CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
06 - AKU RINDU


__ADS_3

"Terimalah Ang," tanpa menunggu kata balas dari Anggun nya, Ardy terus memakaikan ke leher jinjang Anggun yang putih mulus.


Ardy menatap mata Anggun lalu berkata lembut. Dengan sepenuh ikhlas hatinya.


"Ang aku sayang sama kamu, sayang pakai bangettttt, mengertilah dan harus sentiasa ingat walau apa pun berlaku aku tetep sayang kamu sampai kapan pun. Hati aku hanya buat kamu" Ardy mendekatkan bibirnya mengucup kening Anggun lama seperti ingin pergi jauh.


"Aku juga sayang cinta kamu kak, janji ya ngak bakalan tingalin aku,"


"Iya sayang, orang tua ku mendukung kita, jangan khawatir ya sayang,"


Ardy tersenyum membalas senyuman kekasihnya....


.


.


.


Sosok gadis menggeliatkan tubuhnya lalu bangkit dari tidurnya, menggeser bersandar di kepala kasur, dia mengingati sesuatu...


" Ya Allah, aku bermimpi dirimu lagi kak, kayanya kerasa kamu makin dekat denganku kak, hiks hiks, aku rindu kak," mengesat air mata yang mengalir.


Auliee yang terjaga dari tidurnya setelah malam yang di selimuti dengan tangisan rindu pada kekasihnya. Auliee tersenyum sendirian sambil menatap kalung di lehernya. Ada simbul double A. Bermaksud Ardy dan Anggun.


"Setiap malam aku memimpimu kak," sambil memegang kalung.


"Di mana kamu sayang, aku kangen banget," ucap Auliee dalam hati sambil menatap gambar gambar yang di panjangkan di atas meja kecil saat mereka SMP. Rindu. 


Auliee bangkit dan terus ke kamar mandi untuk bersiap ke kantor.


Saat keluar dari kamarnya. Chaca sudahpun duduk cantik di ruang makan lantas Auliee tersenyum nipis menegur temannya.


Chaca melihat wajah AUliee yang kurang segar segera menegur.


"Au ... are you okey?," tanya Chaca penasaran melihat mata Auliee yang bengkak langsung mendekat membelek wajah Auliee.


"Wow look at your face, Au," merasa kasian ngerti kondisi Auliee.


"Lagi??,"


"HHmmm, Aku oke aja Cha, biasalah lagi ke ingat ama kak Ardi," mata Auliee kembali berlinangan air. Hanya menunggu masa dia berkedip maka mengalirlah ia.


"Ermmmm gitu, kangen pasti ni. Moga ada jodoh nya ya Au, aku doa in kalian ya, jaga kesehatan mu juga Au, ingat," AUliee hanya diam dan tersenyum.


"Iya, terima kasih, kau selalu ngerti aku,"


"Of course beb,"


Chaca bangkit ke dapur ingin mengambil roti bersama selai strawberry untuk temannya karena jarang sekali Auliee ingin memakan nasi waktu pagi hari....tapiii...


Sambil diam Auliee melahap nasi goreng terasi yang ada di piring temannya hingga ....


"Aamiin, moga-moga aku ketemu kak Ardy,"


" Iya aaamiinn , Ehh!!,"

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya cha, terima kasih breakfirst nya hehehehehe, daaaah," sebelum suara cempering kedengaran Auliee kabur duluan.


Dengar jeritan dari chaca ...


"Auuuuulieeeeeyaaaaaa..siap kamu ya, aduhhhh aku laper banget nih" gemas chaca pada Auliee saat breakfirst nya sudah tinggal piring. 😁


"Enakkkkkk, daaaaaahhhhhh," teriak Auliee sambil tertawa melambai-lambai ke arah temannya.


Selalu dia yang dijahilin temannya. Malah dia yang terkena.


"Waduh, lagi laper nih," chaca langsung ke dapur melihat apa yang boleh dia masak secepatnya.


.


.


.


Di rumah sakit x dimana Ben dirawat..


"Leo, duh tante lupa, kemarin tante sudah order flower bouquet untuk teman arisan tante, boleh ngak kamu tolong ambil di toko bunga Vinnacha di jalan A, boleh kan Leo,"


"Iya boleh tan, apa sekarang??," Tanya Leo.


"Ya sekarang, jam makan siang tante mau ketemu teman tante, sana cepat, nanti macet," pinta mama Arlin kepada Leo.


Dengan pantasnya Leo ke mobil meninggalkan rumah sakit x dan meluncur ke toko bunga Vinnacha.


Sepertinya jalan sangat macet, ramai manusia berjejeran menuju ke tempat kerja. 


" Aaaahhhh, kalau tahu gini aku abaikan aja permintaan tante, bikin pusing," kesal Leo terjebak dalam kesibukan kota.


"Aduh perutku berisik, sabar dong perut nanti kita isi lho," Leo berbicara dengan perutnya yang mulai lapar belum menjamah sedikit pun makanan.


Berjaya melepasi mobil-mobil bermacam-macam merk, Leo dengan hati-hati melihat-lihat mencari dimana toko bunga yang di beritahu oleh tantenya.


" Dimana dimana toko nya nih, kata nya jalan A, kok ngak ketemu," ngomel Leo.


"Syukur ketemu, disini kamu ya," ngomel Leo sendirian saat dia sudah jumpa dengan toko bunga yang dia cari. Kesal sepertinya.


Tiba di pintu masuk, Leo mendorong pintu jendela yang menutupi toko tersebut, terus ke meja kasir dan bertanya kepada seorang karyawan yang ada.


"Dek...kelmarin ada ngak orderan atas nama Nyonya Arlin??," Tanya Leo sambil melihat-lihat sekitar toko itu.


"Sebentar ya Om, tanya sama bos," adek itu keluar dari tempat kasir itu terus ke meja bosnya yang baru sahaja membuka bungkusan makananya.


"Mbak, ada customer mau ambil flower bouquet Nyonya Arlin mbak," terhenti seketika hasratnya ingin makan. 


" Duh gangguan, laper banget nih," batin Chaca berkata.


" Panggil dia kemari, nanti aku yang ambil oderannya, kamu boleh pergi bereskan kerjamu,"


" Baik mbak,"


.

__ADS_1


.


.


" Selamat pagi Nona," 


"Uhuk uhuk," keselek Chaca saat melihat pengeran ganteng berada di depannya. Seperti nyata.


"Eh,!" Chaca tersadar lalu mengecek matanya. Kedip-kedip, dia menutup mulutnya yang mulai melongo.


"Maaf Pak, boleh saya bantu,"


"Cantik," terlepas dari mulutnya Leo.


"Hah!!," kaget Chaca.


"Eehemmm," Leo menghilangkan rasa gugup melihat bidadari dan membenarkan biacaranya.


"Aku mau ambil oderan dari Nyonya Arlin kemarin dia ada nelpon pemilik toko ini untuk mengambil nya hari ini, dia ngak dapat datang makanya aku yang sudi menolongnya untuk kemari menemuimu, eh!!, ralat, ambil bunga nya," Leo menepuk mulutnya yang keceplosan.


"Oooo, sebentar," langsung Chaca bangun dan menuju ke arah lemari yang menyimpan ke semua oderan customers..  


 Melihat Chaca bangun, Leo menghampiri meja kerja Chaca, mendapati makanan penuh kelazatan menariknya untuk mencicipi rasa enaknya.


"Ya Allah rezeki jangan di tolak, aku cicipi lah, lagian lapar banget nih,"


"Bismillahirahmanirahim," Mengambil senduk lalu menyuap ke mulut nya.


"MasyaAllah, ini benar enak,"


Satu senduk


Dua senduk


"hmmmm....Ini benar-benar enak," tanpa sadar Leo telah menghabiskan makanan milik Chaca.


Chaca membesarkan matanya dan mulai berair karena kali kedua dia tidak dapat memakan masakkannya pagi itu.


"Ma--maafkan saya, nona, saya akan bayar dan kamu boleh beli lagi," Chaca tidak menghiraukan omongan pria itu.


Kesal ya. Kesal bamget. Hari ini memang sial buatnya karena nasi goreng terasi bersama telur mata sapi telah di curi oleh orang orang yang berbeda.


.


.


.


.


bersambung...


Kasian Chaca🥺


Terima kasih buat yang sudi membaca💋

__ADS_1


Ayo lanjutkan 


Jangan lupa like ya kalau suka💕


__ADS_2