
"vin..ngapain lo disini sendirian?"
kevin nampak tenang tiduran diatas rumput luas.
pandangannya menerawang ke langit yang mulai terlihat sedikit berwarna jingga.semilir angin meniup pelan helaian rambutku yang menjuntai bebas.udaranya cukup sejuk membuatku enggan melepas sweater abu-abu kesayanganku bergambar kucing gendut ini.
"istirahat bentar nyet,capek gue nyopirin kalian bertiga yang mulutnya kayak radio rusak"
"haha..kalo ngomong suka bener lo.gimana keadaan eyang?om sama tante sehat?"
aku merebahkan tubuhku disampingnya,kami selalu berbagi rahasia bila hanya sedang berdua yaitu tentang keluarga besarku dari pihak papa.
dia adalah anak dari om akbar,adik papaku.
"eyang sehat,sehat banget malah gue tiap hari kena marah.mama-papa masih di kalimantan"
"sukur deh,gue tau lo pasti kesepian.coba lo sekali-kali main kerumah vin.mama juga gak tau kalo lo anak om akbar"
"ntar aja lah nyet kalo bang reza nikah.kalo pengen cepet,lo aja besok nikah gue pasti dateng"
aku langsung menyikut perutnya cukup keras.
flashback ON
dulu saat awal masuk sma aku bingung karena kevin cukup gencar ingin menjadi temanku.pada saat itu aku sama sekali belum tau apapun.
baru setelah papa meninggal,dia akhirnya berkata jujur bahwa dia adalah keponakan papa.aku bahkan tidak mengenal satupun keluarga papa.karena memang dari dulu baik papa maupun mama tidak pernah mengajakku untuk berkunjung ke tempat kakek-nenekku.
sementara keluarga dari pihak mama rumahnya ada diluar kota.aku hanya pernah sekali melawat keluarga disana karena lokasinya yang cukup jauh dan terpencil.mama hanya berkirim kabar melalui telfon atau pesan singkat saja.
__ADS_1
suatu sore sepulang sekolah beberapa hari setelah papa meninggal kevin mengajakku pergi ke sebuah taman yang cukup luas.disana kevin mencari tempat yang tidak terlalu ramai agar bisa leluasa untuk menjelaskan segala hal padaku.
dikeluarkannya sebuah foto album besar,dia menyuruhku membukanya.lalu tampaklah foto keluarga sepasang suami istri yang tampak serasi duduk ditengah dan disamping kiri-kanannya ada dua orang lelaki yang tampan dan gagah.mereka semua tersenyum manis ke arah kamera.
aku melihat satu persatu wajah mereka tapi hanya satu wajah yang familiar dimataku.
"vin..ini kok mirip almarhum bokap gue ya?"
"iya vel..yang ini bokap gue" katanya sambil menunjuk foto lelaki di sebelah kiri.
"dan yang ini eyang....eyang kita" sambungnya lagi menunjuk dua orang yang duduk ditengah.
"tunggu...vin maksud lo apa ?"
"bokap kita berdua itu sodaraan vel,gue udah nyari-nyari keluarga lo dari smp.tapi baru sekarang bisa ketemu"
nama papa bahkan sudah dicoret dari daftar ahli waris keluarga dan dianggap sudah tiada.namun tiba-tiba kevin yang mengaku sebagai saudaraku muncul dan mengatakan semuanya.
"denger vel,ini rahasia antara kita aja.bahkan mama sama abang lo jangan sampe tau kalo kita itu sodaraan"
"tapi kenapa vin?apa jangan-jangan lo boong ?"
"ck ..ya ampun vel buat apa gue boong"dia lalu mengambil sehelai rambut yang menempel di baju seragamku lalu menyimpannya dalam saku.
"besok lo bawa sikat gigi yang biasa lo pake.kita sama-sama bawa ke rumah sakit buat di tes" sambungnya lagi.
"elah ribet amat,iya udah gue percaya.gue juga pernah liat bokap lo dateng ke rumah sakit sama eyang" jawabku enteng,aku cuma sulit menerima kebenaran yang baru saja muncul dihadapanku.rasanya terlalu tiba-tiba,aku terbiasa dengan ketidaktahuanku tentang masa lalu papa dengan keluarganya.
"kampret lo,bikin gue khawatir aja.tapi janji vel ini antara kita aja.jangan sampe orang lain tau.oke?"
__ADS_1
"iya..iya bawel.gue mau pulang"
flashback OFF
"oh iya,denger ya vin.kalo lo gak nembak-nembak tamara juga jangan nyesel lo kalo dia gue jodohin ama temennya fawaz"
aku harus melakukan ini agar dia mau bertindak cepat.bagaimanapun dia laki-laki harus mau ambil resiko.
"awas aja lo vel,kalo berani nyoba" dia sudah mengejarku yang hampir mencapai pintu masuk villa.dia mengapit leherku dengan menggunakan lengan kanannya sampai aku kesulitan untuk bergerak.
"dasar adek kurang ajar lo" dengan cepat aku menginjak punggung kakinya sampai akhirnya dia melepaskan jepitannya dileherku.aku tertawa terbahak-bahak melihatnya mengaduh kesakitan sambil melompat dengan satu kaki.
anak-anak lainnya muncul dari dalam karena mendengar teriakan kevin tadi.
"ini cowok cowok sukanya beranteeeem mulu kalo ketemu udah kayak anjing ama kucing"
"enak aja lu nanda,gue cewek kali" mereka semua terbahak-bahak melihat nando yang kini tengah duduk bersimpuh ditanah karena aku tadi menyikut perutnya.
"nanda nanda...ganti aja terus nama gue.lo mau gue gelitikin vel" nando bangun sambil mengacungkan kedua tangannya.aku segera lari kedalam villa.
ahh senangnya bisa liburan bersama mereka.
BERSAMBUNG
################################
yang mau lanjut klik SUKA dan komentarnya jangan lupa.OKE ??
😚😚😚
__ADS_1