
fawaz sudah menjalankan mobilnya menuju ke salah satu jalanan yang cukup ramai..tadi dia sempat memprotes aku yang memakai celana pendek dan bukan celana panjang seperti perintahnya.dia juga menyuruhku menutup kepala dengan tudung yang menggantung di sweater yang aku pakai.
hah..sifat bossy-nya kembali lagi.tapi entah kenapa aku menurutinya juga.
tak lama kami sampai disebuah angkringan pinggir jalan.setelah memilih makanan aku dan fawaz menuju kesalah satu tempat yang agak sepi.ternyata pengunjung disini kebanyakan pria mengingat waktunya sudah lewat tengah malam.
fawaz menggenggam tanganku erat,saat suara siulan terdengar dari sebelah kananku.
"mas,kata mama aku disuruh pulang ke kontrakan bang reza" ujarku setelah kami duduk.untung aku segera ingat kalau sampai aku kelupaan lagi bisa-bisa gawat
"yaudah ntar aku anter"
makan dipinggir jalan tengah malam begini merupakan pengalaman pertama bagiku.aku benar-benar merasa excited.apalagi fawaz merupakan lelaki pertama yang membuatku bisa keluar tengah malam selain bang reza dan papa.
dia adalah sosok pria yang tenang,dewasa,pekerja keras,perhatian.bagiku dia seperti paket komplit,meskipun kadang sedikit jahil dan suka memerintah.tapi itu masih bisa diterima.
kami mulai menikmati makanan satu persatu diatas hamparan tikar.kelihatannya dia lelah,tapi tidak mengatakan apapun.makannya begitu tenang dan rapi.aku terlalu menghayati penelitianku sampai saat makanan miliknya habis,berbanding terbalik dengan makananku yang masih tersisa banyak.
"kamu mau makan apa mau liatin aku ?" sendok yang sedang aku pakai berpindah ke tangannya.dia menyendokkan sedikit makanan lalu menyodorkannya ke arahku.
aku yang melihatnya refleks membuka mulut tanpa disuruh.
"ish..ge-er" malunya aku,dia rupanya sadar aku memperhatikannya dari tadi.
entah sudah berapa suapan yang masuk ke mulutku aku betul-betul menikmatinya.
"mama kamu gak marah kan ?"
"enggak,aku juga heran mama ngijinin aku keluar tengah malem"
hening
"mas,katanya kamu tadi mau tidur kok malah ngajakin makan diluar?"
"kebetulan aku juga laper.besok kamu berangkat jam berapa?"
"jam 1,temenku yang lain juga mau pada ikut"
"berapa orang?"
"kalo dateng semua ada 8 orang sama aku,termasuk rama cowoknya nadia,nando ama kevin"
"oh ada cowoknya juga?"
__ADS_1
"iya,temen sma" fawaz hanya mengangguk mendengarnya.
tak terasa makanan sudah habis tak bersisa.ditambah lagi es teh manis tadi sungguh segar diminum setelah aku kepedasan menyantap sate telor puyuh dengan sambal.aku mengusap-usap perutku dibalik sweater yang aku pakai.
"yuk pulang" dia bangkit lalu meraih tanganku yang kesulitan bangun karena saking penuhnya perutku.
"bentar aku telfon bang reza dulu"
saat berjalan melewati gerombolan laki-laki yang juga sedang duduk lesehan ada salah satu dari mereka yang dengan sengaja mengelus betis kaki kiriku.refleks aku menoleh dan memasukkan ponselku kedalam tas.kudapati satu cowok sedang tersenyum menggoda ke arahku.sementara cowok di seberangnya sedang memegang ponsel seperti sedang mengambil gambar.
fawaz yang ada beberapa langkah didepan kembali menghampiriku.
"wah ada cowok kurang ajar disini"ucapku geram.
"kenapa el?"
"mas tolong cek hape tuh cowok" pintaku sambil menunjuk ke cowok yang memegang ponsel tadi.cowok tersebut seperti ketakutan saat melihat fawaz menengok ke arahnya.dia terus menolak memberikan ponselnya padahal fawaz memintanya dengan sopan.
sementara cowok yang mengelus kakiku hanya menunduk sedari tadi.seolah tidak terjadi apa-apa.teman-temannya yang lain pun hanya terdiam.
"kalo kamu gak ambil gambar istri saya harusnya kamu ijinin hape kamu saya periksa" tatapan mengintimidasi fawaz begitu kuat,tapi cowok tadi masih bergeming.
jujur aku sempat terkejut dengan perkataannya tadi yang menyebutku sebagai istrinya.
"tolong jangan apa-apain hape saya mas" ucapnya khawatir kalau-kalau ponselnya dirusak.
fawaz membukanya dihadapanku,dan saat membuka video terakhir yang diambil lelaki itu wajah fawaz mengeras.aku segera memegang lengannya takut kalau hal ini akan berakhir kekerasan didepan umum.beberapa pengunjung sudah memperhatikan kami dari tadi.
aku menepuk bahu lelaki brengsek didepanku
"bro..gue mau ngomong bentar"
setelah kupastikan dia mendengar ucapanku,aku segera menuju ke balik dinding yang gelap di ujung bangunan tak jauh dari situ.sementara fawaz aku minta untuk mengurus video tadi.
aku sudah benar-benar tak sabar ingin memberinya pelajaran.dasar cowok brengsek,biar aku beri tau bagaimana bila seorang wanita sudah marah.
jalannya bahkan pelan sekali membuatku tak sabar,begitu sampai aku langsung menarik tangan kanannya dan ku pelintir sampai dia mengaduh kesakitan.tak berhenti sampai disitu aku menendang kakinya hingga jatuh berlutut membelakangiku.
"ampun..gue minta maaf.aduh...duh..duh sakit mbak tolong lepasin.aahhhhh....." amarahku yang masih tinggi membuatku memelintir tangannya semakin keras.kupastikan pandangan orang-orang yang mengikutiku sampai kesini melihat wajah kesakitan cowok didepanku.
"masih mending cuma gue pelintir.kalo suami gue yang maju.abis lo!!!!" kataku tegas.
setelah puas mendengarnya meminta ampun aku menghempaskan lengannya begitu saja dan menghampiri fawaz yang sepertinya takjub melihatku.
__ADS_1
hehe dia belum tau kalau aku ikut kelas karate.
kami berjalan beriringan menuju mobil.baru kali ini aku mendapatkan pelecehan seperti ini.
rasanya aku ingin kembali dan menonjoknya diwajah.
arrrggggggghhhhhh
perasaanku campur aduk saat ini.
ya Tuhan,jika aku mengingat kejadian barusan rasanya emosiku naik lagi.
tiba-tiba tanganku digenggam erat oleh fawaz sementara sebelah tangannya masih memegang kemudi.
"kamu hebat banget bisa bikin cowok sampe jatoh kayak tadi"
mendengar pujiannya aku jadi merasa senang,aku tersenyum cukup lebar hingga akhirnya aku bercerita kalau aku sudah berlatih karate selama tiga tahun lebih.
muncul mimik kagum dari wajahnya.tak kusangka dia mengacak puncak kepalaku pelan,membuatku tersipu.
"gimana bang reza udah angkat telfonnya?"
"yaampun aku sampe lupa"aku lalu merogoh ponselku dan mencoba menghubungi bang reza,tapi tak kunjung diangkatnya.
aku jadi bingung sekarang,bagaimana ini ?
"gimana?"
"gak diangkat" suaraku kini terdengar putus asa.aku mau tidur dimana coba ??
"tidur di apartemenku aja" tanpa persetujuan dia langsung mengarahkan mobil menuju ke apartemen miliknya.
"aduh..gimana nih mas aku takut"
"tenang aja,aku yang tanggung jawab kalo mama kamu marah"
hatiku masih tidak tenang,kalau aku pulang tengah malam begini pasti satpam komplek melihatku.bisa-bisa aku jadi bahan gosip ibu-ibu dan tukang sayur langganan mama.
ingin menghubungi nadia,tapi aku tidak enak pada papa-mamanya.
"ya udah deh,mau gimana lagi" mulutku mengerucut.merasa tak punya pilihan lain.
bila aku pulang ke kontrakan bang reza tanpa menghubunginya lebih dulu aku takut akan mengganggu lingkungan sekitarnya juga..
__ADS_1
BERSAMBUNG