Cewek Langit Cowok Bumi

Cewek Langit Cowok Bumi
pria itu


__ADS_3

hari sudah siang saat vella bangun dari tidurnya,merasakan pelukan hangat sang dia tersenyum sambil memandangi wajah suaminya yang terlihat tenang.


vella beranjak dari sofa secara perlahan,agar tidak membangunkannya lalu pergi ke kamar mandi disebelah dapur untuk mencuci muka.


dia menyiapkan secangkir kopi panas dan juga beberapa lembar roti tawar yang sudah ia panggang di atas teflon.rasanya aneh kenapa teman-temannya satupun belum ada yang bangun?padahal ini sudah pukul 8 pagi.dia lalu mengecek kamarnya dan kamar bang reza,ternyata teman-temannya masih tertidur pulas.dia memilih membawa kopi dan rotinya ke meja ruang keluarga,agar


saat suaminya bangun nanti bisa langsung meminum kopinya.


"halo ma....mama dimana sih kok dari semalem nggak keliatan ?"


"....."


"apa?! mama nginep di kontrakan ?!ngapain coba...." terdengar nada protes sekaligus cemas keluar dari mulutnya.dia tak habis pikir,bagaimana bisa mamanya menginap disalah satu kamar kontrakan itu ?


apa tujuannya ?


"...."


"mama pulang jam berapa?"


"...."


"ya udah ma,ati-ati"


sebenarnya vella sudah diberi tau nadia bahwa mamanya akan menginap dihotel karena salah satu temannya ada yang sedang melangsungkan pesta pernikahan anaknya.


"kenapa sayang..."


"oh.. ini mama katanya nginep di kontrakan"


"kontrakan?"


"kontrakan yang disewain mama ke orang-orang.warisan almarhum papa"


"oh..."


"ponselku mana?aku mau ngecek siapa tau polisi ngasih kabar baru"


"ntar aja sih mas..baru juga bangun"pria itu tersenyum lagi lalu mengelus-elus kepala vella sayang.dia lalu menyeruput kopi yang terlihat masih mengepul panas.


"makasih ya kopinya.temen-temen kamu mana?" fawaz meletakkan cangkir dimeja lalu menciumi leher istrinya mesra,membuat vella yang dari tadi sibuk memegang ponsel terpecah fokusnya.


"belom pada bangun"


"mending kita masak buat sarapan"


"aku nggak bisa masak mas..."


"kamu bantuin aku aja"


begitu memasuki dapur,fawaz membuka kulkas dan melihat bahan makanan yang tersedia.sementara istrinya masih mengamati apa yang dia lakukan.dia menebak-nebak apa yang akan dimasak sang suami.


"nasinya masih ada nggak ?"


"tinggal dikit mas.."


"kamu masak lagi ya..bisa kan?"


"bisa...emang kamu mau masak apa?"


"kita bikin sup ayam,perkedel kentang sama puding mangga"


vella melongo mendengar menu yang baru fawaz sebutkan,baginya semua masakan itu terlalu rumit.bagaimana kalau nanti dia mengacaukannya?


fawaz cukup terampil menangani semua bahan-bahan tadi,mulai dari potongan sayur,bumbu sudah berjejer rapi dimeja siap untuk dimasak.tekhnik memotongnya sekelas chef yang biasa muncul di tv membuat vella tersenyum bangga.

__ADS_1


"nyet...lo kok nggak bantuin?" kevin muncul dengan wajah kusutnya sambil menguap lebar.


"ini gue lagi bantuin"


"bantuin apaan lo?"


"bantuin jaga diri,soalnya kalo sampe gue kena pisau apalagi kena minyak panas ntar suami gue khawatir"


"hahaha....yang ada lo disuruh diem soalnya kalo bantuin malah jadi ancur"


"emang bener mas?"


"enggak"


"tuh kan enggak"


"enggak salah,ya kali mau ngomong jujur ntar nggak dapet jatah.hahahah"


"kampret lo emang"


suasana mulai ramai karena satu persatu temannya keluar dari kamar.mereka memuji fawaz yang sedang memasak sementara vella mendapat komentar miring karena tidak ikut memasak bersama suaminya.


"dasar netijen,nggak bisa liat orang bahagia omongannya pedes banget.gue tau lo pada iri ama gue"


"iri dari mana...gue kasian doank ama laki lo"


"mas....." vella sudah mau merengek pada suaminya.tapi dengan satu kecupan di dahi membuat semua orang yang melihatnya bungkam.dia langsung bergelayut manja memeluk pinggang suaminya yang sedang membawa perkedel kentang ditangan kanannya dengan senyuman lebar.


"coba el tengokin nasinya udah mateng belom"


vella segera menuruti perintah suaminya dan kembali sepuluh menit kemudian dengan membawa sebakul nasi yang masih mengepul.


"mandi dulu ya" vella mengangguk dan berjalan masuk ke kamar diikuti suaminya membuat tujuh pasang mata yang melihatnya terpana.


"wah ....salah gue nginep disini"


"udah gaes..harusnya kita seneng liat sahabat kita udah nemuin kebahagiaannya" ucap vero bijak,membuat kedua sahabatnya yang lain berpaling dari pintu kamar vella yang sudah tertutup.


tiba-tiba suara friska yang sedang mengomel terdengar dari arah meja makan.


"yaampun nando....cuci muka dulu kek.langsung makan aja"


"udah deh ka..jangan berisik gue laper"


"dih...dikasih tau malah nyolot"


friska segera berlari ke dapur mengambil air minum saat mendengar nando terbatuk-batuk


"gue bilang juga apa,cuci muka dulu baru makan" ucap friska sambil menepuk-nepuk pundak nando


"dasar lo,gue kayak gini kan karena lo marahin"


"kalo lo nurut,nggak bakalan lo sampe kesedak kayak gini"


mereka masih saja beradu argumen,vero datang dan menengahi mereka berdua.


"lama-lama gue kurung juga lo berdua dalem kamar" kevin duduk sambil memandangi mereka berdua bergantian.tapi yang ditatap malah sibuk sendiri.


"ck...dasar laki bini sama aja nggak ada yang mau ngalah"


"kenapa sih kalian nggak jadian aja?"


"nggak" jawab friska dan nando bersamaan.setelah menjawab seperti itu friska keluar rumah dengan wajah sedih sementara nando tetap melanjutkan makannya tapi dengan wajah muram.


"lo kenapa bro?kalo suka ngomong aja" rama mulai angkat bicara,dia juga sering melihat nando dan friska bertengkar kecil.

__ADS_1


"udah tapi ditolak" kevin yang mendengar itu langsung tertawa kecil,mengejek lebih tepatnya


"kenapa?"


"katanya dia nggak pantes buat jadi cewek gue"


"kapan lo nembak?" akhirnya kevin penasaran juga,kenapa dia tidak tau sama sekali?


"tiap hari,sejak kita kelas 3 sma"


"APA?!!!"


nando yang melihat mulut kevin terbuka lebar langsung memasukkan sepotong perkedel kentang kedalam mulut sahabatnya dengan senyum jahil.


susah payah kevin menelan makannya karena dia sudah tak sabar untuk kembali bertanya.


entah terlalu bermuka tebal atau memang dia sangat menyukai friska,tapi nando melakukan hal tersebut agar friska selalu mengingatnya meskipun sudah ribuan kali friska menjawabnya dengan kata tidak.


dia sering menjemput friska bila pulang kerja di pabrik,awalnya friska selalu menolak karena nando menjemputnya dengan mobil mewah.tapi suatu hari nando datang dengan menggunakan motor matik seperti orang biasa membuatnya tak bisa menolak lagi.


tapi hubungan mereka stagnan hanya sampai disitu,tidak maju ataupun mundur.


friska ingin mereka tetap menjadi teman agar keadaan tidak menjadi canggung.


vella keluar dengan rambut terbungkus handuk membuat nando yang tadi masih murung langsung meledeknya.


"wah..vel kita nginep aja lo masih bisa bikin bayi apalagi kalo kita nggak ada.ya nggak vin?"


"yoi..bentar lagi kita dapet ponakan baru kayaknya"


"apaan sih lo pada?ni anak-anak pada kemana?"


"diluar,samperin deh"


fawaz keluar dengan pakaian lengkap,hari ini ada pembukaan cabang pertama resto miliknya.


"lo mau kemana mas?"


"ke resto sama kantor polisi"


"ada kabar apa?"


"semua udah ketangkep,termasuk orang yang ngedit foto.katanya masih satu kampus ama el"


"siapa mas?"


vella yang tadi sempat mendengar ucapan fawaz langsung bertanya.dia betul-betul ingin tau siapa pelaku sebenarnya.


"nanti kita ke kantor polisi.mending pada sarapan dulu"


satu jam kemudian mereka semua meninggalkan kediaman vella.


di kantor polisi...


vella terkejut karena orang yang telah mengedit foto dengan wajah miliknya adalah salah satu temannya dikampus.


orang yang tidak pernah ia duga-duga sebelumnya..


BERSAMBUNG


################################


maaf lama readers..ternyata nulis ketika mood lagi jelek itu ngaruh banget.


makanya walaupun udah kelar nulis dari kemaren,nggak aku rilis karena masih perlu rombak sana sini.

__ADS_1


maaf banget..


🙇🙇🙇


__ADS_2