kamarku, "Apa yang mau dia lakukan?" batinku bertanya.


Ketika aku ingin menutup pintu, Om Edi memanggilku,


"Qiana," Om edi memanggilku dan terpaksa aku menunda untuk menutup pintuku.


"Ada apa, Om?" tanyaku heran. Karena selama ini aku jarang bahkan hampir tidak pernah berinteraksi sebelumnya.


"Om mau tanya sesuatu," kata Om Edi.


"Tanya apa, Om?"


"Duduk dulu disana yuk," kata Om Edi sambil menunjuk sofa yang berada didepan kamarku.


"Tanya disini saja, Om?" kataku yang merasa risih karena tatapan Om Edi yang kurasa aneh.


"Disana saja, sekalian Om mau ngobrol-ngobrol sama kamu," kata Om Edi memaksa. Dan akhirnya aku pun keluar dari kamarku dan duduk di sofa samping Om Edi.

__ADS_1


"Nah begitu dong." kata Om Edi tersenyum.


"Bagaimana tadi kesekolah, kamu suka?" tanya Om Edi memecah keheningan.


"Suka," jawabku singkat.


"Syukur deh kalau kamu suka," kata Om Edi. Dan aku pun berdiri, karena merasa tidak ada yang perlu ditanyakan lagi.


Kudengar suara Tante Ida dari lantai bawah. "Ternyata Tante Idaa sudah pulang," gumamku dan kulirik jam di dinding menunjukan pukul 16.30 yang berarti aku sudah tertidur hampir dua jam. Akupun keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk mandi.


********


"alhamdulillah," ucap syukurku saat aku menemukan aku diterima di kelas akuntansi tiga, sesuai yang diharapkan Tante Ida agar aku masuk ke kelas akuntansi.


Saart berada di rumah, aku turun ke lantai bawah dan memberikan surat perincian biaya yang harus dibayarkan sebelum masuk sekolah ke tanteku yang diberikan oleh pihak sekolah tadi siang.


"Qiana, kamu sekolah yang rajin ya, nih lihat biaya sekolah kamu," tante ida memperlihatkan isi surat yang belum sempat kubuka. Dan ketika kulihat uang masuk sekolah disana lumayan mahal, "kenapa aku tidak disekolahkan di negeri saja kan tanteku juga guru negeri," kataku dalam hati. Lagi-lagi rasa penasarannyaku harus aku tahan karena aku hanya bisa diam dengan begitu banyak rasa penasaran.


Tante Ida pergi menuju dapur dan mulai mempersiapkan makan malam.

__ADS_1


"Qiana, sini ke dapur. Tante ajarin lagi masak" ajak Tante Ida.


"Ambilkan bayam dan labu siam ya dikulkas" perintah Tante Ida yang cepat-cepat membuatku bergegas menuju kulkas untuk mengambil bayam dan labu siam.


"Labu siam yang mana ya?" tanyaku dalam hati. aku benar-benar tidak tahu apa itu labu siam. aku bodoh nama sayuran ini saja tidak tahu.


Tante Ida yang menungguku lama akhirnya pergi melihatku.


"kenapa?" tanya Tante Ida yang melihat ku terus menunduk menatap kulkas.


"Labu siam yang mana tante," tanya ku polos yang membuat tante ida kini menepuk jidatnya sendiri.


Tante Ida pun dengan sabarnya mengajari dan mengenalkan beberapa sayuran dan beberapa bumbu-bumbu masakan yang masih asing di telingaku. Dan kamipun memasak bersama, walaupun Tante Ida yang lebih sering memerintahku melakukan semuanya dengan semua petunjuk yang dia berikan.


"Ahhh, akhirnya hari ini selesai, aku mau tidur nyenyak," kataku saat selesai makan malam bersama dan selesai mencuci piring. Ketika ingin merebahkan tubuhku, "sekarang aku bisa tidur pulas," gumamku dalam hati.


****


nb. maafkan aku yg tlah lama menghilang... cerita'y mau aku sensor dkit...

__ADS_1


__ADS_2