
pukul 11 malam handphone vella berdering,menandakan ada telfon masuk.gadis itu segera meraba ke bawah bantal disamping tangannya.
"halo...."
"el"
"oh kamu mas,lagi ngapain ?" vella mengerjap-ngerjapkan matanya,mendapati wajah fawaz mendominasi layar membuat senyumnya terbit.
"mau tidur, tadi abis kumpul ama temen sebentar.maaf ya baru ngabarin" dilihatnya fawaz masih menggunakan kemeja putih.bulu-bulu halus didadanya sedikit menyembul membuat wajah vella panas.
"oh gak pa-pa.gimana besok bisa ikut gak ?"
"emmm..kalo aku nyusul berangkatnya gimana?besok kan resto tutup jam 7 malem terus senen juga libur"
"boleh,kamu bener gak ada jadwal lagi ?"
"enggak"
vella nampak tersenyum-senyum dari tadi.sepertinya dia senang karena akhirnya fawaz menghubunginya dan lelaki itu juga bersedia ikut dengannya menginap di puncak.
"sip.pacarnya nadia juga kayaknya bakal ikut"
"oh ya ?gimana kalo aku ngajak ben juga ?"
"ben siapa ?" dahi vella mengerut,sepertinya dia lupa dengan chef yang waktu itu memperkenalkan diri saat pertama kali dia datang ke restoran.
"chef resto"
"oh...emang dia mau ikut acara ginian ?"
"nanti aku urus,kirim aja alamatnya" jawabnya tenang.
vella kini merubah posisinya menjadi duduk menyender ke ranjang.hampir setengah badannya nampak dilayar.
"siap bos.eh ngomong-ngomong kok muka kamu merah gitu sih mas ?"
"ah...anu panas banget hawanya disini" fawaz menjawab dengan sedikit tergagap.
dia melepas kemejanya dan kini badan atletisnya terpampang jelas didepan vella.
__ADS_1
"aku mau mandi dulu ya,gerah banget soalnya" sambung fawaz lagi,tanpa menunggu jawaban vella,dia segera meletakkan ponselnya dimeja samping ranjang.berjalan cepat menuju kamar mandi.
didalam sana dia langsung menyiram badannya dengan air dingin.
bisa-bisanya dia langsung on hanya dengan melihat vella yang memakai tanktop.ditambah lagi rambutnya yang kusut khas orang bangun tidur terlihat sangat seksi.ini kali kedua dia melihat rambut vella yang nampak sangat natural walaupun kini warna rambutnya berubah tapi itu justru menambah kecantikannya.
bibirnya yang semerah ceri dan semanis buah kurma ajwa menjadi candu baginya.tiap kali fawaz mengingat ciuman mereka waktu itu,dia langsung tertantang untuk segera menjadikan vella miliknya yang sah.
terhitung sudah 3 bulan mereka berkenalan tapi rasanya sosok vella yang cemberut bila sedang kesal selalu bisa membuatnya tertawa.wajahnya yang terkesan cuek berbanding terbalik dengan hatinya yang ternyata begitu lembut dan mudah sekali tersentuh.
sungguh berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini mengisi hatinya.mereka selalu sibuk merias diri,belanja dan jalan-jalan dengan sahabatnya.tapi tiap kali fawaz mengajak mereka ke panti asuhan milik bu rahma wajah mereka langsung berubah tidak suka dan tak lama kemudian merengek untuk segera pulang.
setelah dirasa badannya cukup terkontrol,fawaz keluar dengan hanya mengenakan celana boxer.
"mas udahan mandinya ?"
fawaz tidak tau bila telfonnya masih tersambung.kini dia sudah duduk nyaman di ranjang.
"kirain udah kamu matiin telfonnya"
"belom lah,aku jadi gak ngantuk sekarang.ternyata kamu mandinya lama banget kayak putri solo"
"kok bisa ?"
"pakek nanya lagi!!gara-gara kamu lah nelfonin aku jam segini padahal aku lagi enak-enaknya tidur"
"yang nyuruh aku buat bales secepetnya siapa?"
vella makin cemberut saat sadar dialah yang menyuruh fawaz untuk segera mengabarinya.
"iya-iya aku yang salah"
"terus kamu mau ngapain sekarang?"
"gak tau,makan kali bikin mi instan"
"gimana kalo kita keluar?makan di angkringan?"
"enggak ah,udah tengah malem gini aku takut dimarahin mama"
__ADS_1
"enggak,udah ayok buruan gak usah dandan kamu pake jaket aja sama celana panjang biar gak dingin.seperempat jam aku nyampe situ"
tut
video call-nya langsung dimatikan,membuat vella panik.
ya tuhan...kayaknya mas fawaz mau kesini beneran.apa aku bangunin mama aja buat minta ijin?
dia segera mengambil sweater besar untuk menutupi tubuh bagian atasnya sementara celana pendeknya diganti dengan celana jeans selutut.rambutnya ia cepol asal dan tak lupa membawa dompet dan ponsel.
dia mencoba mengetuk pintu kamar mamanya,tapi tidak ada sahutan,dia mencoba membuka pintu pelan-pelan agar tak menimbulkan suara dan bisa mengagetkan mamanya.
"ma..."
sang mama menggeliat pelan mendengar vella memanggilnya.
"ma,aku mau makan diluar ya ama mas fawaz?"
"jam berapa sih vel?" meskipun terpejam beliau masih bisa menjawab pertanyaan vella dengan jelas.
"jam 12 ma"
"hmm..yaudah sana"
"serius boleh ma?" vella tersenyum girang mendapat ijin dari mamanya.sebenarnya sedikit aneh kenapa mamanya sampai memberi dia ijin pergi tengah malam dengan seorang laki-laki.
"iya boleh,pulangnya ke tempat reza aja"
"loh..emang kenapa?" dari luar rumah terdengar suara mobil berhenti.sepertinya itu memang mobil fawaz.
"udah sana,mama mau tidur vel"
"yaudah ma,aku berangkat dulu.muach"
setelah mencium pipi kiri mamanya vella bergegas keluar rumah dan menghampiri mobil yang terparkir.
nampak kaca jendela pengemudinya terbuka,dan muncullah wajah fawaz yang meskipun nampak mengantuk tapi tetap terlihat tampan.apalagi senyumnya yang jarang sekali muncul sekarang begitu awet menempel diwajah garangnya.
"ayo naik"
__ADS_1