Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
alasan


__ADS_3

dimalam yang cukup dingin dan sunyi hanya terdengar suara televisi yang mendominasi di ruangan,


beberapa kali fawaz meminta vella untuk menatap wajahnya,tapi gadis itu selalu menolak dan lebih memilih menyembunyikan wajah di perutnya.


gadis itu sedang tidur dipangkuan fawaz yang nampak santai-santai saja dengan tingkah manja kekasihnya,fawaz paham vella pasti masih terguncang karena pertengkaran tadi.disatu sisi vella sangat rindu dan enggan melepaskan fawaz walau barang sejenak.


hingga akhirnya pelukan tangan kanan vella dipinggangnya mengendur,tanda bahwa gadis itu sudah terlelap dalam tidurnya.kevin yang dari tadi mengamati dari lantai atas kemudian turun dan mendekati fawaz.


"hai bang,gue kevin sepupunya vella" tangan kevin terulur yang kemudian disambut fawaz cukup erat.


"fawaz"


"sorry bang,gue ama vella emang deket banget dan mungkin lo udah tau kalo dia manjanya gak ketulungan"


"it's ok,gue juga salah" setelah merasa cukup berkenalan mereka berdua duduk di karpet depan televisi.


didepan mereka sudah ada dua kaleng soda yang tadi sempat diambil kevin dari kulkas dapur.


"jadi menurut lo gimana sodara gue?apa beneran lo serius ama dia?"


fawaz nampak menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan kevin barusan.walaupun baru kali ini mereka bertemu,tapi dari cara mereka berkomunikasi sepertinya mereka akan cocok.


"gue serius ama el,dan bisa lo tanyain sendiri besok ke dia"


suasana mulai mencair,perlahan kevin mulai terbuka dan menceritakan alasan kenapa dia dan vella menyembunyikan hubungan persaudaraan mereka dari semua orang.


sampai pukul empat pagi mereka ngobrol panjang lebar,hingga akhirnya tidur didepan tv karena saking ngantuknya dan terlanjur nyaman diposisi masing-masing.


pukul 7 pagi aktivitas di villa itu mulai terlihat.berawal dari friska yang masuk ke dapur dan mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk sarapan kemudian disusul vero dan nadia.


penghuni lainnya masih tertidur lelap dikamar masing-masing.tadi mereka sempat terkejut melihat fawaz,vella dan kevin yang tidur diruang santai seperti ikan dalam keranjang.karena entah sejak kapan vella yang tadinya tidur disofa sudah ada ditengah-tengah antara kevin dan fawaz tidur dilantai beralas karpet.


selimut tebal menutupi tubuh mereka yang saling berdekatan satu sama lain.


"eh nad,sebenernya vella ama kevin tuh gimana sih?deketnya beda gak kayak kita-kita deh" celetuk friska yang kini tengah mengiris bawang bombay,vero bertugas untuk menumisnya,lanjut memotong tomat yang sudah dicuci.bahan lain seperti ham,daun selada,roti,saus dan mayonaise sudah berjejer rapi di meja.


"gue juga gak tau.mau nanya tapi gue sungkan juga ka,tiap orang punya privasi.dan kalo vella itu tipe orang yang bakalan cerita kalo emang dia mau cerita.tapi kalo enggak,gue gak berani nanya-nanya"


"iya juga sih,gue cuma kasian aja ama tamara.tiap kita kumpul vella selalu nyomblangin tamara ama kevin.tapi kalo mereka cuma berdua doank kayaknya ada something special gitu.lo ngrasain gak sih ver?"


"iya gue juga ngerasanya gitu sih.tapi biarin aja lah.kita kan udah sama-sama dewasa,yang penting kalo ada masalah apapun di komunikasiin dengan baik"

__ADS_1


"siap bossque" jawab nadia centil.dari tadi gadis itu mengupas mangga,tapi sepertinya daging buahnya ikut terpotong bersama kulitnya membuat friska geleng-geleng kepala.


"ya ampun non..gue kasian ama mangganya kalo kayak gini" ucap friska sedih menatap potongan mangga yang nampak naas teronggok diatas piring.


vero yang melihatnya hanya tersenyum geli.kalau dia tertawa pasti nadia akan cemberut.jadi dia memilih diam sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


tamara muncul dengan wajah sumringah meskipun matanya sedikit bengkak.ketiga temannya memandang aneh,tapi tamara tidak menyadarinya dan menyapa ketiga temannya satu persatu dengan ceria.lebih ceria dari biasanya.


"lo kenapa sih ra?kayak abis menang undian" friska mulai kepo


"gak pa-pa.emang kenapa?"


"aneh aja,kayaknya dosis keceriaan lo kali ini berkali-kali lipat dari biasanya"


"gue ama tamara udah jadian dong" sahut kevin yang muncul tiba-tiba sambil merangkul pundak tamara.membuat seisi dapur langsung heboh,tamara hanya diam karena merasa kikuk kepada ketiga temannya yang kini mulai memandangnya meminta penjelasan.kevin yang tampaknya masih mengantuk malah makin erat merangkul tamara.


"ciee..cie.wah gak bisa dibiarin nih gaes..enaknya mereka kita apain ya ?" tanya nadia kepada dua sahabatnya yang lain dengan mimik jahil.


"udah biarin aja,kita jalan-jalan aja yuk" bisik kevin ditelinga tamara,tapi gadis itu menggeleng kuat.melihat itu ketiga temannya semakin heboh.


"ahh...pokoknya gue mau ditraktir vin.apalagi kalian berdua itu sahabat gue.jadi traktirnya dobel ya" friska mulai menyerang pasangan baru itu.kevin langsung mengiyakan sementara tamara hanya tersenyum tipis.


ketiga temannya geleng-geleng kepala melihat kevin yang sudah menarik tamara keluar villa.


sarapan sudah siap,mereka membuat hamburger,tersedia juga roti tawar dan berbagai kaleng selai.vella muncul dengan rambut kusutnya dan menyapa temannya yang sedang sibuk ngobrol didapur.mereka semua menoleh tapi friska sepertinya masih penasaran terlebih tamara dan kevin sudah jadian.


"vel,lo tau nggak tamara ama kevin udah jadian?" tanya friska datar.vella menyadari hal itu membuatnya sedikit tersinggung.


"gue udah tau,kan gue mak comblangnya.kenapa?" dirinya heran berlibur kesini sepertinya hanya membuat perasaannya terguncang bukannya senang seperti yang dia harapkan.suasana dapur tiba-tiba mencekam,ditambah nadia dan vero yang juga memilih diam.


"enggak pa-pa.gue ngasih tau aja"


huh mulai lagi sepertinya ada orang yang langsung menyimpulkan keadaannya dan kevin sendiri tanpa mau bertanya langsung.


"langsung aja ka,gue tau lo masih ada yang mau diomongin"


"oke,biar gue aja yang ngomong"nadia langsung memotong,dia khawatir friska akan berlebihan menyampaikannya jadi dia berusaha menengahi.


"ver,jelasin"


"lah kok gue"

__ADS_1


"lo yang paling dewasa diantara kita" nadia malah nyengir tanpa merasa bersalah sama sekali.


"jadi yah vel,lo gak ada hubungan spesial ama kevin kan?"


"ada" ketiga sahabatnya langsung melotot tak percaya.nadia dan friska seperti terlihat marah.tapi vero masih belum paham kemudian bertanya lagi sebelum kedua sahabatnya kehilangan akal.


"hubungan spesial apa vel jelasin?!"


"yaelah lo pada tegang amat,gue ama kevin itu sodara sepupu.tanya aja sono kalo gak percaya" friska yang tak percaya langsung berlari keluar mencari dua sejoli yang sedang kasmaran itu sambil menyeret nadia ikut bersamanya.


tinggallah vero dan vella yang melanjutkan obrolan.


"gue heran kenapa lo ama kevin nutupin itu dari kita semua"


"gue juga awalnya bingung ver,tapi abis gue denger penjelasan kevin dulu ada benernya juga.kevin takut kalo orang-orang tau gue ama dia masih tetep jalin hubungan sodara,eyang bakal ngelakuin hal ekstrim dan bikin kita gak bisa ketemu lagi"


"kenapa?"


"keluarga gue udah putus hubungan ama eyang bahkan dari sebelum gue lahir ver.eyang benci banget sama nyokap gue"


vero langsung bangun dari kursi dan memeluknya.


meski vella menceritakannya sambil tersenyum tapi vero tau sebenarnya ada perasaan sedih tergambar jelas diwajahnya.dan menceritakan hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena merupakan aib keluarga.


saat dia ingin duduk ke kursinya dia melihat ada lelaki tampan yang mendekat,lelaki itu tersenyum tipis dan mengangguk padanya.mendekati vella,dia mengelus puncak kepalanya lembut membuat vella menoleh.


"oh kamu udah bangun.kenalin mas ini temenku vero"


setelah sedikit berbasa-basi,vero pamit kekemar untuk mandi.tinggallah vella dan fawaz berdua didapur


"aku minta maaf lagi buat yang semalem"


fawaz mendekat dan mencium puncak kepala vella mesra.


BERSAMBUNG


################################


terima kasih yang sudah berkenan membaca,semoga kalian terhibur ya.


klik SUKA & komentarnya please 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2