
suasana hati vella semakin memburuk bila ia berada dirumah,ternyata sekarang sang ibu memihak pada kakaknya.
menyuruhnya untuk membersihkan kamar,mencuci piring bekas makannya dan juga mencuci baju dan sepatunya sendiri.
setiap dia akan protes a.k.a merajuk alias ngambek,sang ibu akan masuk ke dalam kamar dan menguncinya.bahkan mengacuhkannya hingga keesokan harinya, membuat vella tak berani untuk meminta macam-macam.
hari ini dia ada kelas dari jam 1-3 siang lalu lanjut jam 4 sore,nadia selalu menjemputnya bila kebetulan ada jadwal di hari yang sama.
meskipun vella bisa mengendarai motor,bila tidak begitu terpaksa dia tidak akan membawanya.
tapi pukul 10 dia sudah minta untuk dijemput nadia karena merasa bosan dirumah.sang ibu pun cuek bebek terhadapnya,beliau masih kesal karena kemarin vella melupakan pesan ibunya untuk mengangkat jemuran hingga semua baju yang dijemur kehujanan.
setelah berpamitan pada ibunya dia keluar karena nadia sudah menunggunya didalam mobil.
"kenapa lu nyet?" tanya nadia sambil merapikan rambutnya.
"nyokap,sekarang tambah galak ama gue nad"
"apa gue bilang,lo si dikasih tau gak percaya.elo tuh bantu-bantu apa kek dirumah.kasian tau nyokap lu"
"iya-iya lo lama-lama kayak abang gue,ngasih nasehaaaat mulu kerjaannya" vella mulai mengeluh lagi.dia mulai kesal karena tiap menghubunginya sang kakak hanya akan menceramahinya panjang lebar.dan semakin panjang urusannya bila vella mengabaikannya.
"itu tandanya banyak yang sayang ama lo tau"
"haha...makasih karena lo udah sayang ama gue nyong" jawab vella sambil tertawa garing.
"prett lah elo makasih-makasih tapi entar gue minta tolong elonya gak mau"
__ADS_1
jawab nadia sambil menyetir ke arah kampus.
"ya abis lo minta tolong gak kira-kira,lo ajakin gue ketemuan ama sirama-rama di klub?!
sama aja lo minta gue disambit ama bang reza kalo ketauan"
"yaelaaah,kan kita gak masuk nyet.diluar doank.dia itu kerjanya emang bartender mau gimana lagi coba?"
"nggak nyong,itu udah kode merah dari abang gue.mending lo ajakin gue nonton film horor atau makan ceker setan dah"
nadia langsung menyeringai mendengarnya.
"deal,ntar malem gue nginep tempat lo kita makan ceker setan sambil nonton"
"what?!!!!" nadia tersenyum licik,sudah lama dia ingin sekali mengajak vella makan-makanan pedas tapi selalu ditolak dengan alasan dirinya tidak kuat makan makanan yang terlalu pedas.vella menyesal sudah mengatakannya.
saat dia akan memblokir nomor tersebut,vella langsung terkejut karena lelaki itu sudah bisa membaca pikirannya terlebih dahulu.
katanya bila nomernya diblokir dia akan melaporkan pada polisi atau dia akan mencarinya hingga ke lubang cacing sekalipun.membuat vella bergidik ngeri.
siang ini dia meminta untuk bertemu,tapi vella langsung menolak karena ada jadwal kuliah.
"jam 7 malem,di unicoffee jl.merdeka.
jangan telat"
vella hanya membalas sekali lalu memilih memasukkannya ke dalam tas.dia bahkan tidak berharap untuk mendapatkan balasan.
__ADS_1
"nyong,orang yang minta nomer hape gue minta ketemuan" kata vella cemas.
"yaudah lo temuin aja,lo kan harus ganti rugi"jawab nadia enteng
"lo temenin ya?ntar malem jam 7"
"gak bisa nyet,gue ada janji ama rama"
"ihhhh...temen apaan lo ?!"
"sorry ya,gue udah janjian dari seminggu yang lalu.jadi jawaban gue gak bisa"
wajah vella berubah masam,sebenarnya apa yang orang itu mau?
orang ini begitu membingungkan.bukannya mengatakan yang dia mau lalu urusan akan selesai lebih cepat tapi orang ini justru mengajaknya bertemu.
arghhhh menambah beban pikirannya saja.dia sedang terpojok dan merasa frustasi karena sedang diacuhkan oleh ibunya.dan sekarang ditambah pria yang tak jelas apa maunya membuatnya semakin pusing.
dilihat dari penampilannya waktu itu,lelaki itu tampak seperti pembunuh berantai di film-film.
begitu sampai dikampus kedua gadis itu berpisah karena nadia ada kelas.sementara vella memilih untuk pergi ke perpustakaan.
dia berharap semoga lelaki misterius itu segera pergi dari hidupnya.
###############################
vote & koment yukkkk,aku tunggu 😋😋
__ADS_1