
seminggu yang lalu di kontrakan reza...
22.45 WIB
"kenapa?muka lo gitu amat"
"gue mau kasih tau adek lo"
"katanya sanggup nunggu vella ampe wisuda" diingatkan tentang hal itu wajah fawaz makin masam
"kelamaan bang,tadi hampir aja gue kelepasan"
"hadeeeeh,gue rada berat sih sebenernya tapi itu udah hak lo juga"
"lagian lo kan udah merit bang pasti lebih tau lah gimana rasanya,coba lo tahan nggak kalo disuruh nunggu seminggu aja?gue udah setaun lebih loh nunggunya"
"ya udah terserah lo aja sih pesen gue satu, kuliahnya kelarin sesuai amanat papa.lo atur deh tuh gimana entarnya"
"iya"
kembali ke saat ini,fawaz masih berdiam diri dibawah kucuran shower.dia sudah mempertimbangkan matang-matang tentang niatnya untuk mengatakan sebuah hal besar pada vella.
walaupun mungkin waktunya tidak tepat,tapi apa boleh buat semakin di kekang hatinya semakin memberontak dan ingin memberitahu vella sesegera mungkin.apalagi kini vella sedang dalam masalah besar,dia perlu sosok pelindung.
dia bergegas menyelesaikan mandinya dan memakai kaos serta celana panjang untuk tidur.
dia keluar menghampiri vella yang sedang duduk didepan televisi sendirian,entah kemana perginya nadia itu.vella nampak sedang melamun sekarang walaupun pandangan matanya lurus ke layar televisi.
"el..nadia kemana?"
"oh pulang mas,mamanya tadi telfon katanya ada hal penting"
"oh..emmm....aku mau ngomong hal penting sama kamu"
"ngomong aja,aku dengerin"
__ADS_1
"aku udah ijin sama bang reza minggu lalu.."
"tunggu dulu,maksudnya ijin apaan?" vella langsung memotong ucapan fawaz yang baru setengah jalan.
"hmm..gimana ngomongnya ya aku bingung"
"emang tentang apa sih?jangan bikin penasaran deh"
setelah berpikir lama,fawaz akhirnya mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
"kamu liat video ini,biar paham.aku mau kedapur dulu ambil minum" padahal alasan sebenarnya adalah fawaz gugup saat ini.dia sengaja berlama-lama didapur mananti reaksi vella seperti apa.
"mas....maksudnya apaan?kamu sama bang reza cuma bercanda kan?" vella menyusul ke dapur dengan langkah cepat.benar-benar ingin meminta penjelasan langsung dari fawaz.
"enggak,itu beneran el.kamu tanya aja sama bang reza kalo gak mama kamu"
"mama??jadi mama tau?tapi aku malah nggak dikasih tau sama sekali?" sepertinya vella marah karena merasa kecewa.
"abang kamu yang minta.."
"taun lalu,waktu kamu mau liburan ke puncak sama temen-temen kamu"
vella tertawa tak percaya,dia ingat saat sedang pergi berbelanja di supermarket dengan nadia setahun yang lalu abangnya memang menelfonnya dan menanyakan tentang mahar,tapi dia tidak pernah memikirkan hal itu sama sekali.
dia merasa sangat bodoh,dan menyedihkannya lagi orang yang membuatnya tampak bodoh adalah orang-orang terdekat yang disayanginya.
"jadi cuma aku yang gak tau mas?"
"maaf el,aku tau kamu marah"
"ya jelaslah aku marah mas,kamu nikahin aku tapi kamu gak ngomong apa-apa sama aku"
"tapi kamu mau kan jadi istriku?"
"ck..bukan itu masalahnya mas" vella menjambak rambutnya gemas.
__ADS_1
"sebelum aku ijab qabul kan bang reza udah tanyain kamu duluan di telfon"
vella semakin frustasi mendengarnya karena hal itu memang benar,tapi kenapa saat itu abangnya tidak mengatakan kalau akan menikahkannya dengan fawaz?
jadi dirinya sudah sah menjadi istri fawaz dari setahun yang lalu?
dia langsung keluar dari dapur menuju sofa.dia benar-benar kesal sekarang,apa yang harus dia lakukan sekarang?
hidupnya ini konyol sekali.
fawaz keluar dari dapur mendekatinya,tapi vella masih kesal padanya.
"maaf el"
"terserah"
"maaf ya" fawaz sudah memeluk istrinya erat,yang dipeluk malah menangis sesenggukan.
"udah jangan nangis,aku minta maaf" diusapnya pipi vella lembut,vella malah memeluknya erat.
"el...pengen"
"pengen apaan jangan macem-macem deh"
"pengen...." ucap fawaz manja,membuat vella bergidik ngeri.dia langsung berlari kekamar menghindari fawaz yang mulai menyentuhnya dimana-mana.
sialnya kenapa kamar ini tak berpintu?vella sudah berlindung di balik selimut.dia tak peduli meskipun dirinya akan kepanasan didalam yang penting tidak bertatap muka dengan fawaz.entah kenapa sekarang rasa malu yang mendominasi,rasa kesalnya sudah menguap begitu saja.
BERSAMBUNG
################################
aku mau libur dulu readers....
love you gaess
__ADS_1