
"aku bisa bikin kamu teriak diranjang"
enam kata itu terputar tanpa henti diotakku.yah aku tau dia memang lelaki yang sudah cukup umur untuk membicarakan hal-hal seperti itu.aku juga sudah umur 21,tapi apa tidak bisa mulutnya itu di filter sedikit?
"*el jangan cemberut dong.."
"bodo amat"
"kalo mulut kamu manyun gitu aku jadi pengen cium"
"cium aja,kalo bera*....."
cup
dia berani menciumku!!!!!!
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aku mengusap pipiku kasar saat itu.berani-beraninya dia mencium pipiku,padahal aku tadi belum selesai mengucapkan kalimatku yang diakhiri dengan ancaman.
ternyata dia bisa bersikap tenang dan mengintimidasi tapi bisa juga bersikap jail padaku.dan yang paling aku benci adalah dia berani menyebut kata-kata bernada mesum saat berdua denganku.
aku tidak tau kenapa dia begitu menyebalkan tapi disaat bersamaan aku merasa terhibur.
sudah lama sekali aku tidak mendapat ciuman dari laki-laki seperti tadi.
bukannya aku mengharapkan ciuman,bukan.
rasanya lebih seperti aku merindukan saat-saat dimana ada sosok lelaki yang bisa aku jadikan sandaran.saat-saat dimana papa masih hidup dan selalu memanjakanku.
berhari-hari kami tidak saling mengirim kabar apapun.memang apa hubunganku dengannya?
tidak ada
lagipula dia pasti sangat sibuk dengan bisnisnya.
aku bahkan tidak tau dimana lokasi restoran miliknya itu.biarlah selasa besok aku juga akan kesana,untuk mengambil gambar.
itu saja.
aku rasa dia senang bermain-main dengan wanita.
tapi maaf aku bukan dan tidak mau menjadi wanita mainannya.ada banyak hal yang lebih penting dari itu.aku masih harus kuliah,tugas yang diberikan dosen juga cukup membuatku pusing.aku tidak punya waktu untuk meladeni candaannya seperti itu.
apalagi bila abangku tau.habislah aku dimarahinya.
__ADS_1
yang mama bilang katanya fawaz itu lelaki baik,huh mama salah besar.
sebentar lagi libur semester,waktunya cukup lama jadi aku akan mengambil kerja part time ditempat dimana mereka menerima anak kuliahan sepertiku.
yah setelah pengambilan gambar di restoran miliknya,aku akan mencari-cari daftar tempat yang akan aku tuju.kalau nadia jangan ditanya lagi, sudah pasti dia akan membantu firma hukum ayahnya sambil mempraktekkan apa yang dipelajarinya di kampus.huh enak sekali jadi dia.
untuk sementara mungkin aku tidak akan mengambil job dari raya,karena jadwalnya yang tidak pasti meskipun hasilnya lumayan besar.aku ingin mencari pengalaman di bidang lain,supaya aku lebih bertanggung jawab dan mandiri.
fa : el ,aku mau minta tolong
ngapain nih cowok?tiba-tiba nge-chat terus minta tolong.
ve : ?
fa : temenin aku
ve : gak bisa
fa : urgent
ve : gak bisa maaaaaaaaaaaaas
(jawabku gemas,alasannya aja gak jelas begitu.mana mau aku pergi dengannya lagi.gimana kalo dia cuma iseng?)
nampak lelaki itu sedang mengetik tapi tak kunjung rampung.
setelah pulang kuliah pun aku tertidur meskipun hanya satu jam.
aku keluar dengan rambut terbungkus handuk.mama berisik sekali meneriakkan namaku dari luar kamar.
"sabar kenapa ma,aku kan abis mandi"
"mandi aja lama banget kamu,kayak putri solo"
"ish namaku kan emang putri,mama lupa?"
kuhampiri mama yang sedang duduk di sofa membolak-balikkan sebuah album.banyak foto pengantin didalamnya.mama pasti sedang memilih baju untuk abangku dan sarah.
ck sebetulnya aku tidak terlalu suka dengan calon kakak iparku itu,kelihatan sekali kalau dia itu dramaqueen dan suka berpura-pura.
sedikit-sedikit mengadu pada mama.apa dia itu tidak mengkhawatirkan mama akan bertengkar dengan bang reza?
"coba deh bantu mama pilih baju buat acara ijab qabulnya vel.mama bingung"
yaampun ma..minta bantuanku juga percuma.toh bila aku sudah menunjuk semua gambar yang ada didalamnya mama akan menolak dan mengatakan pilihanku tidak bagus.
__ADS_1
ujung-ujungnya mama akan memilih pilihan mama sendiri.
tapi aku tetap menunjuk beberapa baju yang aku rasa bagus,
mama hanya melirik sekilas lalu membalik halamannya.lihat kan ?!!!
per-cu-ma
aku duduk dimeja makan dan menyendokkan nasi beserta lauknya.dikampus tadi aku terlalu sibuk mencari buku di perpustakaan dan selesai saat hari sudah sore.
"ma,kenapa sih mama suka banget ama sarah?"
"dia itu manis anaknya,baik lagi sama mama.kemaren dia ajakin mama liburan ke bandung"
"terus mama mau ?"
"enggak,mama kasian sama kamu"
bagus deh kalo gitu.hehe ternyata mama lebih sayang sama aku ketimbang ama sarah.
kami ngobrol cukup lama karena mama itu tipe orang yang seperti tidak pernah kehabisan topik dan entah kenapa aku selalu senang mendengar ceritanya.apalagi kalau mama menceritakan masa ia masih kecil dan tinggal dikampung.
hal yang belum pernah aku alami selama aku hidup.
jam 9 aku kekamar dan mengambil beberapa buku serta laptop,meraih hape aku membuka chat dari fawaz.
fa : mama lagi sakit,aku bingung mau minta tolong ama siapa lagi
aku langsung membalas chat tersebut,menyesal karena sudah mengacuhkannya
ve : maaf mas,aku habis nemenin mama tadi.gimana keadaan mama kamu? 🙁
fa : gak pa-pa
ve : beliau sakit apa?udah dibawa ke dokter ?
lama aku menunggu balasan tapi tak kunjung datang,buku yang aku baca sama sekali tidak masuk kedalam otakku.
apa dia marah dan tidak menyukaiku lagi sekarang,sehingga dia mengacuhkanku??
hatiku nyeri karena merasa diabaikan.
BERSAMBUNG
###############################
__ADS_1
klik tombol LIKE-nya dong 😋😋