
fawaz sudah terlihat rapi menggunakan jas hitam,kemeja putih tanpa dasi dan juga celana kain senada.dirumahnya sudah ada beberapa orang berkumpul.
dia segera menghubungi salah satu orang penting yang sedang ia tunggu kedatangannya.orang tersebut memberi kabar bahwa sebentar lagi dia sampai.fawaz menghembuskan nafas lega.dia menghampiri beberapa tamu yang sedang duduk santai di ruang tamu.
mama dan kakaknya dina juga sudah nampak cantik,mereka sedang duduk dimeja makan dapur setelah menyiapkan segala keperluan untuk acara.
sementara itu di lain tempat,vella sedang jalan berdua dengan nadia disalah satu supermarket.setelah melewati ujian semester yang cukup melelahkan mereka sudah berjanji akan pergi ke puncak selama dua hari.
"kayaknya kita perlu bawa bahan makanan juga deh nyong..ntar gue yang masak deh"vella memberi saran selagi mereka memilih beberapa makanan ringan yang akan dibawa kesana.
"waaah hebat lo sekarang mau masak segala.masak apaan emang ?" nadia mencibir,karena tau kemampuan memasak vella masih setara anak sd.sebelas-dua belas dengannya.
"spaghetti,kentang goreng,nugget,sosis"
nadia langsung tertawa terbahak-bahak.bagaimana tidak ??semua bahan makanan itu adalah bahan makanan olahan yang sudah jadi.tidak perlu skill khusus untuk mengolahnya lagi.
"nyet...nyet gue kirain lo bakal masak beneran"
"ya enggak lah.gila aja lo.yang ada kita berdua kelaperan disana"
nadia sedang mengambil beberapa bungkus keripik dari rak.sementara vella mengambil kue kering favoritnya.
"semoga aja anak-anak jadi ngikut"
"katanya sih ikut,oh iya nyong jangan bawa film horor.oke?!"
"enggak,gue juga ogah kali" mereka lalu kembali berjalan menuju ke tempat buah-buahan.
"gimana kalo gue ajak rama juga ?lo ajak deh tuh si fawaz biar rame.disana kan kamarnya ada empat tuh"
"ntar gue tanya dulu"
"lumayan juga ada cowoknya,buat jaga-jaga" nadia tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapi.
"modus,gue tau lo pengen berduaan ama sirama-rama" kami berdua mendorong troli belanjaan ke arah kasir.sepertinya semua keperluan sudah dibeli.
"itu juga kalo dia mau ikut nyet,gue belom nanya soalnya"
"hahaha...dasar lo.tapi gue heran kenapa anak orang kaya kerja jadi bartender"
"nyari pengalaman lah nyet,lagian kalo passion dia disitu mau gimana lagi ?"
"lo gak takut dia kegaet pelanggan ceweknya?secara disana banyak cewek pake baju seksi,cantik cantik lagi" nampak wajah nadia berubah murung.
"bangke lo,gue juga bisa kali kayak gitu.cuman gak mau aja"
"hahaha...bucin lo"
"eh sesama bucin gak usah teriak-teriak"
__ADS_1
"lah kalo gue mah udah di garansi say...langsung ke pelaminan"
"kapan?"
vella menggeleng mendengar pertanyaan sahabatnya itu.ya memang fawaz meminta vella menikah dengannya,tapi mereka belum sampai membahas hal itu.lagipula dia masih kuliah,banyak hal yang harus dipikirkan.
kakaknya saja batal menikah,vella berpikir tidak mungkin untuk mendahuluinya.
"sama aja nyet" nadia kini tersenyum mengejek,vella bahkan tidak memperhatikannya.dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.dia memberikan beberapa lembar uang pada nadia saat sadar mereka sudah sampai di kasir.
"woy..gak usah.lagian kan gue yang ngajakin.nih pegang" dia mengatakannya sembari menyelipkan uang tersebut ke dalam tas vella.
"ck..enak aja lo,ini kan belanjaan gue juga nyong.lo mau makan semuanya sendiri apa?" vella memberikannya langsung pada kasir dan mengatakan kekurangannya akan dilunasi oleh sahabatnya ini.
nadia yang melihatnya hanya memasang wajah datar sambil terus mengeluarkan belanjaan dari dalam troli.
"nyong,gue angkat telfon dulu.bang reza nih"
vella menjauh dan mencari tempat yang tidak terlalu banyak orang.
"halo"
"kamu lagi dimana dek,rame banget?"
"di supermarket belanja buat besok ke puncak.kenapa?"
"abang mau nanya serius.emmm kemaren fawaz ngelamar kamu ?"
wajahnya memanas seketika mendengar pertanyaan dari kakaknya itu.
"iya" lirih sekali dia menjawab karena merasa malu.reza hampir tidak mendengarnya sama sekali.
"kamu minta apa ke dia ?"
"ish...kepo"
"serius dek"
"dih...aku gak minta apa-apa kok"
"iya abang tau,maksudnya kalo misal dia mau nikahin kamu.kamu minta maharnya apa ?"
"belom kepikiran"
"aduh..tinggal jawab aja lama banget"
mata vella berputar mengelilingi seluruh supermarket.kenapa abangnya ini sangat memaksa ingin tau.
"oh..aku pengen ke dubai" wajahnya cerah saat mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"yaudah,abang tutup dulu"
wajah vella berubah kesal karena sang kakak tanpa babibu langsung menutup telfonnya.dia menyusul nadia kekasir dengan muka ditekuk.
"kenapa nyet?"
"bang reza nyebelin"
nadia memutar bola matanya malas.sudah sering dia mendengar kata itu dari mulut sahabatnya.biasanya dia akan bertanya ada apa,kenapa lagi,why.
tapi kali ini dia diam saja.bosan sepertinya.
"yaudah yuk pulang.belanjaannya lo yang bawa.gue pulang ngojek aja biar cepet"
"serius?"
"iya lah,kasian lo bolak balik nganter gue doank"
setelah sampai di parkiran dan memasukkan beberapa kantong belanjaan mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.
besok mereka akan berangkat siang hari.sesampainya dirumah dia segera menghubungi fawaz.dia berencana untuk mengajaknya pergi ke puncak.tapi sekali di hubungi tidak langsung diangkat.dia lalu berjalan menuju kamar mamanya,
tapi ternyata pintunya dikunci.dia mengetuk pintu beberapa kali.
"ma...udah tidur belom ?"
"belom vel,kenapa?" jawab mamanya dari kamar,tapi pintunya tak kunjung terbuka.
"vella mau ngomong bentar"
"iya nanti mama keluar deh" vella bingung dengan sikap mamanya yang agak aneh.tapi dia mengacuhkannya dan berlalu pergi kekamar.dia segera masuk kekamar mandi dan membasuh wajahnya lalu berganti pakaian dengan tanktop dan celana pendek.dia sedang menghubungi fawaz lagi saat sang mama masuk kekamarnya.wajah beliau terlihat sangat bahagia sekaligus terharu.
"ma,besok aku mau ke puncak ama nadia"
sang mama mengelus kepala putrinya lembut.
"berapa hari?"
"dua harian ma.boleh ya?"
"boleh,tapi kamu hati-hati"
"siap bos" vella sangat senang karena sang mama mengijinkannya kali ini.
"yaudah aku mau tidur dulu" begitu mamanya keluar dia menghubungi fawaz lagi tapi tak diangkat membuatnya kesal.dia memutuskan untuk tidur saja.dia mengirimi pesan dan memintanya membalas sesegera mungkin saat sempat.
BERSAMBUNG
################################
__ADS_1
MAKASIH SUDAH MAU MEMBACA CERITA INI 😊😊😊😊😊
klik SUKA dan komennya please 😘😇😇😇