CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
30


__ADS_3

Tetapi tidak pada Ben, emosi Ben masih lagi terkawal di hadapan mama dan kekasihnya agar tidak ketahuan bahwa dirinya masih belum puas dan ingin segera mengetahui siapa dalang disebalik rencana mencelakai dirinya dan Auliee calon istrinya.


Hakikatnya juga Auliee masih trauma dengan kejadian yang mengejutkan itu. Tapi dia sangat bersyukur punya keluarga angkat yang kembali saat dia benar-benar memerlukan


"Aku akan pastikan tiada ampun untuknya," ucap Ben mengepalkan tangannya karena marah.


Papa melihat itu menepuk pundak Ben dan berkata perlahan.


"Kita bicara hal ini di ruang kerja setelah makan siang nanti, panggil Leo sekalian, ada yang harus kita bahas," ucap papa Xerlan serius.


...💫💫💫...


"Argghhhhh," Maily benar-benar kesal karena rencananya tidak berjaya. Dia memukul setir mobilnya beberapa kali sekeras yang ia bisa.


Dia tidak mengerti bagaimana bisa mereka terselamat dari rencananya yang ingin menghapuskan kedua pasangan itu. Dia meninju lagi setir mobil itu karena masih belum puas.


Bugh


Bugh


Bugh


Mengingatkan bahwa mobil yang dia pakai adalah mobil papanya dia menjadi takut karena sudah menabrak pembatas jalan hingga beberapa bahagian mobil remuk.


"SIIIAAAAAAALLLLLAAAAANNNNN!!!!!!!," Maily berteriak sekuatnya di dalam mobil itu.


Beberapa menit dia situ, setelah dia lelah menyetir langsung dia memberhentikan mobilnya di jalan yang sunyi, tiba-tiba dia di datangi oleh dua orang yang tidak ia kenali.


Mereka itu langsung membuka pintu Mobil dengan paksa. Kemudian mereka menarik paksa Maily masuk ke mobil mereka yang berwarna hitam tidak jauh dari mobil Maily.

__ADS_1


Maily terus berteriak meminta tolong namun dengan pantas orang itu menutup mulut Maliy dengan handuk kecil yang sudah di letakkan obat bius. Mereka mengendong segera membawa gadis yang sudah mulai membuat masalah itu kepada bosnya.


Maily akhirnya dibawa ke dalam sebuah ruang. Ruang kerja di sebuah rumah milik Derman. 


Mereka yang membawa Maily tadi adalah orang orang yang di menjadi suruhan atau bodyguard upahan oleh Derman untuk mematai anak nya yang mulai nakal.


Saat Maily mulai sadar, dia mengamati keliling sepertinya dia tau ruangan apa. Ruang kerja ayahnya.


CEKLEK


"Aa-aayahhh???," Ucap Maily gugup karena kaget dan takut rahasianya terbongkar.


PLAK PLAK


"Maaaassss!!!," teriak ibu yang melihat anak kesayangannya ditampar.


"Apa mas sudah Gila!!??, Ini anak kita mas lihat mukanya memar gini," Ucapan ibu tidak membuat Derman luntur.


Menceritakan segalanya tanpa tutup apapun termasuk apa yang dibuat oleh Maily cucu kesanyangn Bapaknya.


Tentunya terkejut, dan Bapaknya di Singapura itu setuju dengan saranan tersebut untuk Maily tinggal disana bersamanya.


"Ibu, Maily gak mau pergi bu," mohon Maily berharap agar ibu dapat meluluhkan hati ayahnya.


"Nurut aja ya sayang, sudah ibu katakan dari awal, kamu itu degil," pujuk ibunya supaya Maily tidak membantah lagi.


Hukuman itu bukan Hanya sekadar dihantar ke Singapura tetapi semua kartu kredit dan fasalitas nya juga di tarik. Maily harus berusaha untuk mandiri.


Mahupun begitu melihat keadaan anak perempuannya lemah karena dipaksa berpisah dengannya, dia tetap dengan pendiriannya untuk masa depan anaknya.

__ADS_1


Setelah mereka membuat negosiasi paksa terhadap anaknya itu. Derman terus meninggalkan Maily bersama ibunya sambil turut menangis akan tindakkannnya. Mau bagaimanapun dia harus akur.


...❤️❤️❤️...


📞"Hello, Assalamuaalaikum Pak Xerlan," 


📞"Waalaikumusalam, dengan siapa?," Tanya papa Xerlan.


📞"Maafkan saya, saya Derman Pak, rakan bisnes yang baru saja memulakan kerjasama kemarin bersama anak bapak, boleh kita ketemu, ada yang harus kita bincang dan sepertinya bukan hal kerja,"


Papa Xerlan mengiyakan dan panggilan singkat itu dimatikan. Papa Xerlan mulai memikirkan siapa yang menghubungi nya, dah memanggil Leo serta anaknya Ben.


Saat menyebut nama Derman, Leo kaget namun tidak pula dengan Ben yang sudah menjangka akan hal ini.


Kalau bukan pak Derman yang menghubungi nya, dia sendiri akan lakukannya.


Ben tersenyum smirk dan memikirkan apa seharusnya akan dia lakukan.


"Leo siapkan peguam untukku, papa besok saat makan siang jemput dia kemari," Ben dengan tegas menyuruh Leo segera menghubungi peguamnya. Papa Xerlan merasa aneh dengan tingkah anaknya.


"Di rumah???, dan kenapa Ardy, papa ngak ngerti," tanya papa penasaran.


"Punca disebalik kecelakaan,"


"APAAA!!!????,"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2