Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
serius


__ADS_3

rasanya sungguh nyaman bisa tidur diatas kasur,aku mengucek mata perlahan.


setelah kuingat ingat lagi semalam fawaz menyuruhku untuk tidur di apartemennya.mungkin aku tertidur saat masih di mobil sampai-sampai aku lupa bagaimana kami sampai disini.tapi dimana dia?


sedari tadi tak ada suara apapun yang kudengar selain detikan jarum jam.


aku segera bangun untuk mencarinya.ternyata sudah jam 8 pagi,


bila mama tau aku bangun sesiang ini sudah pasti aku akan kena marah


"mas..."


suaraku menggema ke penjuru ruangan,aku keluar kamar menuju ruang tamu.ternyata dia tidur disofa.kakinya tertekuk karena panjang sofa tidak sebanding dengan badannya yang memang tinggi.aku lalu mendekatinya,mengamati wajahnya yang damai nampak tertidur begitu pulas.


aku berinisiatif untuk memesan sarapan terlebih dahulu,tapi tas milikku entah dimana.dompet dan ponselku ada disana semua.aku juga ingin sekali memberi kabar pada mama bahwa aku menginap disini.


kacau sekali pagiku kali ini.aku beranjak menuju dapur untuk mencari air minum.dapurnya begitu rapi,bersih dan terkesan minimalis namun kalau dilihat dari peralatannya bisa dikatakan cukup mewah.


kalau dapurnya seperti ini mungkin aku jauh lebih sering belajar memasak.hehe


aku membuka kulkas dan mendapati ada air mineral disana setelah minum beberapa teguk aku mengambil beberapa buah anggur,kiwi,strawberry dan juga buah naga.di meja sebelah kulkas ada buah pisang yang cukup matang.


aku akan memotong buah-buahan tadi,roti tawar yang ada di kulkas sepertinya cukup untuk sarapan kami berdua.nanti aku akan menghangatkannya dengan menggunakan teflon.


saat aku sedang asik memotong buah naga,aku mendengar suaranya memanggil namaku.aku lalu menoleh ke arah suaranya berasal.


dengan rambut sedikit berantakan dan tatapan tajamnya dia mendekat kearahku.


"kamu lagi ngapain ?"


"ini motong buah buat sarapan,oh iya kamu liat tasku gak mas?"


"ada dikamar,aku taro diatas meja"


saat berada disampingku dia mengambil satu potong buah diatas piring dan mengunyahnya pelan.


"yaudah aku mau kabarin mama dulu"


belum juga beranjak dia sudah merangkul pinggangku mesra.ah aku rasa ini terlalu berlebihan.dia membuatku merasa canggung sekaligus takut dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


"aku udah kabarin bang reza semalem"


"terus mama gimana?"


"mama kamu marahin aku tadi karena kamu belom pulang"


refleks aku melepaskan rangkulannya.hatiku sudah sangat cemas,kalau mama sampai marah padanya,apalagi padaku ?


bagaimana kalau mama mengacuhkanku lagi?


"tuh kan...apa aku bilang" aku lalu berjalan keluar dari dapur menuju kamar untuk mencari dimana tasku berada.


aku bisa melihat dia mengikutiku saat ini.dia menggunakan kaos berwarna abu-abu serta celana pendek berwarna putih.bulu dikakinya sangat lebat.sulit bagiku untuk tidak melirik kearah sana.huh dasar mata kurang ajar.


aku segera menghubungi nomor mama,begitu tersambung aku sudah bersiap untuk mendengar omelannya yang sudah pasti panjang kali lebar.aku terkejut saat tiba-tiba fawaz memelukku dari belakang.saat aku mau memprotesnya,suara mama terdengar dari ujung sana membuatku langsung mengalihkan perhatianku pada mama.


"halo ma..."


suaraku terputus karena merasakan geli dibagian tengkukku yang terkena bulu-bulu halus dari wajah fawaz.aku bahkan sampai menggenggam ponselku erat.


"kamu kok gak pulang-pulang sih vel?terus kenapa semalem gak nginep ditempat abang kamu?!!"


"iya bentar lagi pulang ma,semalem kan aku telfon abang gak diangkat.jadi aku gak berani langsung pulang kesana"


"iya ma.yaudah aku tutup dulu telfonnya"


"ati-ati pulangnya"


"iya.assalamu'alaikum"


begitu telfon terputus aku segera membalikkan badan,karena pelukannya begitu erat.dia tidak tau apa kalau jantungku sekarang sedang berdebar tak karuan.kedua tanganku berusaha mendorong badannya sekuat mungkin.tapi tetap tak ada perubahan.


"mas..awas ih aku mau siap-siap pulang"


"el..kapan kamu siap nikah sama aku?"


"ap..apa ?"


"nikah..sama aku"

__ADS_1


"lepasin dulu dong.."kalau dipeluk terus seperti ini aku justru tidak bisa berpikir jernih tau ?!!


"jawab dulu baru aku lepasin"


"curang"


"jawab aja"


"terserah ah..udah buruan lepasin"


"kalo sekarang gimana?" saat aku mendongak karena terkejut dengan pertanyaannya dia justru melumat bibirku penuh nafsu.ciumannya terasa seperti orang yang sangat kehausan,begitu panas dan menuntut untuk segera terpuaskan.


dia berhasil memperdalam ciumannya saat aku terpekik kaget karena mendapat usapan lembut dibagian perutku.semakin lama tangannya semakin masuk kedalam balik bajuku.membuat kakiku lemas karena terbuai dengan ciumannya yang begitu memabukkan.tanpa sadar tanganku sudah ada dipundaknya berpegangan erat.tangannya kini menopang badanku dari belakang.


hingga akhirnya aku melepaskan ciuman karena nafasku yang sudah hampir habis.


aku menyenderkan kepalaku didadanya, terlalu malu untuk menatap matanya saat ini.


jadi dia memang serius mengajakku menikah?ini kedua kalinya dia menanyakan tentang pernikahan padaku.


"mas...kamu serius mau jadiin cewek kayak aku jadi istri kamu?"


"kenapa ?kamu gak mau?" suaranya terdengar jelas,apalagi aku masih menyandar didadanya.


"hmm..bukan gitu.tapi aku takut kamu nyesel milih aku"


tiba-tiba dia menangkup wajahku dengan kedua tangannya.pandangan mataku masih menunduk karena aku ragu untuk menatap matanya langsung"


"liat aku el,apa aku pernah bercanda sama omonganku?"


tetap menunduk aku menggelengkan kepalaku,karena seingatku memang dia tidak pernah bercanda seperti itu.


"aku serius el"


aku mengangguk kali ini,mulai mempercayai ucapannya.


BERSAMBUNG


################################

__ADS_1


dear readersku tercinta..tolong vote cerita ini.klik SUKA dan minta komentarnya juga kalo ada.apapun itu aku berterima kasih banget.


write with love 🙆🙆


__ADS_2