
"cewek sama cowok itu gak bisa temenan el,kamu suka sama dia ?"
idiih kata siapa coba ?
lagipula kenapa dia marah padaku, kenapa?aku hanya menganggap edo teman.
"enggak lah,kamu marah sama aku mas?!" suaraku meninggi,aku sangat lelah hari ini karena dari pagi aku membantu mama membersihkan seluruh rumah dari depan sampai belakang,lanjut bertemu dengan mbak dina dan kerumah sakit.kenapa di penghujung hari aku malah kena marah seperti ini?
bukan jawaban yang diberikan dia malah pergi ke dalam,aku mengejarnya meminta penjelasan.
saat melihatku dia hanya diam lalu kembali memilah beberapa berkas dimeja dekat jendela kamarnya,bahkan kamar ini tak berpintu.dari ruang tamu tadi hanya dibatasi tembok saja.menyisakan sedikit rongga selebar satu meter sebagai pintu perantara.
disebelah kiri ranjang merupakan pintu menuju walk in closet dan juga toilet.
sepertinya dia berjalan hendak menuju kesana,tapi aku kesal karena diabaikan.aku tidak terima diperlakukan seperti ini.jangan salahkan aku kalau aku terpaksa memakai ilmu karateku dan membuat hidung mancungmu patah ya !!
aku mencegat jalannya,agar tidak bisa lewat dan terus mengabaikanku.
aku mengikuti langkahnya yang bolak balik kekanan dan kekiri karena kuhadang.kutatap tajam matanya lama sambil menyilangkan tangan didepan dada, hingga akhirnya dia menghela nafas.nyerah juga kan kamu ?!!
__ADS_1
"aah...." pekikku kaget
dia menjatuhkan diri diranjang sekaligus menyeretku bersamanya.
nyaman juga bisa tidur dikasur empuk,sedari tadi badanku minta diistirahatkan.tapi masalahnya kami hanya berdua diapartemen ini,kenapa juga dia mengajakku tidur.mati aku kalau bang reza tau apa yang sedang kulakukan sekarang.
"oke,aku minta maaf.bisa gak kita jangan berantem.aku capek"
apa-apaan ini ?!! tadi dia yang marah kan ?
tapi melihatnya memejamkan mata aku jadi terdiam tidak ingin membalas kata-katanya.kasihan juga,mungkin dia kelelahan karena menunggu mamanya dirumah sakit dari semalam.
jika saja gadis lain mungkin mereka akan mengejarnya habis-habisan.
dia itu tampan khas orang arab,badannya tinggi tegap,seorang pengusaha sukses dan yang paling membuatku nyaman bila didekatnya adalah dia selalu mencurahkan seluruh perhatiannya padaku.aku tidak bisa mengabaikan hal itu begitu saja.
tapi kenapa aku takut ??
badannya terasa hangat membuatku nyaman dibawah terpaan ac yang kini kurasakan semakin dingin.aku merapatkan tanganku didepan dada dan memejamkan mata.
__ADS_1
aku ingin istirahat sebentar,badanku benar-benar lelah,kepalaku juga pusing.
kurasakan sebelah tangan dan kakinya naik keatas tubuhku.heh memangnya aku ini bantal guling apa ?!!
aku ingin menyingkirkannya tapi terlalu lelah.biar sajalah,kalau dia macam-macam akan kutendang itu-nya dengan keras.
mataku terpejam tapi aku tersenyum membayangkan bila hal itu terjadi yang pasti dia akan sangat kesakitan.
"tidur el,gak usah bayangin yang enggak-enggak" katanya seperti orang melantur.
"awas aja kalo macem-macem" setelah mengatakannya aku membuka sebelah mata dan melihatnya sedang tersenyum sambil memejamkan mata.persis seperti yang aku lakukan tadi.
"enggak,udah buruan tidur"
aroma tubuhnya begitu menenangkan,aku menghirup nafas dalam-dalam mencoba merilekskan tubuhku sekali lagi.
mungkin kalian berfikir kalau aku adalah orang yang munafik,tidak menerima perasaannya tapi sekarang kami malah tidur bersama.
aku juga bingung dengan perasaanku sendiri.bila aku membiarkannya masuk kedalam hidupku sebagai seorang kekasih maka aku akan mudah terluka karenanya.tadi saja dia mengacuhkanku.aku baik-baik saja karena kami tidak ada hubungan spesial.tapi kalau sudah menjadi pasangan kekasih akan lain ceritanya kan ??
__ADS_1
argghh rumit sekali masalah perasaan ini.aku memiringkan badanku kearahnya dan berusaha tidur nyenyak.biarlah seperti ini sekali saja.