
Kemudian menghampiri Ben yang membuang wajah dan mulai ngambek. Auliee menarik lengan Ben dan berkata.
"Aku sayang kamu kak, aku pamit dulu ya," saat Auliee membalikkan tubuhnya tetapi lengan Auliee ditarik.
Burgh
Auliee jatuh ke dalam dakapan Ben dan mereka berpeluk sejenak melepaskan rasa rindunya. Ben mendekatkan wajahnya berbisik.
"I love you too,"
Mereka berpelukan agar tidak ada yang bisa memisahkan mereka saat itu. keduanya bertatapan menyalurkan rasa kasih sayang, cinta dan rindu yang sangat dalam juga beranggapan sepertinya mereka akan berpisah dalam waktu yang lama.
Tanpa Auliee sadar dia menitiskan air mata. Sungguh dia tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada dirinya bersama calon suaminya.
"Ciee yang ngak bisa lepas nih, nempel nempel terus," goda Leo mendapat cubitan dari Chaca tetapi sudah menjadi kebiasaan giliran Chaca pula menggoda.
"Cieeeee ada yang ngak bisa tidur kali malam nihh," Leo dengan Chaca ngakak ketawa bersamaan.
Auliee yang mendengar godaan dari sahabatnya mulai mengambil jarak dari Ben namun di tarik semula ke dalam dakapan.
Ben mendaratkan kecupan sayang dikening Auliee lembut sebelum mereka berpisah sementara.
Memejam mata menikmati ketenangan dari kecupan calon suaminya. Dan kemudian setelah beberapa menit perlahan Ben menjauhkan wajahnya dan mengusap pipi Auliee.
"Take care" ucap Ben melepaskan pelukkan dengan rasa yang amat berat.
Auliee mengangguk dan segera pamit meninggalkan Ben. Saat masuk ke dalam mobil, Auliee menurunkan sedikit kaca jendela mobil.
Melambai papa Xerlan dan mamy Arlin yang tidak jauh dari Ben. Akhir sekali Auliee melambai Ben.
...🔥🔥🔥...
Jam menunjukkan 6 pagi, saat ini semua manusia bangkit dan sudah memulai aktivitas, termasuklah Auliee.
__ADS_1
Auliee mendapat panggilan dari mama Arlin untuk bertemu di toko butik pakaian pengantin yang sangat terkenal langganan keluarga mama Arlin.
Mama Arlin tidak membenarkan anaknya mahupun Auliee bersua untuk sementara waktu dan paling mengejutkan mereka tidak bisa juga bicara melalui telepon.
Sungguh menyakitkan jiwa seorang pria ganteng kegilaan semua wanita itu. Ben terpaksa menunggu saatnya tiba setelah menjadi suami kepada gadis yang menjadi teman setiap malamnya di saat tidurnya ketika dia amnesia.
"Arrrghhhh coba saja mana tau rejeki nomplak," gumam Ben yang mengambil ponselnya terus menghubungi Auliee.
Saat ini Auliee telah pun berada di toko butik baju pengantin bersama calon mertuanya.
"Nak, warna kesukaan kamu masih sama??, soft green Kan sayang???," Tanya mama Arlin yang masih membelek pakaian depannya.
"Iya ma,"
"Nahhhh ini coba dulu, warnanya kita boleh nyuruh mereka siapkan kemudian nya untuk design dan ukuranmu," jelas mama Arlin mendapat anggukan dari Auliee.
Di tangan Auliee ada tiga pasang baju pengantin yang harus dia coba. Dia langsung masuk ke dalam ruang ganti, mengganti pakaian pilihan mama Arlin dan Auliee menatap pantulan dirinya di cermin kaca di ruang ganti itu.
Perlahan Auliee keluar dari ruang ganti tersebut.
Tertegun semua termasuk karyawan di toko itu. Berkedip-kedip mata mama Arlin melihatnya. Belum lagi calon suaminya yang melihat😁.
"Ya ampun nak, kok cantik banget kamu Anggun, mama kok kaget jadinya, belum si Ardy yang melihat bisa kelipek kelepek,"
"Mama biasa aja kok, mama juga cantik," ucap Auliee tersenyum malu.
"Mama udah basi dong sayang, hahahahah," ketawa mama Arlin.
Mama Arlin meminta designer merancang semula baju mengikut kemahuan mama Arlin dan warna yang di sukai oleh calon menantunya.
"Alhamdulillah cukup untuk hari ini yuk kita makan siang duluan sebelum pulang,"
"Bentar ma, ada yang manggil nih," ucap Auliee menunjukkan ponselnya yang bergetar.
__ADS_1
DRITTTT
DRITTT
Mama melihat di layar ponsel milik Auliee. Mengambil dan segera mengangkat sambil tersenyum riang.
📞"Hello Sayang aku kangen banget, Kita VC yuk ya bentar aku tukar," kata Ben tanpa menunggu jawaban dari si pemanggil.
📞"Sayangg, Allahuakbar, ma!!!, " Kaget Ben hampir melepaskan ponselnya.
Auliee hanya tersenyum dan tertawa pelan di balik ponselnya.
📞"Mama sudah bilang ya, gak usah nelpon sehingga hari pernikahan kalian, kamu degil ya ha!!???,"
📞"Kangen kangen, mau nambah hukuman nya lagi????? ,"
📞"JANGAN!!!, Iya maaf ma aku tutup, bye bye mama ku sayang, Annngggguuuunnn aku sayang kamuuuuuu," ucap Ben sedikit lantang dan langsung mematikan talian tanpa pamit.
"Bertuah punya anak," ucap mama Arlin kesal karena anaknya langsung mematikan saluran telepon sepihak.
Segera mama Arlin memulangkan ponsel milik Auliee dan merangkul tangan Auliee untuk ke luar dari toko butik itu.
Mereka bergandengan tangan memilih ke cafe berhampiran. Disana mama membicarakan perihal resepsi pernikahan meraka yg hanya tinggal 6 hari lagi. Tepatnya pada hari ahad di kediaman milik papa Xerlan.
Di kejauhan seseorang mengintip tidak jauh di mana Auliee dan calon mertuanya duduk bersama menikmati makan siang mereka di cafe itu.
"Woiiii,"
.
.
.
__ADS_1