Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
terjebak


__ADS_3

bisa dikatakan meskipun fawaz adalah lelaki yang tegas dan suka mengatur,tapi sebenarnya pria ini pria yang perhatian.


saat vella terlihat kesulitan membuka botol air mineral,fawaz segera mengambil dan membukanya.saat ini bahkan fawaz sedang berlutut mengikatkan tali sepatu kanan vella yang terbuka,agar tidak terinjak oleh kaki satunya.


vella tertegun.tidak,lebih tepatnya terharu.


beberapa minggu ini dia tengah mengalami tekanan dari keluarganya agar bersikap lebih mandiri.


tapi lelaki yang baru 3 kali ditemuinya ini kenapa begitu perhatian dan terkesan memanjakannya.mengingatkannya pada sosok ayahnya.


ada yang aneh dengan hatinya,disaat dirinya sudah terbiasa melakukan segalanya sendiri,justru kini ada orang yang bersikap sebaliknya.


dia segera menarik mundur kakinya,sesaat setelah fawaz selesai.


"makasih mas,aku bisa iket sendiri kok" vella masih bingung kenapa sekarang mereka berdiri di lobi sebuah hotel.bahkan fawaz mengajaknya untuk masuk ke kamar yang sudah dipesan.


"tadi kamu hampir nginjek talinya,makanya ati-ati dong"


"iya maaf,mas aku mau ke toilet dulu" matanya sedang berkeliling mencari toilet saat ini.


"ck,yaudah sana buruan" fawaz berdecak kesal,dia sedang buru-buru ingin masuk ke kamarnya tapi wanita ini malah memperlambat.


dia duduk di sofa yang ada di lobi.membaca majalah arsitektur dan interior desain.


lima belas menit kemudian,vella keluar bersama dengan seorang wanita.mereka terlihat akrab beberapa kali mereka tampak saling melempar senyum bahkan tertawa bersama.


fawaz mendongak lalu terkejut karena yang sedang berbicara dengan vella adalah dina.


mereka berdua kemudian berpisah karena dina sudah keluar dari hotel lalu memasuki sebuah sedan hitam.


dia segera menghampiri vella


"kamu tau dia siapa kan?kamu ngobrol apa aja tadi sama dia?" fawaz benar-benar penasaran.

__ADS_1


"kamu tadi sengaja ke toilet karena udah liat dia kan?"


mereka sedang ada didalam lift menuju ke kamar.vella tidak habis pikir,kenapa pria ini menuduhnya pergi ke toilet dengan sengaja?


bahkan dia tidak menyadari sama sekali bahwa wanita tadi adalah targetnya sampai dina memperkenalkan diri.


"aku tuh gak sengaja ketemu,lagian tadi itu dia ketakutan di toilet gara-gara liat kecoa mas"


fawaz memandang tidak percaya,hingga akhirnya vella mengeluarkan hapenya dan mengatakan akan menghubungi dina.fawaz langsung menghentikannya.dia terkesima bagaimana bisa para wanita begitu cepat bertukar nomer hape.berbanding terbalik dengannya yang waktu itu harus berdebat panjang lebar dengan vella.


"sebenernya kita mau ngawasin apa enggak sih mas?kenapa kita gak ngikutin dia?!"


"buat sekarang enggak,mungkin nanti"


"terus kita ngapain ?"


"ayo ikut,kita ke kamarnya"


"kamu tuh mau ngapain sih mas?terus kunci kamar kamu dapet dari mana?!"


"sssttttt,tolong jangan berisik el"


"kamu nyari apaan ?"kini vella mulai kesal,karena sungguh rasanya dia seperti orang bodoh.dia hanya mengekori fawaz dari tadi.


"mas berhenti" vella menghentikannya secara paksa,dia marah.


sementara di lain sisi fawaz merasa sangat frustasi.


"gue nyari rambut el,buruan"tanpa sadar fawaz menggunakan kata gue.vella tersenyum mendengarnya.dia lalu segera berkeliling dan masuk ke kamar mandi.


"mas,kita nyari rambut siapa?" tanyanya dari balik pintu kamar mandi.


"hufffttt" lelaki itu lalu menyusul vella.

__ADS_1


"rambut dina el,cari yang panjang"dia sudah masuk ternyata vella sedang berjongkok memungut gulungan rambut yang ada di lubang pembuangan air.


dia mengambilnya dengan menggunakan tisu.


mereka segera bergegas keluar kamar,tapi tiba-tiba dari luar ada orang yang sedang berusaha membuka pintu.vella dan fawaz saling pandang. "gimana nih mas?!"tanya vella cemas.


melihat fawaz yang masih bingung ia bergegas berlari menuju ke kamar mandi tapi kemudian ditarik lagi menuju kedalam lemari yang tadi ia liat kosong.


jantung mereka berdetak kencang,saking takutnya kalau sampai mereka ketahuan.dilemari yang sempit itu mereka berjongkok.


terdengar suara hentakan high heels mengisi ruangan.kemudian suara pria dan wanita yang sedang berbincang.


hening


membuat vella penasaran,dia jadi ikut mengintip melalui celah lemari.


ternyata dina dan pasangannya sedang berciuman mesra.membuat vella mengingat mimpinya pagi tadi.mereka berdua lalu menjauh dari lubang dan vella memalingkan wajah ke arah lain.


"sial,kenapa gue harus ngalamin hal kayak gini sih?" vella merutuki nasibnya,bila saja dia tau fawaz menginginkan rambut wanita itu vella pasti sudah mencarinya ditoilet saat dia membantu dina menyingkirkan seekor kecoa dan hal ini tidak akan terjadi.


wajahnya memanas.dan hal itu tak lepas dari pengamatan fawaz yang kebetulan sekali mereka saling menempel satu sama lain.jadi jarak wajahnya dengan fawaz cukup dekat.


"kenapa el??kamu malu apa mau?" bisik fawaz ditelinga vella membuat gadis itu merinding.


fawaz menyeringai.ternyata menyenangkan juga bisa mengerjai vella.


################################


wkkkk mungkin dua-duanya waz.


MAU tapi MALU .


iya gak reader??

__ADS_1


__ADS_2