
huft....semenjak fawaz pulang aku tak berhenti memikirkannya.sebenarnya apa yang laki-laki itu inginkan sampai-sampai memintaku menjadi kekasihnya.kami bahkan tidak sedekat itu....
belum maksudku.
kalaupun nantinya kami dekat aku tidak tau apa bisa menerimanya sebagai seseorang yang akan berbagi segalanya denganku atau tidak.
aku bukan tipe wanita yang akan menerima siapapun yang mengajakku berpacaran.
dia memang terlihat tampan,mungkin juga cukup kaya bila dilihat dari penampilan dan mobil yang dia bawa.tapi aku belum merasakan chemistry apapun dengannya.
hmm...mungkin perhatiannya saat kami pergi bersama minggu lalu itu sebuah pengecualian.aku sedikit merasa tersanjung dengan perlakuannya padaku.
ingat apa kata nadia mengenai fawaz yang akan kerepotan bila menyukaiku??
dia mungkin bercanda saat mengatakannya.tapi sekarang aku mulai kepikiran dengan perkataannya itu.
sepertinya aku harus me-refresh otakku sekarang.
ayo mikir vella..mikir
aku masih tidur telentang diatas karpet ruang keluarga.suara tv mendominasi karena tidak ada siapapun selain aku disini.mama mungkin sedang dalam perjalanan pulang.
suara hapeku berbunyi,
ck,siapa sih yang nelfon ?? apa jangan-jangan cowok aneh itu??
sesaat aku ragu akan meraih hapeku atau tidak.bila aku mengambilnya,membuka aplikasi chatting dan ternyata fawaz yang menghubungi.otomatis dia tau aku sedang online,dan dengan sengaja tidak mengangkatnya.
dering telfon berhenti kemudian berganti dengan notifikasi pesan masuk.aku segera meraihnya..
huft..ternyata yang menghubungiku tadi raya.dia menawariku pekerjaan photoshoot untuk sebuah restoran.aku segera menanyakan detailnya dan dia bilang akan mampir kerumah nanti malam jam 8.
aku segera mengiyakan perkataannya dan beranjak masuk ke kamar.aku akan tidur sebentar,badan dan pikiranku benar-benar lelah saat ini.
fawaz POV
aku tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi saat aku memintanya menjadi pacarku.aku seperti sudah kehilangan akal.tapi dia memang benar kami baru bertemu beberapa kali.
aku benar-benar tidak percaya dia langsung menolakku begitu saja.
apa yang salah denganku??tidak bisakah dia mengatakan kalau dia akan mempertimbangkan atau setidaknya memikirkannya??
harga diriku seperti terjatuh sangat rendah mendapat penolakan darinya.
aku menyetir tak tentu arah,hanya mengikuti naluriku saja.tanpa sadar aku justru kembali kerumah el lagi.
apa-apaan ini??
__ADS_1
lebih baik aku segera pergi sebelum dia tau kalau aku sedang didepan rumahnya.bagaimana kalau nanti dia pikir aku jomblo karatan ??
NO.aku itu jomblo karena pilihan.iya pilihan.
kali ini aku melajukan mobilku ke arah restoran.melihat keadaan restoran yang cukup ramai aku merasa lega dan segera masuk ke kantorku.
andre yang tadi sedang duduk di meja kerjanya langsung mengekor sambil membawa beberapa berkas.
"ini laporan keuangan dan stok barang bulan ini pak" dia menyerahkan 2 buah berkas ke atas meja.
aku menerimanya dan langsung membuka salah satunya,aku memakai kacamata berbingkai hitam yang sengaja aku letakkan di meja khusus untuk membantuku membaca dalam jangka waktu lama.
"oh iya pak,tadi saya sudah mendapat jawaban dari fotografer yang bapak minta untuk mengambil gambar restoran kita"
aku langsung menghentikan pekerjaanku.
"terus ?"
"beliau sudah menyetujui dan akan datang kemari besok untuk menyesuaikan tanggal pengambilan gambar dengan kita"
"oke,besok atur jam 1 siang buat ketemu saya.kalau ada perubahan langsung kabari"
"baik pak,saya permisi dulu" aku mengangguk lalu melanjutkan membaca laporan tadi.tapi andre membalikkan badannya lagi menghadap ke arahku.
"oh iya pak maaf saya baru inget kalo besok libur.apa bapak mau membuat janji diluar?"
"buat saja janji temu jam 1 siang besok.kirim saya alamat dan nama tempatnya"
"baik pak"
andre mengangguk lalu undur diri.
badanku terasa kaku setelah beberapa lama menekuri pekerjaan yang cukup memeras otak.aku merilekskan tubuhku diatas kursi yang menghadap langsung ke jalan raya.
jalanan terlihat begitu padat dan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya membuatku tersenyum.segera saja aku melangkahkan kakiku menuju ke dapur.
hmmm,sudah kuduga pasti mereka sangat sibuk,apalagi ini hari minggu.tadi kulihat ada beberapa driver ojek online sedang mengantri dimeja kasir.
"gimana anak trainingnya ??becus gak?"
ben yang sedang menggoyangkan penggorengan sedikit menoleh ke arahku.semua kru terlihat kelelahan namun mereka masih tetap melanjutkan pekerjaannya.
"lumayan bos.udah gak kewalahan kayak minggu lalu"
aku menepuk pundak ben dan berjalan menghampiri tiap orang.menanyakan apa mereka sudah makan apa belum.dan semua orang menjawab sudah.beberapa kali aku juga membantu para pramusaji membawa makanan yang sudah siap saji ke meja pelanggan.
hari minggu restoran akan tutup pukul 7 malam dan libur dihari senin.kadang kami juga mengadakan family gathering dan berlibur ke tempat yang cukup dekat.dan bila laba melebihi target maka aku akan mengajak mereka berlibur ke bali di akhir tahun.
__ADS_1
mereka sudah kuanggap keluargaku sendiri,bukan sebagai karyawan.sehingga mereka pun loyal terhadap restoran yang sudah aku dirikan sejak 5tahun yang lalu.saat itu umurku 22 tahun dan tempat ini baru memiliki 10 meja.bersyukur aku memiliki kru yang sangat kompak didapur.dan kepala pelayan yang kini berdiri dibelakang meja kasir adalah tangan kananku.
mbak yana yang sudah berusia 35tahun itu selalu bisa diandalkan.
sampai di sebuah saung,aku ingat kemarin el datang kemari dengan sahabatnya dan duduk cukup lama.sepertinya mereka menikmati suasana disini.aku tersenyum lagi.
saat melihat dia datang,aku memang tidak menghampirinya,tapi dibelakang aku mencegat pramusaji yang tadi menerima pesanan dari mereka berdua.
*flashback ON
"jon,tunggu.."
"iya pak"joni tergopoh-gopoh menghampiriku.dia masih memegang buku pesanan di tangannya.
"tadi kamu denger apa aja dari pelanggan perempuan itu?" dia malah memandangku curiga dan terlihat ragu-ragu untuk menjawab.
"ck,saya tau itu gak sopan.tapi mereka itu temen saya.dan mereka gak tau kalau saya yang punya tempat ini" (lancar sekali aku berbohong pada waktu itu.yah memang tidak bisa dikatakan kalau mereka berdua adalah teman,tapi aku tidak sepenuhnya bohong,mereka mungkin memang belum tau kalau aku pemilik restoran ini)
"hmmmm,mbak yang tinggi bilang tempatnya bagus kalo buat foto-foto gitu pak.terus mbak yang mungil bilang iya"
"oh yaudah,sana lanjutin kerjaan kamu"
"iya pak"
flashback OFF*
gadis itu entah kenapa dia begitu menarik perhatianku.semenjak bertemu di bioskop,dia bahkan terlihat tak mau berurusan denganku.untuk mendapatkan nomornya saja begitu susah.
sungguh berbeda dengan lyra yang sangat posesif dan selalu mengaturku.bahkan wanita itu selalu meminta uang bila akan pergi dengan teman-temannya.untuk traktir katanya.awal pacaran dia bersikap manis dan selalu memperhatikanku.
tapi lama kelamaan sifat aslinya muncul dan selalu marah-marah bila aku tak ada waktu untuknya.hingga akhirnya pada suatu hari aku melihatnya sedang bergandengan tangan dengan om-om.saat itu aku sengaja menelfonnya,dan dia menjawab sedang pergi dengan teman perempuannya.
menggelikan sekali kenapa aku bisa berkenalan dan berpacaran dengannya.
BERSAMBUNG
################################
aku seneeeeeeeeeeeng bgt dalam dua hari terakhir cerita ini banyak pembacanya dan aku makasih banget sama kalian readers
🤗😘😍
tolong klik vote & sempetin komen ya biar aku bisa bilang makasih langsung ke kalian.
oh iya menurut kalian cerita ini kekurangannya dimana??tolong sarannya ya gaess 😇😇😇
maaciw sekali lagi 😚😚
__ADS_1