
Fawaz POV
untunglah jarak mobilku yang mogok dengan villa yang disewa el dan teman-temannya tidak terlalu jauh.dengan lampu senter dari handphone aku menyusuri jalan sesuai dengan arahan google map.
tak sampai limabelas menit aku sampai disana.aku berjalan semakin dekat dan dari jendela aku bisa melihat cahaya televisi berpendar.berarti ada orang yang masih terjaga.aku mendekat ke arah jendela yang tertutup korden putih seperti jaring.dari sini masih bisa terlihat wajah orang yang sedang menonton televisi ternyata seorang lelaki muda seumuran el,mungkin dia salah satu sahabatnya.
aku mendekatkan kepalaku ke jendela karena merasa familiar dengan kepala seseorang yang sedang dipangku oleh lelaki tadi.
dan saat orang tersebut bangun dari tidurnya aku sungguh terkejut,apakah benar yang aku lihat itu el?
kenapa dia tidur di pangkuan lelaki itu?
apa dia main hati dibelakangku??
dia mengatakan lelaki yang ikut menginap adalah temannya.lalu apa ini??
aku bahkan sudah merelakan waktu istirahatku demi menyusulnya kesini.bila dia ingin bermesraan dengan lelaki lain kenapa dia harus repot-repot mengajakku?
aku sengaja duduk dikursi dekat pintu, pikiranku seperti tidak berjalan dengan baik sekarang karena tersulut amarah.
saat el melihatku bahkan sepertinya dia tidak merasa bersalah sama sekali.
aku membenci seorang pengkhianat sepertinya dan wanita-wanita pengeruk kekayaan orang lain.
aku sudah tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dan tidak ingin menjelaskan apapun kepadanya.meskipun dia terus mengejarku dengan rentetan pertanyaan yang membuatku semakin enggan untuk menatap wajahnya.
pelukannya justru membuatku makin geram,aku tau dia tipe orang yang sedikit manja.tapi apa itu artinya dia akan bermanja-manja dengan tiap lelaki yang dekat dengannya?
aku segera melepaskan pelukannya yang semakin erat hingga akhirnya dia menyerah.
"asal kamu tau mas,kevin itu sepupu aku"
suaranya keras,dan terdengar frustasi.
aku berbalik namun dia sudah tak terlihat,kenapa dia cepat sekali menghilang.
atau aku yang terlalu cepat berjalan?
aku harus mengejarnya untuk memperjelas sesuatu.
__ADS_1
author POV
vella kembali masuk ke villa setelah mengusap air matanya,dia langsung menuju ke lantai atas tempat para cewek tidur bersama.
"vin,gimana tamara?"
kulihat kevin yang sedang terduduk dilantai depan pintu kamar.
kejadian sebelum vella sampai...
kevin beberapa kali mengetuk pintu kamar hingga akhirnya tamara membuka pintunya sedikit
"vin,jangan berisik deh lo.anak-anak udah pada tidur tau!!" gadis itu sengaja menyembunyikan sebagian wajahnya dibalik pintu,matanya pun enggan menatap kearah wajah kevin langsung.
"gue mau ngomong ama lo ra"
"ngomong apaan sih?gue ngantuk mau tidur"
jawab tamara ogah-ogahan
"gue suka ama lo" seketika mata tamara membelalak dan terselip sedikit rasa senang,tapi mengingat kejadian tadi dia segera sadar.bila vella memang menyukai kevin juga lebih baik dia mengalah.
dia menutup mulutnya karena khawatir teman-temannya yang lain akan terbangun.
"vin...."
"udah lah nyet,dia gak suka ama gue"
"lo udah bilang kalo kita sepupu kan?"
kevin menggeleng pelan,membuatnya menepuk jidat.
ternyata ada yang lebih lemot daripada dirinya,batin vella.
dia segera masuk kekamar dan mendekat ke arah tamara.
"ra gue tau lo belom tidur.gue mau kasih tau rahasia gue ama kevin.terserah lo mau percaya apa enggak.tapi yang jelas gue ama dia itu sodara sepupu.gue juga mau minta maaf kalo selama kita sma sampe sekarang bikin lo sakit hati tiap liat gue deket ama dia"
tamara diam tak bergeming,dia masih ingin mendengar penjelasan dari sahabatnya itu tapi vella malah pamit untuk tidur di sofa ruang tv.
__ADS_1
"vel..lo mau ngapain tidur disofa?" akhirnya tamara bangkit dari tidurnya dan mendekati vella yang masih diam berdiri diambang pintu.mereka lalu berpelukan erat sambil tersenyum.
"gue mau nonton film.oh iya,kevin nungguin lo tuh" kata vella sambil menatap kevin yang kini sudah berdiri didepan pintu.
vella meninggalkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalahnya.
membawa selimut tebal,vella menuruni tangga pelan.dia memikirkan hubungannya dengan fawaz yang sepertinya akan segera berakhir.entah disebut apa hubungan mereka ini.pacaran,tapi sepertinya tidak karena fawaz bahkan belum menyatakan cinta.
tunangan?
bukan juga karena kedua orang tua mereka belum saling bertemu untuk membahas ke jenjang yang lebih serius.
dalam hati dia tertawa getir.baru saja dia mendudukkan pantatnya di empuknya sofa,fawaz masuk kedalam rumah. pandangan lelaki itu terfokus pada vella yang sepertinya tidak sadar bahwa dia sedang diawasi.
vella merebahkan tubuhnya menyamping,menghadap ke arah televisi.matanya sudah buram karena air mata yang menggenang.
fawaz duduk dibalik sofa mendengar suara tangis vella yang ditahan-tahan.
sepertinya gadis itu benar-benar terluka,membuat fawaz merasa sangat bersalah.
akhirnya fawaz bangkit,perlahan dia mengelus kepala vella membuat si empunya menjerit histeris karena terkejut.
"el..aku minta maaf buat yang tadi"
"enggak mas,kamu bener aku emang gak baik, sama kayak cewek lainnya" vella berkeras hati untuk menjaga jarak dari fawaz,hatinya masih terasa sakit karena penolakan fawaz tadi.
"ssst el denger,aku bener-bener minta maaf oke?" vella sudah duduk disudut sofa sambil memeluk kaki.
fawaz kian mendekat dan memeluk wanitanya erat.dirasakannya tubuh vella yang bergetar karena tangis.
kevin dan tamara yang nampaknya sudah baikan hanya mengamati mereka dari atas karena tidak mau mengganggu.
BERSAMBUNG
################################
masih belum puas ??atau mau kasih kritik dan saran??
cuss...
__ADS_1
klik SUKA dan komentarnya readers tercinta 😙😙