Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
family time


__ADS_3

sebulan berlalu sejak kejadian di apartemennya..ternyata dia benar-benar membelikanku barang yang aku butuhkan waktu itu yaitu pembalut wanita.


aku jadi membayangkan bagaimana wajahnya saat membeli barang tersebut.haha pasti sangat lucu.


setelahnya aku jadi betul-betul akrab dengannya.dia itu seperti kombinasi antara papa dan bang reza.sesaat dia sangat perhatian dan memanjakanku tapi kadang dia menghilang beberapa saat dan muncul dengan wejangan ini-itu.dia juga menasehatiku untuk tidak terus-terusan ngambek pada abang.


besok sore kami akan pergi kerumah sarah untuk acara lamaran.semua barang sudah mama siapkan dan diletakkan dikamar bang reza.ck aku benar-benar tidak ingin abang menikah dengan wanita bermuka fake itu.


"ma,kalo bang reza nggak nikah ama sarah gak pa-pa kan ? feeling aku gak enak ama si sarah itu"


"kamu tuh kenapa sih?abang kamu itu udah waktunya nikah,umurnya aja udah mau kepala 3"


mama gak tau aja, kalau sarah itu suka pura-pura.


"tapi kalo nanti bang reza gak jadi nikah ama sarah aku dukung seratus persen ma" aku akhirnya menyuarakan pendapatku tentang rencana pernikahan abang.


sampai tiba-tiba bang reza muncul dari pintu depan dengan muka merah padam.aku belum pernah melihatnya seperti ini,raut wajahnya lebih seperti orang yang sedang murka.


"kamu kenapa za ?" mama langsung menghampiri abang yang kini sudah terduduk di sofa sebelah.


"acara pertunangannya batal ma.aku udah putus ama sarah"


mama yang terkejut langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan tapi abangku hanya menggeleng dan bilang akan menceritakannya nanti.


dia lalu berjalan kekamar,baru melihat sebentar bang reza sudah menutupnya dan langsung balik badan masuk kekamarku.


"bang mau ngapain dikamarku??"aku lari mengejarnya meninggalkan mama yang terlihat syok.tapi kemudian aku berbalik lagi


"sabar ya ma,mungkin emang belum jodoh" setelah itu aku berlari kencang masuk kekamar yang jaraknya hanya lima langkah dari mama duduk.


kubiarkan abangku tidur diranjang karena aku tau suasana hatinya kini sedang buruk, tapi...


dimana hapeku tadi ?!!


gawat !!


aku khawatir bang reza akan memeriksa isi pesanku.


"bang bangun ih,nih orang apa sapi sih berat banget"


aku segera membangunkannya karena aku ingat betul tadi kuletakkan hapeku diatas kasur.


"apaan sih dek,abang capek tau"

__ADS_1


"hapeku mana ?"


"gak tau"


"ish makanya awas dulu deh,tadi dikasur tau"


"gak ada"


bohong!


aku segera merogoh saku celananya dan memeriksa satu persatu tapi hasilnya nihil.pasti masih tertindih oleh badannya ini.


"lagian ada apanya sih ?abang heran" dia lalu merogoh kebawah bantal disampingnya dan mulai serius melihat kearah layar.


sial ternyata daritadi dia sembunyikan disitu ?


aku berusaha merebutnya tapi abangku lebih sigap,dia menjauhkannya dari jangkauan tanganku.


"kamu ati-ati dek ama cowok,jangan mau sembarangan dideketin"


"iya kalo cowoknya nyebelin dan galak kayak abang aku juga ogah,tekanan batin yang ada"


abang tersenyum mendengar jawabanku.


"tapi kan galak sama nyebelinnya abang buat kebaikan kamu juga.nih kamar siapa yang beresin ?" dia kini sudah duduk disampingku


"ya akulah"


sewot aku menjawab.aku sudah baik-baik padanya dan tidak marah lagi tapi dia pulang dan malah menjahiliku.


" see ? sekarang kamu bukan cuma adek yang ngegemesin tapi juga udah jadi anak yang rajin buat mama" katanya sambil mencubit pipiku gemas.sebenarnya tidak sakit sih,tapi aku kesal karena dia masih menyimpan hapeku entah dimana.aku mulai merengek padanya kali ini.


"abang mau mandi dulu,tolong ambilin anduk sama baju dikamar ya ?nanti abang kasih deh hapenya.oke??" dia menyuruhku dengan ganjaran barang milikku sendiri ?sungguh abang durhaka.dia berlalu masuk kamar mandi tanpa mendengarkan jawabanku.


"vel,abang kamu kenapa katanya ?"


ups aku bahkan tidak menanyakannya tadi.


"belom cerita ma,nanti aja deh" mama terlihat kesal sekaligus marah.mau bagaimana lagi,bang reza memang tipe orang yang kukuh dengan pendiriannya.mau dibujuk seperti apapun akan sulit sekalipun mama yang memintanya.


"bang nih anduknya,hapeku mana ?"


tangan bang reza muncul dari balik pintu dan menyambut anduk yang aku ulurkan.

__ADS_1


arrrgggghhhh dia malah menutup pintunya lagi tanpa mengatakan apapun.


dia lalu muncul dengan handuk dibadannya.memakai satu persatu baju yang ada diatas ranjang


"kamu pacaran ama cowok yang itu ?siapa namanya ?fawaz ??"


"enggak diiih..kata siapa sih"


"kata abang lah...barusan abang yang ngomong"


"sotoy"


"tapi ganteng juga" yah mereka sudah pernah bertatap muka di video call waktu itu jadi aku tidak heran bang reza mengatakannya.


"iyalah,vella gitu loh.rencananya dia mau ikut ke acara lamarannya abang besok.tapi malah batal.emang kenapa sih ?"


"sarah selingkuh"jawab bang reza santai.


"tuh kan apa aku bilang,dia itu fake.keliatan banget suka bohong"


"yaudah lah biarin aja.jadi bener kamu gak pacaran ama fawaz??"


"enggaaaaaaaak..siniin hapenya" aku merebutnya dari tangan bang reza.


"dih kok kesel emang kamu belom ditembak ama dia?" ishh menyebalkan sekali abangku ini.


"udah tapi aku tolak"


"jadi sekarang kamu cemberut karena nyesel udah nolak dia ?hahaha kasian banget sih dek" bang reza sudah berjalan hendak keluar kamar tapi aku segera bangkit dan meloncat ke punggungnya.


inilah awal mula nadia memanggilku monyet.


lain kali aku akan cerita kenapa aku memanggilnya monyong,padahal sebenarnya dia tidak seperti itu.oke ??


pada akhirnya aku meninggalkan hapeku tergeletak dikasur.sudah lama sekali aku tidak digendong abangku seperti ini.


kami lalu berkumpul diruang keluarga sambil ngobrol santai.aku merindukan keberadaan abang dirumah ini.


BERSAMBUNG


klik SUKA & komennya ya 😊😊


makasih gaess.

__ADS_1


__ADS_2