Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
menyedihkan


__ADS_3

"el..kamu kenapa?masih marah ama orang tadi?"


"ck ..gimana nggak marah mas,dia ngelakuin hal bodoh dengan alesan butuh uang buat nenek sama adeknya.coba kalo tadi nggak aku ancem pasti dia gak bakalan jujur deh"


"emang kamu tadi bilang apa sama dia ampe dia ketakutan begitu?"


"aku tuh bilang kalo dia nggak mau jujur,aku bakal ngelakuin hal yang sama kayak yang udah dia lakuin ke aku"


"oh..."


"tapi aku jadi penasaran ama adek dan neneknya.apa mereka baik-baik aja ya kalo si deni itu di penjara??mereka kan nggak salah mas"


fawaz mengusap kepala istrinya lembut sambil tersenyum.dalam hati dia tersentuh karena meskipun vella dirugikan tapi istrinya itu masih memikirkan orang lain.


"kamu mau nengokin?"


"emang boleh?" tanya vella seperti belum percaya dengan pertanyaan suaminya.


"boleh"


vella mengangguk senang karena sudah dituruti kemauannya.


"kenapa kamu mau nengokin mereka?"


"kasian mas,kayaknya si deni ini tulang punggung buat adek sama neneknya deh.aku takutnya mereka berdua terlantar"


fawaz semakin paham dengan watak istrinya ini,meskipun kadang galak dan bersikap jutek tapi sebenarnya hatinya begitu lembut.


seringkali dia lebih mendahulukan kepentingan orang lain terlebih dahulu baru dirinya.


"ayo turun..kita harus lewat gang ini buat sampe kerumahnya"


vella menatap lorong gang yang terlihat sedikit becek.untung saja hari ini dia memakai sepatu dan bukannya sandal santai seperti yang dia rencanakan tadi pagi.


setelah beberapa kali bertanya akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang terbilang cukup sederhana.


fawaz mengetuk pintunya beberapa kali sambil mengucapkan salam,setelah ditunggu muncullah seorang gadis berumur sekitar 13tahunan membukakan pintu untuk mereka berdua.


"dek..apa bener ini rumahnya deni?" tanya vella dengan senyum manis.

__ADS_1


"iya kak,tapi bang deni belum pulang dari semalem"


"oh kalo gitu kakak mau ketemu nenek kamu bisa ?"


jawab vella cepat,gadis itu segera mempersilakan fawaz dan vella duduk di atas hamparan karpet yang mulai memudar warna dan gambarnya.sementara gadis itu masuk lebih dalam ke rumahnya,vella dan fawaz saling berpandangan tanpa mengeluarkan kata-kata.


adik deni keluar dengan membawa nampan berisi dua gelas air putih diatasnya.


"kak,nenek masih sakit jadi kalo mau ketemu kakak harus masuk kekamar"


"kakak boleh masuk?"


gadis tadi mengangguk lalu berjalan lebih dulu menuju kamar yang ditempati neneknya.


"nek..ada temennya bang deni"


"oh...siapa namanya ?"


"saya vella nek" jawab vella sambil menyalami tangan keriput milik sang nenek.tangannya begitu kurus,vella nampak iba melihat keadaan sang nenek dan juga tempat yang ditinggalinya.


"nenek sakit apa?" tanya vella lagi setelah berhasil menguasai perasaannya.


"tapi badan nenek kayaknya anget,udah makan sama minum obat belom?"


"belom kak,obat nenek habis.semalem bang deni bilang mau beli tapi sampe sekarang malah belum pulang" nampak wajah khawatir sang adik membuat vella lagi-lagi menelan rasa kelu.


"sayang..kamu beli makanan dulu buat kamu sama nenek ya.kakak mau panggilin dokter supaya bisa periksa nenek" vella merogoh uang dari saku kanannya dan memberikan pada si adik agar lekas membeli makanan untuk mereka berdua.


vella keluar dari kamar dan berdiskusi dengan fawaz mengenai keadaan sang nenek yang memang butuh pengobatan.


akhirnya fawaz keluar untuk menjemput salah seorang dokter kenalannya.


"dek..abang kamu baik banget ya orangnya.semalem dia nitipin uang buat kamu sama nenek kamu.dia titip pesen ke aku katanya belom bisa pulang buat sementara.dia mendadak dapet kerja diluar kota"


"oh gitu ya kak,sukur deh kalo gitu soalnya aku khawatir banget takut abang kenapa-napa"


"dia baik-baik aja kok"


"kamu kelas berapa ki?"

__ADS_1


"kelas 9 kak"


"el..kita harus pulang"


"iya mas,hmmm ki kakak mau pulang dulu ya?ini uang titipan abang kamu.kalo ada apa-apa telfon nomer yang tadi kakak kasih oke?"


kiki mengangguk patuh tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada vella,fawaz serta dokter yang memeriksa neneknya.


"kamu tadi ngasih uang ke dia ?"


"iya mas"


wajah vella benar-benar terlihat sedih terlebih syok karena kondisi ekonomi mereka jauh dibawah bayangan vella.


"gak kebayang kalo aku gak ada kamu, jadinya kayak gimana"


mendengar itu fawaz tersenyum,istrinya ini selalu bisa membuatnya tersanjung walaupun vella tidak bertujuan seperti itu.tapi fawaz selalu menyukai kejujuran dan keterbukaan yang vella miliki.


"jadi harusnya kamu kasih aku hadiah dong"


vella sibuk dengan ponselnya dan terlihat panik sekarang.


"mas....gawat nih anak-anak marah ama aku"


"kenapa?" fawaz benar-benar tidak paham maksud vella.


"mereka tau kita udah nikah....duh gimana nih aku takut"


"udah tenang aja"


"tenang..tenang!!kamu sih...."


"kok aku?!!" wajah fawaz sengaja dibuat innocent ,membuat vella semakin gemas.


arrrrgggghhhhh


BERSAMBUNG


################################

__ADS_1


klik SUKA dan komentarnya gaess 😊😊😊


__ADS_2