CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
13 - ANGGUN??


__ADS_3

"Ka--kamu!!!???,"


"Ka---Kamu Anggun kan, benar kan? Apa kamu ngak kenal sama ku lagi Ang.... kamu betul kan Anggun temannya Ardy, iya kan?," Terlalu banyak pertanyaan yang diajukan oleh papa Xerlan yang membuat Auliee bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu. 


Papa Xerlan sangat akrab dengan Anggun yang berteman dengan anaknya Adry di masa lalu. Mereka tidak pernah terpisah sejak peristiwa itu.


"Ermmm aaaaaa sa -saya .. ermm iya pa..Pak Xer.. iya benar saya Anggun.. Aulieya Anggun temannya Kak Ardy, "Auliee gugup lalu tertunduk sedih dan rasa ngilu di dadanya mengingatkan masa lalunya yang perit dan merindukan sosok buah hatinya itu.


Auliee mulai menangis.


Papa Xerlan mendekat mengikis jarak dan merentangkan tangannya agar Auliee datang memeluk ke arahnya.


Tanpa banyak bicara Aulie langsung menghambur memeluk papa Xerlan. Erat.


"Paaaaaaa, hikkkksssss hikssssss, aku kangen," Auliee menumpahkan segala kerinduan dan tangisannya.


Leo di situ hanya memerhati dua sosok berbeda umur dengan penasaran. Mereka lupa akan kehadirannya.


Dalam pikiran Leo sepertinya mereka sudah lama tidak bertemu dan merindukan satu sama lain. Tapi masih aneh...


"Apa sebenarnya terjadi ya," gumam Loe dalam hati. 


Leo hanya menunggu drama yang belum berkesudahan itu. Masih berdiri tidak jauh dari mereka yang masih berpelukan.


Auliee masih sangat terkejut, tidak mampu untuk berbicara. Semuanya berlaku secara tiba-tiba. 


Papa Xerlan memula bicara apabila Auliee mulai tenang.


"Ya Allah Ang.. papa benar-benar mencarimu, kamu tau merata tempat kami pergi mencarimu, namun nihil, kemana aja kamu Anggun," tanya papa Xerlan.


"A---aku hiikksss hikssss, di bawa oleh paman ku setelah nenek meninggal paa, a--aku juga mencari papa dan mama tapi ngak ketemu hikksss hikkss," jawab Auliee sendu.


"Maaf sayang, salah papa, setelah Ardy mengalami kecelakaan----," belum sempat habis bicara Auliee memotong.


"APAAAA!!!?????," Auliee yang kaget langsung pingsan.


"Ya Allah, Anggun.... angggg...," Panggil papa Xerlan.


"Leo bantu dia ke kamar, dan telepon dokter Reana," 


"Baik om," Leo mengendong Auliee terus ke kamar ruangan kantor itu.


Di krusi kebesaran yang sudah bertukar milik itu, papa Xerlan terus menghubungi mama Arlin terlebih dahulu untuk segera kekantor pusat.


📞"Maaaaa kemari.....aku punya sesuatu untuk ditunjukan padamu," mohon papa Xerlan.


📞"Kenapa pa, Ardy gimana ninggalin aja?," Tanya mama Arlin sedikit khawatir karena akan ke kantor meninggalkan Ardy sendirian.

__ADS_1


📞" Ini penting, hidup dan mati, nanti kamu pesan pada suster dan dokter aja sayang,"


📞"Iya udah, aku kesana, ingat kalau kamu bohong, kamu bakalan tidur diluar, ngerti,"


📞"Kamu bisa kah sayang, hahahhahah,"


📞"Ihhhhhh, udah ahhh," kesal mama Arlin langsung ke luar Kamar rawat dan bertemu salah seorang perawat.


TUT


TUT


Tawa papa Xerlan memecah kesunyian ruangan. Leo melihat masih penasaran. Menunggu adegan selanjutnya.


"Leo kamu cek data siapa yang boleh kita hubungi untuk memberi tahu keadaan Anggun sekarang, dan terus hubunginya pinta iya kemari, aku tau dia sudah ngak ada siapa-siapa"


"Iya baik om,"


Tanpa membuang masa, dengan kepantasannya Leo langsung melihat data pribadi milik Auliee, hanya satu nama yang ada di rekod. 


"Vinnacha," ucapnya dan sepertinya dia pernah lihat nama itu.


 Tidak mengambil masa yang lama, Leo menelpon nombor tersebut.


📞"Hello Nona Vinnacha ??,"


📞"Saya Leo asisten Pak Ben, ingin memaklumkan bahwa teman anda saat ini pingsan di kantor,"


📞" APAAAA,"


TUT


TUT


"Ehhhhh???, belum habis ngomong kok, udah di matiin terus," kesal Leo langsung menepuk jidatnya.


Di toko bunga milik Chacha...


"Ya ampun Au, moga kamu baik-baik aja," Chaca membereskan semua pekerjaan nya itu dan pamit pada staff nya.


"Gimana nih lagi macet, oh ya Pak Arman, moga ngak sibuk dia,"


Pak Arman yang baru duduk istirahat menerima panggillan dari temannya Auliee untuk segera ke kantor dimana Auliee bekerja.


.


.

__ADS_1


"Terima kasih Pak, nih bayarannya," 


" Moga nak Auliee ngak pa pa ya nak Chaca,"


"Aaamiinn, terima kasih doanya,"


Tiba di lobi perusahaan Samurda, Chaca menepuk jidat, karena lupa harus kemana. 


Silapnya juga tidak menanyakan kepada yang menghubungi nya bentar tadi.


"Maaf, bertanya di mana ruangan Bu Auliya, Nona," Tanya Chaca kepada salah seorang karyawan bahagian receptionist.


"Ini temannya bu Auliee yang bernama Vinnacha??,"


Sebelum Chaca tiba, Leo sudah memberitahukan kepada receptionist.


" Iya benar nona,"


" Setelah ini, Nona ke arah lift tekan tombol 7 langsung pergi ke lantai tujuh dan terus ke ruangan Pak CEO ya , bu Auliee ada di sana,"


" Baik terima kasih,"


Chaca melangkah dengan berhati-hati, mengagumi setiap decorations perusahaan tersebut.


Perlahan Chaca berjalan keluar dari lift, melihat seorang wanita paruh baya masuk ke ruangan Pak CEO dan disusul beberapa menit kemudian oleh wanita lainnya yang lengkap membawa alat medis. 


Jantung Chaca berpacu hebat. 


"Bismillahirahmanirahim, moga Auliee ngak pa pa ," gumam Chaca sebelum mengetuk pintu kamar ruangan itu.


Dengan perlahan tangannya mengangkat dan mengetuk pintu kamar kantor yang bertulis CEO. Detakkan jantungnya memompa laju....


TOK


TOK


TOK


Dari dalam kamar kantor, tiba-tiba terdengar ketukan pintu, Leo terkejut dan teringat bahwa ada tamu lain yang ia tunggu. Dia berdiri dan langsung buka ......


"Kamuuuu???!!!!,"


Serentak mereka terkejut langsung berteriak dan membuat kesemua yang berada di ruangan mengarahkan pandangan ke arah Leo dan Chaca.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2