
"kamu malu apa mau?"
satu kalimat itu membuat vella merinding.
terkutuk hari dimana dirinya bertengkar dengan sang kakak,terkutuk bioskop tempat dia bertemu pertama kali dengan fawaz,dan terkutuklah film horor yang membuatnya terkejut setengah mati hingga tak sengaja membuat minuman lelaki ini tumpah dibajunya sendiri.
vella tak habis pikir bagaimana bisa fawaz bercanda disaat genting seperti ini.disaat dia bahkan tidak bisa bergerak leluasa untuk memukulnya tepat di tengah-tengah selangkanya.
awas saja nanti begitu mereka keluar....
tapi tunggu,bagaimana juga mereka akan keluar bila sang penghuni kamar yang asli saja masih didalam.
heii tapi sepertinya kamar sudah sepi,dimana dina dan pasangannya?fawaz sedang mengintip sekarang,membuat vella ikut penasaran.
tapi baru saja melihat sebentar,fawaz langsung menarik kepalanya ke hadapan lelaki itu dan kedua telinganya ditutup.
ya vella bisa melihatnya tadi,
emm...sepertinya mereka sedang melakukan adegan panas seperti yang ada di film-film hollywood.
meskipun masih berpakaian lengkap tapi .....
dina sedang terlentang disofa dibawah kungkungan lelaki itu.dengan mulut yang saling bertaut.saling membalas ciuman satu sama lain dengan sangat mesra.
ahhh memalukan,kini badannya terasa panas.apalagi fawaz masih menutup kedua telinganya dan mata tajam lelaki itu tengah menatap tepat ke kedua bola matanya.tanpa sadar vella menggigit bibir bawahnya karena gugup.
kini fawaz semakin mendekat kearah telinga kiri vella.menempelkan pipinya yang kasar karena ditumbuhi bulu-bulu halus.
__ADS_1
"el ,kamu gausah liat" bisiknya lembut
dengan susah payah vella menelan ludahnya.ia menggeleng
"kamu mau liat?" vella menggeleng lebih kencang membuat fawaz tersenyum jenaka.
gadis ini begitu lucu.ekspresinya sulit ditebak dan sangat menarik karena vella sama sekali tidak berusaha untuk merayunya.
lumayan juga sebagai hiburan,karena jujur saja saat ini kakinya sudah merasa kesemutan.
vella merasa sedang berada ditempat lain,lelaki ini sungguh membuatnya merasa spesial.
meskipun fawaz termasuk lelaki yang sedikit garang ,tapi perhatiannya pada vella dan panggilannya yang lain daripada yang lain pada gadis itu membuatnya merasakan hal yang baru.menghirup aroma parfum fawaz yang dekat dengan indera penciumannya membuatnya nyaman.dia tidak lagi setegang tadi.dia justru menyandarkan dagunya di pundak fawaz.
"mas,udah keluar belom sih mbak dina?"
"mana gue tau,yang main ama dia kan bukan gue"
meskipun makna keluar yang mereka maksud berbeda,tapi percakapan mereka terus bersambung.
pikiran vella yang polos atau fawaz yang kelewat kotor,entahlah.perdebatan mereka berhenti saat akhirnya mereka bisa keluar dari dalam lemari tanpa ketahuan.
mereka menyelinap keluar saat dina dan pasangannya itu pergi untuk mandi bersama.
begitu sampai dikamarnya,vella mendesah nafas lega.akhirnya dia bisa meluruskan badannya dilantai.mulutnya juga terasa kering tapi dia masih enggan untuk mengambil air minum dimeja.
sedangkan fawaz duduk bersandar disofa
__ADS_1
"parah,gue gak mau ngikutin rencana lo lagi mas"
mereka tertawa juga pada akhirnya karena mengingat kekonyolan mereka sendiri yang terjebak di dalam lemari selama setengah jam.
"nggak lah,gue udah dapet rambutnya"
"berarti tugas gue udah kelar kan mas?"
"hmmm,ntar gue pikirin lagi deh" fawaz kini menatap vella yang masih terbaring di lantai.
"bangun el,jangan bikin gue laper" dia mendekat dan duduk dihadapan vella.
"dih laper tinggal makan sono,kaki gue masih pegel tau"
lengan kanannya menutup kedua mata sehingga dia tidak tau fawaz sedang memandangnya seperti orang kelaparan.
fawaz lalu meletakkan kedua tangannya disamping kepala vella,saat vella menyadarinya dia lalu membuka mata dan terkejut karena fawaz sudah berada di atasnya begitu dekat.dia terpana dengan pandangan mata fawaz yang begitu tajam namun memesona.
rasanya waktu berhenti berputar dan yang mereka rasakan hanyalah kehadiran satu sama lain.
"gue laper pengen makan lo.." fawaz meninggalkan vella dengan tatapan yang begitu dalam,sulit untuk vella memahaminya karena dia belum pernah sedekat ini dengan pria.
dia terdiam cukup lama hingga akhirnya tidur terlelap.
################################
walaupun aku gatau siapa2 aja orang yang udah baca cerita ini,tapi aku mau bilang makasiiiiiih banget karena udah meluangkan waktu buat baca.
__ADS_1
semoga aja kalian suka dan terhibur ya.
plisss kalo ada yg berkenan bisa komen biar aku bisa bilang makasih satu persatu langsung ke kalian 😙😙