
fawaz sedang memarkir mobilnya diluar cafe,dia sengaja tiba 15 menit lebih awal agar tidak terlambat.lalu menghubungi gadis yang bernama vella,tapi tidak ada jawaban.
dia segera masuk dan memilih tempat paling belakang yang tidak terlalu menarik perhatian.
sambil menunggu ia beberapa kali menghubungi seseorang dan menginstruksikan beberapa hal.
melihat jam di pergelangan tangannya,dia menghela nafas kesal.padahal gadis itu yang menyuruhnya untuk tidak terlambat.sudah pukul 7.03 tapi masih belum ada kabar darinya.
dia masih menunggu sambil mengecek hapenya mengetik,menelfon hingga akhirnya gadis yang ia tunggu menghubunginya.
"....."
"saya sudah didalam,meja 16"
tut
fawaz tidak menunggu jawaban gadis itu karena kesal.lihat saja,bila gadis itu sudah ada di hadapannya,dia akan memarahinya karena sudah membuatnya menunggu selama hampir setengah jam.
seseorang berdiri di hadapannya,dengan rok berwarna hitam selutut,tank top warna hijau tosca dan juga blazer berwarna senada melapisinya.rambut panjangnya terikat sejadinya karena tadi ia terburu-buru.dia menjinjing tas ranselnya saat masuk tadi.
"maaf terlambat" saat duduk vella membuka kancing blazernya.dan membuat sedikit tonjolan yang tercetak di dadanya terlihat.hal itu tak luput dari pandangan fawaz sehingga membuatnya memalingkan wajah.
"kenapa?" tanya fawaz dalam.dia menggunakan celana panjang berwarna biru navy dan juga t-shirt putih dengan kerah berwarna senada dengan celananya.jam tangan hitam melingkar di tangan kanannya.
"apa?" tanya vella lagi karena dia tadi sedang mencari-cari sesuatu didalam tasnya.
"kenapa kamu telat?"
"emmm,tadi saya telat soalnya harus bikin janji sama temen buat tugas kelompok"
takut-takut vella menjawab karena lelaki didepannya ini terlihat menyeramkan.
ibarat kata sedikit saja dia melangkah ke arah yang salah maka dia akan habis diterkamnya.
"oh...kamu tau saya udah nunggu disini hampir dari setengah jam yang lalu karena kamu bilang supaya saya gak dateng telat"
vella langsung menyesal,sebenarnya tadi dia sudah berlari untuk datang kesini.tapi ditengah jalan teman satu kelompoknya menanyakan beberapa pertanyaan untuk tugasnya.dan dalam waktu dua hari tugas itu harus terkumpul.
"emh...maaf pak" vella hanya bisa menunduk.
fawaz bingung kenapa gadis didepannya ini memanggilnya pak,apa dia terlihat setua itu?
__ADS_1
dia segera memanggil pelayan karena dia akan memesan makanan.
dia juga menyuruh vella untuk memesan makanan.
tapi karena takut vella hanya memesan jus tomat.
"yaudah mbak,nasi gorengnya dua.jangan terlalu pedas"
selepas pelayan itu pergi fawaz segera melanjutkan obrolannya.
"saya mau kamu ganti rugi,tapi gak pake uang"ucapnya tegas tapi masih belum jelas apa maksudnya.
"terus apa pak?" vella sudah tak sabar karena lelaki ini terlalu bertele-tele.ibunya sudah menelfonnya dari tadi.
"kamu harus bantu saya buat ngawasin seseorang"
"pak permisi saya mau jawab telfon dari mama saya dulu" tanpa menunggu jawaban,vella mengangkatnya.
"assalamu'alaikum ma"
"...."
"iya ma,gak nyampe jam 9 aku udah pulang kok.ini lagi bahas tugas dulu"
"...."
fawaz mengamati vella lagi,baginya wanita ini terlalu mudah mengatakan hal-hal yang belum tentu bisa ia tepati.maksudnya disini adalah janjinya yang berkenaan dengan waktu.
"lanjut pak,tadi sampai mana ya?"
"saya butuh kamu,buat nemenin saya" pikiran vella langsung mengarah ke hal negatif saat mendengar kata nemenin saya barusan.
"apa dia pikir gue ini ayam kampus?" batinnya dalam hati.hal tersebut membuatnya tak fokus.
"pak ,tunggu dulu.maksud bapak apa ya?kalo bapak pikir saya ini ayam kampus seperti cewek-cewek lainnya,bapak salah besar" kalimatnya terdengar ketus sekarang.
"ayam kampus??gadis ini sudah salah sangka rupanya"
pelayan datang dan menyajikan makanan juga minuman pesanan fawaz.
"makan" titahnya datar.tapi vella tak bergeming.dia masih menunggu fawaz menjelaskan semuanya saat ini juga.
__ADS_1
fawaz lalu menghela nafas
"gausah mikir yang enggak-enggak.makan dulu nanti saya jelasin"
vella bersikeras untuk tidak menyentuh apapun,karena takut ia akan disuruh membayar dengan tubuhnya.
"kamu cuma harus nemenin saya kalo pas saya lagi ngawasin seseorang"
vella masih terdiam mencerna kalimat yang didengarnya barusan.
"oke..."
"makan sekarang"kali ini terdengar jauh lebih tegas.membuat vella mau tidak mau menurutinya.
hening
mereka sibuk dengan makanan masing-masing.
fawaz yang selesai lebih dulu mengecek ponselnya.
"besok jam 1 siang kamu harus temenin saya ke puncak" kalimatnya barusan tak terbantahkan.
"saya usahain pak"
"coba kamu bisa gak panggil saya jangan bapak" lama-lama telinganya gatal karena mendengar dirinya dipanggil bapak.usianya saja baru 27 tahun.
vella masih diam mendengar protes dari lelaki didepannya barusan.dia saja belum tau siapa nama lelaki ini.
"nama saya fawaz"
"saya gak bisa panggil nama" rasanya aneh bila dia hanya memanggilnya dengan nama saja.
"kalo mas,boleh?" lanjutnya ragu-ragu.terdengar sedikit aneh bagi fawaz tapi jauh lebih baik sekarang.
"besok kamu hubungi saya sebelum jam 9 pagi.jangan telat"
mereka sudah ada di parkiran,fawaz menawarkan untuk mengantar vella pulang.tapi langsung ia tolak.nanti akan timbul banyak pertanyaan bila ibunya melihat ia diantarkan lelaki pulang kerumah.
dia segera naik ke kendaraan ojek online yang sudah menunggunya.
################################
__ADS_1
segini dulu ya??
yang mau kasih saran langsung komen aja.oke 😉😉