CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
02- ANEH


__ADS_3

Auliee terus terusan masih memikirkan pria yang menabraknya tadi.


" Hmmm... Siapa dia ya," pikirnya.


Pria sombong itu adalah CEO yang bernama Benjamin Ardy Samurda. Merupakan pewaris tunggal yang juga penerus kepada perusahaan Samurda. Seorang yang tampan, bule dan dingin.


Namun dengan orang yang disayangi dia sangat ramah dan mesra. Sungguh sangat hangat bila mendampingi dengannya.


Walau memiliki perwatakkan begitu. Semua karyawan sangat menghormati atasannya. Antaranya para wanita dan gadis tidak ketinggalan until tidak akan melepaskan pandangan bila waktunya Pak CEO lewat di depan mata mereka. Sungguh mengiurkan.


"Hey!! aku Suri, baru ya, jadi kamu sekreteris barunya pak CEO ya," seseorang menyapa nya tiba-tiba.


" Aaaaaaaaa, astaqfiruAllah," kaget Auliee yang masih mengelamun.


"Maaf, aku mengejutkanmu," pinta maaf dari Suri.


" Eh, ngak pa pa, Aku Auliya, panggil Auliee, ya aku baru disini,"


"Apa yang kamu ngelamun hmmm, pengeran ganteng ya," senyum Suri membuat Auliee malu seperti mengetahui isi pikirannya.


"Ngak mbak, hihihi, lagi nunggu Pak CEO,"


"Ehh, jadi kamu belum ketemu dengan pak CEO??," tanyanya


" Belum, nih lagi nunggu, apa mbak ada lihat dia masuk??, Karna aku tadi di pantry, jadi ngak tau,"


"Aduhhh kamu, Auliee, rasanya dia juga baru aja datang, hati-hati ya Au, ada kalanya galak, hihi," kata Suri serius tiada raut wajah canda.


"Oh ya kah, udah pada di dalam, hmm ya makasih, sudah di ingat saat lwawancara kemarin juga mbak, hihihi, jadi nyilu kayaknya," sahut Auliee semoga saja tidak berlaku apa-apa.


Baru saja 5 menit Auliee meletakan bokongnya....


Dia dipanggil oleh seseorang......


DEG


Artaleo Keny dikenal sebagai Leo merupakan personal assistan kepada Benjamin Ardy Samurda. Leo adalah sepupunya Ben. Dia seorang yang ramah, baik, tegas dan tak kalah tampan. Tapi dia adalah orang yang serius dengan kerjaan nya.


"Nona Auliya, maaf Pak Ben panggil keruangannya sekarang", kata Leo. Auliee yang terkejut lalu terus berdiri.

__ADS_1


" I--iya, ba-- baik, pak" Leo tersenyum ramah melihat tingkah laku sekreteris baru itu.


Jantungnya berdebar kencang karena ini pertama kali nya dia bertemu dengan CEO. Sebelum ini dia membantu Chaca di toko bunga milik Chaca sendiri.


Saat memegang tombol pintu ruangan pak ceo.


"Aduhhh jantungku, kenapa begini seperti mau copot aja, oke oke Auliya Anggun, please tenang. Pak CEO bukannya monster. Tarik nafas Uuuuhhhhhh aaahhhhh", gumam Auliee terus memulas tombol dan berjalan terus masuk dan mendekat ke meja pak CEO.


"Selamat Pagi Pak Ben" Leo yang berhampiran hanya diam melihat Ben yang tidak peka.


Auliee terus melapor diri dan membaca jadwal tapi.. bosnya masih dengan ponsel tanpa melihat dirinya yang sudah berada di depan. 


Auliee perjelas mengenai rapat pada hari ini dan pertemuan salah satu perusahaan cabang bosnya kelola. Dia menunggu bosnya merespon tapi malah di cuekin.


"Pak-bapak saya permisi ya, ada yang perlu lagi?", tanya Auliee yang masih berdiri menungggu.


Pak ceo masih saja dengan ponselnya. Sepertinya tidak mempedulikannya.


"Emm apa dia dengar apa ngak ya, apa aku harus keluar saja", gumam auliee melangkah berbalik, satu...dua....ti....


Leo yang aneh dengan kelakuan Ben memanggil dengan hati-hati.


"hmm," Leo menunjuk jari ke arah Auliee yang setia menunggu.


Auliee terkejut dan jantungnya lagi memompa laju saat dia melihat pria yang ia tabrak tadi ada di depannya. Makin laju jantungnya bergetar.


Mereka bertemu lagi. Tanpa memandang Ben berbicara...


"Nona Auliya", Ben meletakkan ponsel terus mendongak dan melihat gadis menarik didepannya.


"Hari ini saya tidak mahu di ganggu, sila batalkan semua pertemuan dan rapat" , jelas Ben datar.


Auliee terkejut terus mengangguk.


"B..ba.. Baik pak, saya permisi dulu, ma--maaf apa yang berlaku tadi saa--," yang jantung Auliee terus deg deg ngak mau berenti. 


"Hmm, pergi!!," Ketus Ben.


"Per...misi," Auliee terus meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Ya Allah, seremmm, seperti pernah lihat matanya di mana ya," jantung Auliee berpacu saat mengingati nya.


"Aduhh dia yang jutek, datar, ahhhhh terus jantungku kok laju,,arhhh  lagi di batalkan semuanya... arhhh sudah ahhh.....biarin", gumam Auliee dalam hati.


Auliee terus menyelesaikan kerjanya yang menumpuk. Meneliti dan menata ulang jadwal rapat.


.


.


.


Leo bingung. Aneh dengan sikap Ben pagi ini. Rasanya pagi tadi sebelum berangkat ke kantor Ben baik- baik aja.


"Ben lo napa sih, kok batalin semuanya, lo baik-baik aja kan, ini masih pagi"


"hm....Gue tiba-tiba aja pusing.... gue mau rest sebentar, makan siang gue lo beliin ya"


" Iya udah sana istirahat, nanti gue beliin, mau aku kasi tau orang tua lo ngak??,"


"Ngak usah, udah..lo keluar dulu gue mau rest bentar," kata Ben terus masuk ke kamar peribadi yang ada di ruangannya.


"Ta.." Leo bangkit keluar ke ruangan dan bertemu dengan Auliee memberitahu bahwa Ben saat ini tidak mahu di ganggu.


Ben tak menghiraukan lagi kata kata yang akan di ucapkan oleh Leo. Dia terus ke kamar dengan muka yang pucat.


Dia berharap segalanya akan pulih setelah istirahat.


.


.


.


.


Makasih udah mampir ya😘


Karya ku hanya biasa biasa aja ✌️

__ADS_1


__ADS_2