
saat dia tiba disalon wajah sangarnya membius beberapa pelanggan yang juga sedang menunggu antrian.bahkan ada yang terang-terangan menggodanya dan mengajak berkenalan.tapi dia hanya menggeleng dan mengatakan bahwa pacarnya nanti akan marah.
ketiga wanita itu menoleh padaku.
heyy,aku bukan pacarnya tau !
aku hanya bisa berteriak dalam hati karena memang dia tidak mengatakan bahwa aku pacarnya.tapi kan kami tadi berbicara sedikit dan orang-orang disalon melihatnya.
arrggggghhhhh
dia mulai sibuk dengan hapenya lagi.kelihatannya memang serius karena beberapa kali dahinya berkerut.
astaga aku malah jadi memperhatikannya sekarang.
ternyata keputusanku salah sudah membuatnya datang kesini.aku benar-benar menyesal karena sekarang aku merasa tidak nyaman walaupun dia tidak protes sudah menungguku sejak 2jam yang lalu.
pintu salon terbuka menampilkan seorang wanita dengan gaya bak sosialita kelas atas.secara dramatis dia membuka kacamata hitamnya dan berjalan tepat kedepan fawaz sedang duduk sekarang.
lelaki itu mendongak melihat ada seseorang berdiri di hadapannya.
"oh jadi kamu sibuk disalon sekarang?nungguin siapa kamu?" wanita tadi mengedarkan pandangannya menyapu seluruh jengkal salon bernuansa pink ini.terkutuk cermin besar dihadapanku karena tadi kami sempat berpandangan.dan sungguh sepertinya dia sedang marah besar.
"bukan urusan kamu" jawab fawaz cuek masih menatap ke layar ponselnya.
"oh jadi bener kan kamu udah punya perempuan lain.makanya kamu ninggalin aku?"
__ADS_1
tepat saat kapster selesai menata rambutku aku bangun dengan gugup.pandangan para pelanggan yang tadi menggoda fawaz tertuju ke arahku.aku segera mengetikkan pesan pada fawaz bahwa aku akan pulang terlebih dahulu.
"el..kita pulang bareng"
si kampret itu malah menjawab pesanku secara langsung di hadapan semua orang.aku tidak berani menoleh karena takut dengan wanita tadi.sumpah demi apapun aku tidak mau terbawa dalam masalah hubungan orang lain.
fawaz mengacuhkan wanita tadi dan menyusulku ke meja kasir.dia juga mengeluarkan beberapa lembar uang pada kasir itu dan menarikku keluar salon.aku jadi menyesal sudah membawa tas ransel ini tadi.sampai-sampai mencari dompet pun aku kesusahan.aku jadi berutang 500ribu padanya.
aku mendengar wanita tadi meneriakkan nama fawaz.terdengar sangat frustasi.
aku terus ditarik ke arah mobilnya di parkir tanpa berkata apapun.
saat dia membuka pintu di kursi penumpang aku bergeming.
"aku mau pulang sendiri,aku bawa motor mas" jawabku pelan,lalu aku menatapnya sebentar dan mencari kunci yang ada disaku celanaku.
sekarang rasanya aneh sekali,melihat ada wanita yang menghampirinya disalon dan marah-marah bersikap layaknya seorang istri pada suaminya.
uhh apa wanita tadi itu memang benar istrinya?tapi kenapa fawaz mengacuhkannya dan malah menarikku?berbagai macam dugaan muncul di kepalaku.
dan paling buruknya kini aku merasa menjadi seorang selingkuhan yang sedang tertangkap basah.
kulihat dikaca spion mobil fawaz mengikutiku dari belakang.
pergilah wahai lelaki brengsek.aku sedang tidak ingin bertemu denganmu saat ini.lebih baik kau urus saja wanitamu itu.
__ADS_1
aku hanya mengumpat dalam hati karena tidak mungkin juga aku berteriak ditengah jalan padanya.
sampai didepan rumah aku segera membuka gerbang dan memasukkan motorku.tak lama mobil fawaz sampai.dia langsung turun dan menghampiriku yang sedang membuka pintu.
huft pasti mama belum pulang sekarang.
aku harus apa kalau hanya berdua dengan pria ini dirumah?
mama cepatlah pulang.
"el,aku mau ngomong"
dia berhenti didepan pintu dan tidak mengikutiku masuk kedalam rumah.sebenarnya aku lapar sekali tapi nafsu makanku hilang sekarang.
aku menghela nafas.sebenarnya aku enggan menghadapinya sekarang,tapi aku juga punya hutang padanya.ck merepotkan sekali
"yaudah mas,duduk di depan dulu aku mau ambil minum"
jawabku tanpa menoleh.
BERSAMBUNG
################################
mau lanjut nulis keep quiet,tapi ceritanya lagi di bagian paling berat.
__ADS_1
jadi aku belom siap buat nulisnya.sementara ini dulu yang aku up karena ceritanya lebih ringan.oke
vote & komennya please 😊😊