
Pagi yang dingin menyegarkan seluruh makhluk bumi...
Tiupan lembut angin menusup menerpa setiap hala tujuan nya...
Titisan embun mengalir di setiap helaian daunan di pohon...
Kicauan burung menandakan suasana sangat ceria di pagi hari...
"PAGI!!???," merasakan tiupan angin dan silauan cahya sang suria menyelinap dari sudut jendela yang telah di buka oleh seseorang.
"Arghhhhhhhh," teriakkan nya mengejutkan penghuni apartmen itu.
"Ahhhh, Sudah jam berapa nihhhh," ucap Auliee yang mata masih tertutup.
Meraba-raba mencari arlojinya di atas meja dekat tempat tidurnya.
"Aaaaaaaaaaa, emang udah telaattttt,"
Auliya Anggun namanya juga dikenal Auliee oleh semua teman-temannya. Gadis berkaca mata, pintar, cantik, imut punya senyuman cukup manis.
Dia akan mula bekerja sebagai secratery di perusahaan terkenal di Kota J. Hari ini adalah hari pertama dia mulai bekerja di perusahaan itu.
Dia tinggal bersama temannya Chaca. Chaca sudah di anggap sebagai saudara yang merupakan teman saat SMA.
Suka duka hidup mereka lalui bersama. Gembira, tawa, menangis sedih dan bermacam-macam perasaan sudah mereka jalani bersama.
"Aduiiihhhh aku udah telat kalau ginih, duhhhhh Chaaa napa kamu ngak bangunkan aku Chaaaaa.....kamu nih eeeeeee," gemas Auliee pada Chaca langsung mengambil handuk terus berlari kamar mandi.
Chaca hanya ngakak di luar kamar dan bangkit dari duduknya pergi ke arah pintu langsung berkata.
"Hahahaah susah banget kamu tuh.... sudah banyak kali aku manggil.. lagi kamu terus nutup mukamu ama bantal....lagian siapa nyuruh nonton drakor kemarin...haaa itu dapetnya....hahahaha,"
Hanya butuh 25 menit Auliya siap dengan dress selutut di balut dengan blazer mengikut kesesuaian kantoran. Menyilang tas dan terus ke meja makan yang sudah ditunggu oleh teman gaduhnya.
"Cha ayo cepetan mana makanan buat aku," sambil menghirup minuman nya yang hampir dingin dan seperti biasa Chaca mengoles peanut butter di atas roti untuk teman kesayangannya.
__ADS_1
"Nih, hati-hati jangan ngebut," tahu akan kelakuan Aulee yang akan menyuruh Pak ojek meluncur laju.
"Hahahahahah iya In shaaAllah, makasih makanannya daaahhhhh," langsung Auliee bergegas menunggu ojek yang tidak jauh dari apartmen.
Nasib memang menyebelahi dia. Tidak harus untuknya menunggu lama.
" Pak.., saya udah telat nih ,terus ke Perusahaan Samurda pak," pinta Auliee.
"Baik nak..," balas pak ojek
" Cepatan ya pak, ngebut ya, saya mula bekerja hari ini pak," jelas Auliee. Terus pak ojek menambah kelajuan ojeknya.
"Wow!!!," kagum Auliee karena Pak ojek cukup ahli mengendarai motor.
Dengan kelajuan yang mungkin membahayakan mereka, akhirnya Auliee sampai ke perusahaan tepat masa. Mencoba menenangkan perasaan grogi yang tiba-tiba muncul.
Auliee menarik nafas dalam-dalam dan melepaskan.
"Moga pekerjaan ini cocok buatku, aamiin" ucap Auliee tenang demi mengejar cita-citanya.
Kemarin dia telah pun bertemu dengan kepala HRD menjelaskan dengan siapa dan rangka kerja yang bagaimana juga ciri-ciri keperibadian atasannya yang harus dia siap.
Auliee terus ke lantai 7. Ruangannya berdepan dengan pintu masuk pak CEO. Lega saat tiba pak CEO belum datang.
Sejauh yang dia tahu Pak Ceo akan tiba awal dari semua para karyawannya. Syukur hari ini nasib berpihak padanya.
"Fuhhhh lega sekali, apa yang akan dia katakan nanti saat kalau dia tau aku telat, terus aku awal-awal dipecat....dengarnya Pak CEO galaknya ya ampun... uuuuiiiiii ngak-ngak..udah ahhh jangan dipikirin..ntar aku ngak punya kerja, aku mau makan apa, ssssttttt, untung cepet..hehehe..," gumam Auliee sambil mencicipi kopi buatannya. Setelah itu terus tempatnya.
" Waduh mana ponsel ku, mungkin ketinggalan.....,"
Auliee sadar ponselnya tertinggal di pantry. Dia terus kembali ke tempat tadi dengan pantas. Dan hampir saja dia terbentur meja karena menabrak tubuh seorang pria tampan.
"Aaauuucchhh.......aarrrgghhhh, ma maaf pak, saya ngak sengaja," ucap maaf Auliee sambil memegang dadanya yang berdegup kencang karna terkejut.
Pria tersebut tidak menoleh atau memohon maaf langsung meninggalkan Auliee kebingungan.
__ADS_1
"huhuhuaaaahhhh jutek amat, ponselku kamu ngak pa pa kan "gumam Auliee khawatir akan ponselnya jika rusak.
" Kayak ngomong ama ponsel ngak akhlak itu manusia," ucap Auliee membulat kan mata dan menutup mulut karena keceplosan.
Pria sombong itu menoleh ke arah Auliee dan mereka beradu mata lalu..
DEG
"Dug dag dug dag" jantung Auliee dan pria tampan itu berdegup.
Tatapan mereka memutus ketika seorang OG melewati. Mereka berbalik dan menuju ke arah tujuan mereka. Auliee tidak terkata dan terus ke tempatnya. Hatinya gelisah tak menentu.
"Haaaah kenapa sih aku, tapi kenapa dia begitu marah ya, adakah aku yang salah, ntah,"
Auliee tiba di tempatnya. Tidak dia ketahui pak CEO sudah di dalam kantor ruangan.
Auliee terus terusan masih memikirkan pria yang menabraknya tadi.
" Siapa dia ya,"
Pria sombong itu adalah CEO yang bernama Benjamin Ardy Samurda. Merupakan penerus kepada perusahaan Samurda. Seorang yang tampan, bule dan dingin.
Namun dengan orang yang disayangi dia sangat ramah dan mesra.
Baru saja 5 menit Auliee meletakan bokongnya....
Dia dipanggil oleh seseorang......
.
.
.
Terima kasih 💋 karena sudi mampir
__ADS_1
bersambung...