Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
paranoid


__ADS_3

vella merebahkan tubuhnya diatas kasur,hatinya dipenuhi rasa senang,khawatir serta takut bercampur menjadi satu.


dia merasa senang karena tadi rasanya dia begitu intim dan benar-benar dimanjakan oleh fawaz.


khawatir karena takut akan ketahuan oleh abang dan mamanya lalu kena marah.


takut karena dia telah melakukan perbuatan dosa.sekarang dia benar-benar galau karena kejadian tadi diapartemen fawaz terputar kembali dikepalanya.


jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,mamanya langsung tidur tak lama setelah ngobrol dengan fawaz tadi.


ponselnya berdering dilihatnya nomor sang kakak menghubungi.dia segera mengangkat telfon tersebut,terdengar suara kakaknya diujung sana membuat vella segera menyahuti dengan suara lirih.badannya benar-benar lelah setelah seharian ini beraktivitas diluar rumah.


"halo bang...iya mama sama aku baik-baik aja.abang sendiri gimana?"


"baik juga..oh iya abang mau kasih tau kalo tadi sore abang udah nikah sama mbak nina"


"apa....." wajah vella nampak syok,tapi ada terselip rasa bahagia juga mengetahui kakaknya sudah menikah dengan wanita pilihannya.


"jangan kenceng-kenceng ngomongnya.sakit kuping abang denger suara cempreng kamu vel"


"abis abang ngasih kabarnya bikin kaget gini.selamat ya abangku sayang akhirnya laku juga" jawab vella sambil cekikikan.padahal air matanya sudah merebak dan tinggal menunggu waktu untuk menetes.


"iya vel,gimana kamu sama fawaz?gak macem-macem kan?!"


pertanyaan abangnya barusan semakin menambah rasa berdosa vella.


"enggak lah,abang nanyanya kok gitu" jawab vella dengan nada sedikit merajuk.padahal sebenarnya dia takut setengah mati.


"kamu kan masih tanggung jawab abang vel,inget kuliah kamu kelarin.jangan sibuk pacaran"


"iya abangku tersayang.mbak nina mana?aku mau ngomong"

__ADS_1


"eits gak bisa,udah malem.abang mau ngasih nafkah dulu buat mbak kamu"


tut


vella kesal karena telfonnya diputus begitu saja.


"dasar abang nyebelin" gerutunya sambil meletakkan ponselnya sembarangan.dia langsung terlelap setelah mengganti bajunya dengan celana pendek dan tank top.


keesokkan harinya vella sudah tiba dikampus jam delapan pagi.tapi entah kenapa pandangan orang-orang padanya begitu menusuk.bahkan dia mendengar suara nyinyir yang mengatakan "model murahan" sesaat setelah dirinya lewat.


begitu melewati mading kampus dia melihat anak-anak yang berkerumun begitu ramai.


dia menanyakan pada salah seorang perempuan yang baru saja melihat mading.tapi perempuan tersebut dengan ketus menjawab agar dirinya melihat sendiri.


vella segera mencari celah diantara kerumunan mahasiswa lainnya.hingga sampai dibarisan paling depan dia terkejut bukan main melihat apa yang tertempel disana nampak begitu nyata.


rasanya dia seperti melihat sebuah bangunan runtuh tepat didepan matanya.tanah serasa bergerak dan pijakannya seperti tak stabil.dan hal yang paling besar dirasakannya adalah rasa takut dan malu yang luar biasa.


bahkan teriakan lily dan beberapa teman satu jurusan yang lainnya seperti tak terdengar.air matanya sudah jatuh begitu deras membasahi kemeja yang ia pakai.


dia tak berani memandang wajah orang-orang yang ada disekitarnya karena takut akan ada yang mengenali dan kemudian membullynya.


dia segera menutup wajah dengan masker yang diambil dari ditasnya.


tanpa babibu dia naik ke salah satu ojek dan memintanya mengantar ke resto milik fawaz.pikirannya sudah benar-benar buntu saat ini,tidak ada orang lain yang terlintas dalam pikirannya selain kekasihnya itu.


sepanjang jalan vella bingung apa yang harus dia lakukan.abangnya sudah pasti masih di jogja bersama istrinya.dia juga khawatir bagaimana kalau sampai mamanya tau mengenai hal ini.beliau pasti akan sangat terpukul sekaligus malu.


sampai di resto suasana masih sepi hanya ada beberapa pegawai yang sedang membersihkan meja.


"permisi mbak,pak abdulnya sudah datang belum?"

__ADS_1


"oh,mbak el.sudah mbak beliau ada diruang kerjanya"


setelah mengucapkan terima kasih vella berjalan cepat menuju ruangan yang ada didalam yang merupakan kantor fawaz selama ini.entah apa yang akan dikatakannya nanti.dia saja bingung,kertas yang diambilnya dari mading tadi dia simpan baik-baik didalam tasnya.


setelah mengetuk pintu beberapa kali,dia dipersilakan masuk.didalam ada tiga orang termasuk fawaz yang sedang duduk dikursi kebesarannya.sementara dua irang lainnya duduk diseberang meja.


"duduk dulu el,bentar lagi selesai"


vella segera mendudukkan pantatnya diatas sofa empuk berwarna hitam pekat.


dia sungguh merasa tidak nyaman,segala kekhawatiran begitu nampak diwajahnya membuat fawaz mempercepat rapat dengan andre sekertarisnya dan juga arifin menejer pengganti bila dia sedang tak ditempat.terlebih mata vella yang terlihat merah seperti habis menangis.


kedua bawahannya undur diri,ia lalu mendekati vella yang langsung menghambur ke pelukannya disertai tangis sesenggukan.


"kamu kenapa el?" wajah fawaz sudah terlihat cemas melihat gadisnya yang masih saja menangis setelah sekian lama.


vella lalu mengeluarkan selembar kertas yang sudah nampak kusut dari dalam tasnya.fawaz yang menerimanya segera membuka tersebut karena rasa penasarannya.


"kamu dapet ini dimana?ini bukan kamu kan ?!" suara fawaz meninggi,bukan marah pada vella tapi marah karena dia melihat foto seorang perempuan yang mirip dengan vella sedang berpose menggoda tanpa busana.


"di kampus mas..demi tuhan itu bukan aku.aku gak pernah foto kayak gitu" jawab vella dengan suara terputus dan suara yang semakin parau.


fawaz memeluk kekasihnya yang kembali menangis histeris.apalagi vella mengatakan dia takut pada orang-orang dan ingin bersembunyi untuk selamanya.


BERSAMBUNG


################################


makasih banyaaaaaaak buat pembaca sekalian yang udah meluangkan waktu buat baca cerita ini.


semoga kalian terhibur gaess 😙😙😙😙😙

__ADS_1


__ADS_2