
jum'at sore nadia,vero,friska dan juga tamara mengajakku jalan-jalan ke mall.mereka juga ada rencana untuk pergi karaoke seperti kebiasaan kami dulu.
aku senang kami akhirnya bisa menyempatkan waktu untuk kumpul bersama lagi setelah terpisah beberapa lama.dua dari tiga temanku yang baru muncul yaitu tamara dan vero memilih kuliah di universitas luar kota.katanya ingin mencari pengalaman sekaligus merasakan jadi anak rantau.haha dari ceritanya saja mereka banyak mengeluh.
sementara friska sudah bekerja semenjak lulus sma.
"lo kenapa vel,diem-diem bae" tamara dari dulu memang paling suka menggodaku dibanding teman-temanku yang lain.
"lagi bt gue"
mereka mulai menggodaku dengan segala macam cara tapi entah kenapa aku tidak tertarik.hanya vero yang diam memperhatikanku dengan seksama.
saat nadia,tamara dan friska bangun untuk menyanyi bersama,vero mendekatiku dan mengajakku berbincang empat mata.dia tidak langsung menanyakan masalahnya tapi menanyakan mama,bang reza dan juga kuliahku.setelah aku mulai santai dia baru menanyakan aku yang sepertinya kurang semangat.
"keliatan banget lo kayak orang patah hati,kenapa gak lo coba chat dia lagi?"
__ADS_1
aku menggeleng,aku tidak mau menghubunginya duluan.pesan yang kemarin saja belum dibalas,kenapa aku harus menghubunginya lebih dulu?aku tidak sedepresi itu menantikan kabar darinya.
"vel,jangan sampe ntar lo nyesel karena nurutin ego lo itu.ngehubungin dia duluan bukan berarti lo kalah,jangan ngikutin cara orang lain ngejalanin hubungan mereka.tapi ikutin perasaan lo sendiri"
"lo ngomong gitu kayak gue ama dia udah pacaran aja" aku tersenyum getir,belum apa-apa aku sudah merasa kecewa.apalagi kalau aku pacaran dengannya ?
mungkin aku akan sering menangis karena dia acuhkan.tidak,aku tidak mau.
"tapi gue ngerti gimana perasaan lo sekarang.jangan bikin asumsi sendiri,kalo mau selesein masalah lo harus jalin komunikasi sebaik-baiknya" sarannya penuh dengan perasaan.aku tau dia tulus mengatakannya.bahkan sedari awal dia mengajakku ngobrol berdua bibirnya selalu tersenyum.
aku langsung memeluknya air mataku bahkan keluar dengan begitu derasnya.tamara,friska dan nadia menghentikan acara menyanyinya dan memeluk kami berdua yang masih duduk di sofa dengan erat.sesaat kemudian akhirnya senyumku muncul.
aku tak ambil pusing dan segera meraih mikrofon.menyanyi dengan sepenuh hati meskipun bahasa inggrisku berantakan.
mereka menghampiriku dan menyanyi bersama-sama sambil saling merangkul.
__ADS_1
jadi ingat ya....kalau kalian sedang merasa sedih,menangislah sepuas hati lalu bangkit dan lanjutkan hidup dengan penuh semangat.
kilasan kebersamaanku dengan fawaz terulang bagai film yang sedang diputar di bioskop,dan aku tersenyum.saat-saat itu memang cukup berkesan bagiku.
dia lelaki pertama yang membuatku merasa senang setelah dua tahun kepergian papa.
kejadian kami bertemu di bioskop pertama kali,terjebak dilemari,kejadian dikamar hotel,di panti asuhan semuanya membuatku tersenyum.
dan momen dimana dia memintaku menjadi pacarnya.saat itu aku memang tidak menganggapnya serius sama sekali sehingga aku langsung menolaknya.
tapi sekarang aku ingin momen itu terulang dan aku akan menjawab iya.
tapi sepertinya itu tidak mungkin.
###########TAMAT###############
__ADS_1
tapi boong 😆😆😆
klik SUKA ya readers 😚