
Tiba-tiba...
"Apa semua ini!!!!!????,"
DEG
Semua memandang ke arah suara yang lantang itu. Terkejut melihat wajah mama yang begitu tidak bersahabat.
Mama Arlin mendekat ke arah mereka berempat. Melangkah dengan penuh gaya dengan menggandeng tangan papa Xerlan.
Ben melihat papa nya membuat kode yang hanya mereka yang mengerti.
Papa Xerlan hanya mengangkat bahu menandakan tidak mengetahui apa akan berlaku nantinya. Mama tampaknya seperti singa lapar.
Chaca yang mengerti kode dari mama Arlin langsung menarik lengan Auliee semoga menjauh dari dua pria mempersona itu.
"Cha apaan??," Tanya Auliee aneh dengan sahabatnya seperti mengetahui apa yang akan berlaku.
"Tuh boom akan meledak jadi kita harus menjauh, hihihi," ucap Chaca santai menunjukkan mama Arlin yang akan memarahi anaknya.
"hihihi, Ada ada saja ya mereka, eh ngak papa ninggalin mereka Chaa," tanya Auliee khawatir.
"Ngak akan kenapa-kenapa dong, hihihi,"
Sedikit jauh mereka tersenyum melihat adegan seorang ibu memarahi anaknya yang nakal seperti kesalahan bolos dari sekolah.
"Mama kok ada disini, lagi dekat-dekat gini mau apaan," tanya Ben memundurkan diri namun sempat di capai oleh mama Arlin.
"Mau kemana kamu haaaaaa," mama terus menjewer telingan Ben sehingga Ben memohon ampun sambil melutut tetapi tidak di indahkan oleh mama.
"Maaaa sakit nih, ngak kasian sama aku kah ma, maaa Udah, maafin aku ma," pinta Ben mengiris kesakitan.
Leo mengakak sehingga memegang perutnya yang sakit akibat dari ketawanya yang lebay. Ben yang kesal menendang kaki Leo langsung dia menjulur lidah.
__ADS_1
"Rasakan, nih makannya karena membelakangkan mama," ucap mama kesal.
"Paaaa kok lihat aja sih, bantuin dong pa, sakit nih, ntar aku masuk rumah sakit lagi gimana,"
"Papa ngak masuk campur ya, kamu bikin kamu tanggung," kata papa Xerlan hanya tersenyum dan mengdekat ke arah Auliee.
"Oke ma setelah ini aku akan nurut segala arahan mama, plis ma lepasin, Udah mau copot nih kuping ku," mohon Ben lagi.
"Oke kamu udah janji, kamu harus patuh dan harus di hukum!!"
"Iya iya, nih lepasin ma, sakit," mama pun melepaskan tangan dari telinga anaknya dan melambai memanggil Auliee serta Chaca agar mendekat.
"Dengar ya hukumannya, kamu dengan Anggun ngak bisa bertemu selama seminggu -----," belum sempat mama Arlin menghabiskan ucapannya langsung dipotong Ben.
"Maa apaan coba, kok kami dipisahkan lagi, Aku ngak sanggup ma," kata Ben memohon.
"Heiiii bisa ngak coba nunggu sehingga aku habisin percakapanku, ini motong terus, mau kena lagi ha!!," Geram mama Arlin.
"I--iya ma maaf," sambil garu tengkuknya.
"NIKAH!!??," teriak Ben membuat Auliee turut terkejut.
"Iya, napa ngak mau???,"
"Mau mau ma, tapi ngak cepet apa ma," Tanya Ben.
"Ngak semua sudah di urus kamu tenang aja,"
"Terima kasih ma, muah muah muah," kata Ben membuat mama tersenyum melihat wajah bahagia anaknya.
Auliee yang turut berada disitu membuat senyuman manis buat mama Arlin. Chaca memeluk Auliee erat tanda syukur.
...🌻🌻🌻...
__ADS_1
Tidak jauh dari mereka, terlihat sosok seorang sedang memerhati kebahagiaan keluarga Xerlan mengepal kedua tangannya.
Sebelumnya Maily telahpun mengikuti mobil Ben karena niatnya hanya ingin bersemuka dengan Ben agar dia dapat meluahkan isi hatinya tanpa sepengetahuan sesiapapun.
Bahkan lain hal pula jadinya Ben terlihat bersama sosok gadis kasmaran di pantai.
Maily merasa sangat kecewa karena sakit hati kepada keluarga Ben.
Maily memerhati penuh amarah dan dendam kepada gadis yang telah merebut pria yang dia sukai sejak lama. Sekarang gadis itu menjadi incaran dia saat ini.
"Aku akan pastikan kalian rasa gimana rasa sakitnya " Maily menangis semahunya tegar Ben memilih sekreteris nya daripada dirinya yang jauh dari segalanya.
"Aaarghhhhhhhhh mati kau, Aku akan pastikan itu," ucap Maily marah langsung ke mobil nya.
Saat ini Maily masih memerhatikan kedua pasangan yang bergandeng tangan menuju ke arah mobil milik Ben. Membuat emosi Maily bertambah panas.
Maily menghidupkan mesin mobilnya. Menekan pedal gas sekeras mungkin.
Saat ini emosi dia terbelenggu oleh perasaan marah yang berada di tahap paling tinggi dan tidak mempeduli apa akan berlaku kemudiannya.
SREEEEEEETTTTTTTTT
DDDOOMMMMMMM
"AAARGHHHHHHHHHH,"
"AULLLIIIEEEEEE,"
"ANGGGUNNNN,"
"BEEENNNNN,"
"ARRRRDYYYYYY,"
__ADS_1
Mama Arlin, papa Xerlan, Leo serta Chaca berteriak serempak.