
suasana kafe yang tidak terlalu ramai membuatku betah duduk disini berlama-lama.apalagi melihat jejeran buku yang tersimpan di rak begitu rapi.aku sudah mengambil satu novel yang cukup tebal dan.membacanya dari tadi,tapi kenapa orang yang kutunggu ini belum juga datang ?
saat aku menengok ke arah pintu,mba dina masuk dengan sedikit terburu-buru,melihatnya aku tersenyum dan melambai-lambai sampai akhirnya dia melihatku dan melempar senyum sumringah.
begitu sampai dimeja dia langsung memelukku sangat erat.membuatku merasa senang karena mendapat perlakuan manis seperti ini,yah memang awalnya aku terkejut tapi dia memang terlihat tulus sih.
"maaf ya vell,mbak lama banget.tadi macet soalnya dijalan"
"gak pa-pa,oh iya mbak gimana kabar ?"
"baik sayang,kamu sendiri gimana?kuliahnya lancar??"
"ya gitu lah mbak,banyak tugas.pusing" jawabku sekenanya,eh dia malah tersenyum.
seorang pelayan menghampiri kami dan menanyakan apakah akan memesan sekarang.mbak dina kemudian mengucapkan pesanannya lalu aku selanjutnya.
"jadi mbak dina sibuk apa sekarang??aku takut ganggu waktu mbak nih"
"oh enggak kok,mbak malah seneng ketemu kamu.tadi abis dari rumah,mbak kan ibu rumah tangga tulen"
"serius ??kirain mbak kerja gitu?"
dia tersenyum lagi mendengar ucapanku.
"kerjanya dirumah vel,melayani suami.oh iya waktu suami mbak denger mbak mau ketemu kamu,dia langsung ijinin loh.dia juga pengen ketemu kamu,mau ngucapin terima kasih katanya"
melayani??
otak gue larinya langsung ke bagian ena-enanya.ah sial
"oh gitu,emm mbak aku mau ngomong sesuatu, masalah pribadi"
"oh..oke mau ngomong apa?" dia terlihat antusias dan mulai mengarahkan pandangannya tepat kearahku.aduh kalau begitu aku jadi gugup.
__ADS_1
"emmm,sebenernya aku dimintain tolong sama salah satu keluarganya mbak buat....emm buat ngasih tau sesuatu"
"keluarga?!maksud kamu siapa??papa ?"
tatapan tajamnya itu loh...kok mirip banget si ama fawaz ?!! membuat otakku makin tumpul saja.
aku mengerutkan kening,
papa katanya ??
masa iya sih fawaz papanya??bukannya dia adiknya mbak dina??
"kayaknya bukan deh orang dia masih muda,malah dia bilangnya adeknya mbak dina"
"adek??!" sepertinya dia mulai mengingat-ingat sesuatu.aku mulai takut dia akan marah padaku.huuuh bagaimana ini kenapa dia hanya diam saja?!!!!
matanya mulai berkaca-kaca.
kenapa lagi ini ???ya Allah aku semakin takut terjadi sesuatu.
aku mengingat-ingat lagi,sepertinya aku tidak punya.di instagram,facebook,twitter resto saja tidak ada foto fawaz disana.
"nggak ada mbak,tapi kalo aku liat-liat sih kalian emang mirip"
"mbak pengen ketemu orangnya vel,tolongin mbak ketemu dia ya ? please mbak pengen ketemu" air matanya mulai jatuh dengan derasnya.kenapa dia harus memohon sambil menangis seperti itu ??aku kan jadi ikut menangis.
beberapa pengunjung memandang ke arah kami,bahkan salah satu pramusaji menghampiri kami dan menanyakan keadaan kami berdua.
"udah mbak..jangan nangis.aku pasti bantuin mbak buat ketemu dia" ucapku sama seraknya dengan dia karena menangis.
sebenarnya rencanaku bukan seperti ini.fawaz bahkan tidak tau aku bertemu dengan mbak dina.yah semoga saja dia tidak marah.
aku segera melakukan panggilan video pada fawaz,sepertinya dia sedang sibuk karena panggilanku tak diangkatnya.
__ADS_1
aku mencoba menghubunginya lagi dan juga mengirim beberapa pesan.
ahh kalau begitu aku harus melakukan sesuatu,aku segera mengajak mbak dina keluar kafe.tapi baru beberapa langkah kami keluar,kasir kafe tadi memanggil kami berdua.
ada apa ya?aku bingung sendiri.
"mbak maaf,makanannya belum dibayar"
astagaaaa!!!!!!
saking semangatnya ingin mempertemukan keluarga ini aku sampai lupa.masuk dengan wajah malu-malu kami berjalan mengekori kasir,mbak dina yang ada disebelahku segera menyerahkan sebuah kartu pada kasir tersebut.
"sekali lagi kami minta maaf ya mbak,soalnya ada keadaan darurat"
kasir tadi mengangguk sambil tersenyum.sepertinya dia maklum melihat mata kami berdua yang terlihat sembab.dia juga pasti melihat kami berdua tadi menangis di salah satu sudut kafe.
"terima kasih kakak,semoga harinya menyenangkan" katanya sambil menangkupkan kedua tangan didepan dada.
begitu sampai didalam mobil pribadi mbak dina,kami berdua tertawa terbahak-bahak.aku bahkan menutup wajahku saking malunya.
"ya ampun vel,parah asli parah.mbak baru kali ini makan hampir gak bayar"
tawanya berderai memenuhi seisi mobil
"malu banget,aku gak mau ah kesana lagi"
"eh jangan gitu donk,pokoknya kalo kita mau ketemuan harus di kafe ini.oke ?!!"
aku mengangguk,kalau perginya ama mbak dina sih gak masalah,jadi kalau kasir tadi ingat malunya gak sendirian.hehehe
"kamu mau ajakin mbak kemana vel ?"
BERSAMBUNG
__ADS_1
################################
klik SUKA & KOMEN ya gaesss 😘😘😘