
"mas,kamu lagi dimana ??dari tadi ditelfon gak diangkat??"
aku sangat lega ketika akhirnya fawaz menelfonku balik.mbak dina masih fokus menyetir sementara sesekali melirik ke arahku.
"sorry el,aku sekarang dirumah sakit.mama dadanya sesek lagi soalnya"
"APA?!! rumah sakit mana?! aku kesitu"
"sentra medika,kamu tau kan?"
"OTW"
aku segera menjelaskan pada mbak dina bahwa kami harus segera kerumah sakit,yah semoga saja keadaan ibu mereka tidak apa-apa.kasihan mbak dina,baru akan bertemu setelah sekian lama tapi justru keadaannya menegangkan seperti ini.
"mbak,kita ke sentra medika ya.katanya mamanya mbak lagi dirawat disana"
dia tampak mengangguk pelan,aku bisa melihat raut sedih diwajahnya saat tadi keluar kata rumah sakit dari mulutku.
waktu terasa begitu lama,membuatku sangat tidak sabar,kenapa jalanan bisa semacet ini sih ??
aku terpikir abang ojol,tapi jarak rumah sakit tinggal sedikit lagi.arrgggh aku hanya bisa menghela nafas.
"mbak,kamu ga pa-pa kan ??" dia jadi pendiam,tidak seceria tadi saat kami masih di kafe.
"ahh,nggak pa-pa vel" kini dia mulai sedikit tersenyum.aku mengangguk paham karena sepertinya dia butuh waktu untuk berfikir.
lima menit kemudian kami sudah sampai dirumah sakit tersebut,aku dan mbak dina segera menuju ke ruang rawat milik mamanya.
aku juga mengabari fawaz kalau aku sudah sampai dirumah sakit dan sedang menuju ketempatnya.kulihat dia sedang duduk dikursi tunggu.tersisa jarak lima meteran aku memanggilnya karena dia sedang menunduk mengamati layar hapenya.
aku menggenggam tangan mbak dina erat,jujur saja entah aku merasa tegang sekarang.
nampak fawaz sedikit terkejut saat melihat mbak dina juga datang.
__ADS_1
"gimana mama kamu mas ?" aku menanyakan hal tersebut karena tau mereka pasti merasa canggung.tapi mereka masih tidak saling menyapa.hanya bertukar tatap satu sama lain lalu mengalihkan pandangan padaku.
"ayo masuk,mama nungguin" aku berani sumpah saat dia berkata sang mama sedang menunggu nada suaranya sedikit bergetar.
"mas,aku udah jelasin dikit ke mbak dina tadi.jadi aku keluar dulu ya" aku baru masuk sedikit melewati pintu...dan berbalik keluar lalu menutup pintu dibelakangku.
yah lebih baik aku memberi mereka waktu untuk menyelesaikan segalanya.
*****
"ma,mbak dina dateng" bisikku didekat telinga mama.perlahan dia membuka matanya dan memandangku lalu ke mbak dina yang sedang berdiri dibelakangku.
"dina...medina kamu disini nak" tangis mama pecah seketika,dia berusaha bangun dari tidurnya ingin mendekat.namun aku segera mencegahnya.mbak dina juga mendekat,membantuku menenangkan mama.
air matanya juga sudah jatuh semenjak tadi mama memanggil namanya.
mereka langsung berpelukan sangat erat seperti tak mau dipisahkan lagi.aku menoleh kesamping mencoba untuk menghalau air mata yang juga akan keluar.akhirnya kami bisa berkumpul kembali,dan mama bisa bertemu mbak dina melepas kerinduannya.
terima kasih ya Allah,akhirnya aku bisa mengabulkan keinginan mama.
"jadi kamu adekku kan?"
aku mengangguk,dia lalu balik memelukku erat.mama hanya memandangi kami sambil tersenyum.
setelah pelukan kami terlepas,mbak dina memasukkan tangannya kedalam tas mengambil sesuatu.
"liat,aku selalu bawa foto kalian kemana-mana"dia menunjukkan foto usang padaku dan mama.difoto itu anak perempuan yang sepertinya mbak dina tersenyum ke arah kamera,sementara anak laki-laki yang lebih kecil sedang berada dipangkuan mama.
mama tersenyum lebar.yah ternyata meskipun sekian lama tidak bertemu, mbak dina tidak melupakan kami.berbeda denganku yang belum ingat apa-apa,saat itu dia sudah lebih besar dariku dan bisa mengingat beberapa hal.
mama sibuk menanyai mbak dina dengan berbagai hal,sementara aku keluar menyusul el diluar.aku menghampirinya,dia terlihat sangat lelah.
"jadi kamu diem-diem ketemu mbak dina,nggak ngasih tau aku?"
__ADS_1
"maaf mas,niatnya tadi aku cuma ketemuan aja,tapi aku gak tahan pengen ngasih tau jadi aku cerita dikit" wajahnya sedikit ketakutan,lucu sekali.padahal aku tidak marah,memang wajahku semenakutkan apa sampai dia menunduk seperti itu.aku menyeringai dan kembali ke mode tenang saat el mengangkat muka.
"masuk dulu sana,nanti aku anter pulang.kayaknya kamu capek banget"
aku menunggu diluar,setelah el masuk keadaan menjadi sedikit gaduh.sepertinya mbak dina betul-betul menyukai el,karena terdengar tawanya dari sini saat menceritakan kontribusi el sehingga kami dapat berkumpul kembali.
keadaan sedikit lebih tenang sekarang,jadi aku mengajak el untuk pulang.aku sudah menyuruh bik mar untuk datang kerumah sakit menemani mama selagi aku pergi.mbak dina juga akan tinggal lebih lama karena masih merindukan mama.
"aku mau ngambil berkas dulu diapartemen gak pa-pa kan ??biar gak bolak-balik"
kami sudah duduk dimobil,dia mengiyakan ajakanku tanpa banyak kata.
kami berjalan dalam hening,nampaknya dia benar-benar lelah.
nada dering hapenya memecah kesunyian,siapa yang menelfon ?
"halo? oh edo,ada apa?"
"....."
"aduh gue gak bisa,lagi capek banget nih maaf ya.lain kali deh"
nampak wajah el seperti menyesal.apakah ini edo yang sama yang menjadi model di restoku ?! jadi mereka dekat ?!
"...."
"oke.bye"
akhirnya sampai juga diapartemen,hari sudah sore.jadi aku buru-buru mengajaknya naik.
"jadi kamu deket sama edo?!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
klik SUKA & KOMEN ya gaess 😘😘😃