
akhirnya kami semua berangkat dengan memakai dua mobil menuju puncak.mobil yang aku naiki diisi olehku,vero,tamara dan juga kevin.
sementara nadia dan friska semobil dengan rama dan nando.sudah bisa ditebak nando dan friska pasti akan bertengkar sepanjang jalan karena sejak sma mereka memang selalu berselisih paham tentang segala hal.
sebelum berangkat saja mereka berdebat.nando bilang karena sedang musim panas lebih menyenangkan kalau liburan ke pantai.sementara friska yang memang mengusulkan untuk pergi ke puncak dari awal tidak terima.katanya justru karena sedang musim panas harusnya mereka berlibur ke tempat yang sejuk.
sementara anak yang lain sibuk memasukkan barang bawaan ke mobil mereka berdua malah sibuk berargumen.aku sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berdua.
pernah suatu kali aku jadi bahan rebutan mereka yang akan mengajakku makan dikantin sekolah.friska ingin mengajakku makan bakso sementara nando sudah akan menraktirku mie ayam.
setelah lima tahun berlalu keadaan masih tidak berubah.aku sungguh terhibur melihat perdebatan mereka yang lebih terlihat seperti pertengkaran suami istri.
kevin nampak cemberut sedari kami berangkat tadi.dia protes karena kami bertiga sibuk ngobrol dikursi belakang sementara dia duduk dikursi kemudi sendirian seperti seorang sopir.
"ra..lo pindah sono kedepan.temenin tuh babang tamvan biar gak cemberut mulu"ujarku sambil mendorong-dorong tamara kedepan.dia nampak enggan tapi akhirnya mau juga dia pindah tempat duduk.dibawanya sekantung keripik yang tadi ada ditanganku membuatku berdecak kesal.
"nih vin gue suapin,biar kesel lo ilang"
tapi mulutnya masih manyun saja.
"lo gak mau vin?yaudah gue abisin sendiri aja"
"gue maunya minum tamiiiii...haus gue dari tadi gak ada yang nawarin minum sama sekali"
vero yang duduknya paling dekat dengan boks minuman dingin menyodorkan sebotol air mineral beserta sedotannya.tamara segera meraih dan membuka tutupnya.
"eh kepin jangan coba-coba ya lo panggil gue tami lagi.kalo masih nekat gue potong burung lo"ujar tamara galak sambil memelototkan matanya,tapi dia tetap menyodorkan botol yang sudah dibukanya ke arah kevin agar cowok itu bisa minum.
"gue gak percaya,palingan elo cuma ngemeng doank" jawab kevin santai,mukanya kini sudah berganti menjadi rona kebahagiaan.mungkin dia senang karena ada orang yang menemaninya duduk didepan.
"suapin keripiknya"sambungnya lagi sambil terus fokus menyetir.tamara menyuapkan beberapa potong sekaligus sampai mulutnya penuh.saat makanan yang ada dimulutnya sudah habis,kevin hendak protes tapi sudah keburu ditodong suapan kedua membuatnya refleks membuka mulut.
"nikah aja lo berdua..cocok tau" ucapan vero barusan membuat mereka berdua spontan membuang muka dan berlagak seperti ingin muntah.sementara aku dan vero hanya cekikikan melihat reaksi mereka.
__ADS_1
"tuh kan vel,kompak banget"
"iya,lo bener banget ver.jodoh emang gak kemana.jauh-jauh kuliah diluar kota taunya calon suami ada didepan mata"
sementara orang yang dighibahi hanya diam saja,tadi mereka sempat memprotes padaku dan juga vero tapi kami tidak peduli.
entah kapan mereka akan menyadari perasaan mereka satu sama lain.padahal setiap berkumpul kami sudah sering mengatakan pada mereka bahwa sebenarnya mereka itu cocok.tapi baik kevin maupun tamara selalu menjawab bahwa mereka lebih nyaman menjalin hubungan sebagai sahabat saja.
friendzone memang masalah yang cukup rumit,kadang bila kita ingin menjalin hubungan yang lebih serius kekhawatiran paling besar adalah pertengkaran yang akan membuat hubungan yang sudah ada menjadi renggang bahkan putus sama sekali.
kevin dan tamara sudah kembali berbincang dengan akrab.aku tersenyum melihatnya,vero jatuh terlelap dari beberapa saat yang lalu.aku memilih untuk mengabari fawaz bahwa sebentar lagi kami akan segera sampai di villa.
dia hanya membalas supaya aku bersenang-senang dengan teman-temanku.nanti malam dia akan menyusulku kesini sesuai rencana.mereka semua pasti akan heboh bila melihat fawaz secara langsung.selama ini mereka hanya mendengar tentang fawaz dari mulut nadia saja.dia selalu mengatakan bahwa aku beruntung karena mendapat kekasih yang sangat pengertian dan mau menerimaku yang manjanya tingkat dewa.
aku selalu mencibir pernyataannya,tapi kalau dipikir lagi dia memang benar.
aku tidak tau kenapa didepan fawaz aku bisa menjadi diriku yang dulu saat papa masih hidup.aku merasa bebas bila sedang dengannya.meskipun dia suka mengatur dan menyuruhku melakukan beberapa hal,tapi sebenarnya semua itu adalah untuk kepentinganku sendiri.
pernah suatu kali aku protes padanya karena tidak memberi kabar seharian,tapi jawabannya sangat sederhana.
kalau dia belum menghubungiku lebih dulu berarti dirinya masih ada urusan di resto yang tidak bisa ditinggalkan.
lalu saat aku tanya lagi kenapa tidak menghubungiku sebelum berangkat ke resto,dia bilang takut menggangguku.
huh jawaban macam apa coba ?padahal kalau dia cuma mengirimi pesan selamat pagi pun aku sudah cukup senang.
tapi yasudahlah...kata nadia aku harus memahami dan menerima bahwa karakter tiap orang berbeda-beda.tidak ada orang yang sempurna didunia ini.
"oh iya vel,cowok lo beneran mau dateng ?" ternyata yang mulai penasaran dengan fawaz bukan hanya teman-teman perempuanku,bahkan kevin pun ingin tahu.tamara menoleh kebelakang menanti jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kevin barusan.
"katanya sih iya"
"widiiih lumayan ntar bisa buat cuci mata"
__ADS_1
"enak aja,emang lo pikir cowok gue apaan ??
obat tetes mata ?" kevin langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya sementara tamara manyun.
"pelit banget sih lo"
"ck kalo masalah hati mah gak bisa dibagi-bagi dodol...lo liatin kevin udah cukup kali bikin mata lo bening"
"ogah gue diliatin ama dia,ntar yang ada muka gue bolong-bolong diliatin ma dia.secara kan tami kalo liat cowok ganteng matanya ampe gak berkedip gitu" kenapa dia seperti orang cemburu saat mengatakan hal barusan?
tamara langsung memukul-mukul bahu kevin,tapi yang dipukul hanya tersenyum lebar.lihat kan seberapa besar sukanya kevin pada tamara?
kevin...kevin gengsian banget sih lo jadi cowok?
"oh iya ra,temennya cowok gue mau ikutan juga loh.dia chef di resto,lo mau gue kenalin gak ?"
"serius ??mau lah,siapa namanya vel?"
"hmm..namanya ben.cakep deh orangnya,nadia juga tau kok soalnya pernah ketemu langsung" kevin nampak cemberut saat mendengar tamara yang antusias tentang ben.
haha..kena lo vin.pokoknya kalo pulang dari puncak kalian masih bilang temenan bakal gue kurung lo berdua dikamar gue sampe jadian.
sampai di villa aku dan tamara masih membicarakan tentang ben.hingga lama kelamaan kevin menghilang dari pandanganku.sepertinya dia menghindar karena tak ingin lebih sakit lagi.
BERSAMBUNG
################################
hai readers.....semoga hari kalian menyenangkan yah.
kalo suka dengan cerita ini mohon dukungannya untuk klik SUKA dan sarannya dikolom komentar.
terima kasih 😊😊😊😊😊
__ADS_1