
.
Tiba di Mobil, Leo segera membuka pintu dan tangannya memegang atas pintu masuk mobil agar kepala Chaca tidak terbentur.
Jantung Chaca memompa laju, karena perhatian yang dibuat oleh Ben. Sungguh membuat hati seorang gadis sepertinya meleleh.
"Waduh, romantis nya dia, kok aku kayaknya mau jatuh ya, Auuuu tolong akuuuu," batin Chaca meronta-ronta.
"Te-terima kasih," kesal saat tadi hilang begitu saja, malah Chaca malu berduaan didalam mobil.
Tanpa membuang masa lagi, Leo meneruskan perjalanan, suasana di dalam mobil hening. Tidak Ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka untuk mulai bicara.
Tiba-tiba Leo memecah kesunyian.
" Eeehemmmm, Vin hmmm, kamu kau kemana, aku turut aja," Tanya Leo sebagai pembuka bicara.
" A----ak---aku ikut kamu aja," balas singkat Chaca malu karena Leo memanggil namanya dengan panggilan lain.
"Ermm kita makan duluaan ya setelah itu kita ke pantai, nonton,"
"Ehh???, Kok nonton," pikir Chaca aneh.
"Hihihi, nonton laut," kata Leo santai membuat Chaca tersenyum.
Tiba di salah satu cafe yang menghidangkan makanan berdasarkan mie. Leo segera memakirkan mobilnya.
...💕💕💕...
Leo dengan santainya menarikkan kursi buat Chaca dan sungguh membuat hatinya bertambah luluh. Kesal yang disimpan sudah hilang entah kemana. Chaca hanya senyum tipis.
"Silakan duduk tuan Putri," ucap Leo menggoda Chaca.
"Terima kasih," balas Chaca singkat tanpa melihat Leo karena dia menundukkannya yang merah.
"Mau makan apa Vin??," Saat ini pelayan resto sudah mendekati mereka.
"Hmmmmm, samakan aja dengan mu,"
"Spaghetti cabonara with lemon ice, set couple ya, thanks," ucap Leo kepada pelayan restoran tersebut.
"Hmm boleh aku manggil kamu Vin??,"
"Aku dengar sudah dari awal kamu manggil ku kayak gitu,"
"Hihihi, Kamu ngak marah???,"
"Ngapain marah sedap juga didengar, oppss," pikir Chaca hanya bicara di hati, tapi apakan daya terlepas langsung tangannya menutup mulut.
"Hihihi beneran suka nih," goda Leo semakin membuat Chaca malu.
"Ihhhhhh," malas Chaca meladeni Leo yang sering menggoda nya.
"Ehemm," Leo berdehem. Tanpa membuang masa ...
"Vin~, a---ku hmmm, maaf duluan... Aku ngak pandai berbahasa romantis, tapi A---ku suka berterus terang Vin, aku beneran takut kalau kamu di ambil orang, aku mau kita pacaran yuk," kata Leo tanpa bertele-tele namun masih gugup karena takut tidak diterima.
__ADS_1
"Hah!!?????," Chaca kaget, karena Leo beneran menebak terus.
"Hmmmmm, duhhh, aku mau jawab apa ya," gumam Chaca namun didengari oleh Leo.
"Hahhahahahaha Vin, jawab iya kek, yes kek, kenapa?, kamu ngak percaya padaku, ya ngak pa pa lah, bila bila aja kamu jawabnya, tapiii aku udah duluan booking kamu,"
"Kamu ingat aku nih apa ya, main booking segala, oh ya...Maaf mau nanya kenapa kamu sepertinya kalut... takut aku milih orang lain ya, baru aja keluar makan udah terusan ngajak pacaran, ngak malu ya kalau aku nolak," heran Chaca ngomel.
"Itu i---tu, hmmmm, Nona Auliee bilang kamu itu udah ramai yang nafsir, jadi aku jadi takut, aku ngak mau bidadariku di ambil orang," jelas Leo tanpa basa basi membuat pipi Chaca merona merah karena malu.
"Kamu sih, ihhhhh," kali ini Chaca hanya menunduk malu, karena sikap Leo yang terlalu terbuka dan langsung Leo menarik tangan Chaca.
"Dengar sini, aku benar-benar sudah jatuh cinta pada kamu Vin, sungguh, atau mau aku melutut," Leo bergerak untuk tunduk namun cepat dicegah oleh Chaca.
"Eh jangan, ihhhh kamu tau ngak tuan asisten, aku ini ada malunya, ihhhh, walau gini-gini," jantung Chaca tiba tiba melaju.
"Hihihi, jadi mau ya sayang, terima aku," pinta Leo mengharap permintaan nya diterima.
"Ya Allah, tu- tuan asisten bagi aku masa, kita baru aja kenal," ucap Chaca setenang yang mungkin karena Leo menatapnya dan memanggilnya dengan kata sayang.
"Jawabnya besok pagi ya, aku mampir ke toko mu, sarapan bareng kamu nasi goreng terasi, boleh ya, kangen dong,"
"Ehhh, apa kami bilang kangen!!!???, Bukan kah tiap hari Auliee ngirim ke kamu??!!, Hmmmm, nahhh kangen ma aku atau nasi gorengnya,???," tanya Chaca menaikkan alis matanya dan membuat Leo menggaru.
" Hihihi dua-dua," cengir Leo membuat Auliee membulatkan mata.
" Ngak besok jawabnya, tapi kita harus nunggu mereka bersatu duluan, setelah itu aku akan bagitau jawabannya, ngerti,"
"Lahhh kapan tuh, duh sakit tu menunggu," sahut Leo tidak terima.
"Pacar sayang, tapi kok syaratnya gitu,"
"Mau apa ngak??,"
"Iya iya, tapi kan mereka udah lama couple, mau bersatu gimana lagi?,"
"Tunggu sampai Leo baikkan dari amnesia lho, kasian sama Aulieeku,"
" Lahhh kan si bos udah baikkan, kapan sakitnya lagi, opppsss," auto Leo menepuk mulutnya keceplosan.
"Maksudnya???," Chaca membulatkan matanya.
"I-i-i----,"
"I-i-i---- apaan, cepat bilang sama ku, apa yang kamu sembunyikan dariku, kalau ngak bisa kasi tau, kita cukup sampai sini, aku pulang," belum sempat Chaca bangun makanan mereka tiba. Leo menarik tangan Chaca segera duduk.
"Vinnn sabar dong, kita makan dulu ya yank, laper~, setelah perut ku diisi, ntar di pantai kita ngobrol, ihhhh sungguh!!.. ancamanmu bisa membuat ku takut Vin, kalah si bos, sumpah!!, Makan dulu ya ya ya," pujuk Leo.
"Bohong kamu siap," Chaca yang mudah luluh dengan pria ganteng itu berjaya mengancamnya juga.
"Ngak bakalan bohong, sumpah yank,"
"Jadian aja belum, Yank, yank, yank!!!," Kesal Chaca pura-pura. Dalam hati melayang dengan panggilan tersebut.
...💖💖💖...
__ADS_1
Cahaya lampu memenuhi kebanyakkan tempat menerangi gelap malam di pantai yang hanya beberapa pengunjung berjalanan di tepi pantai.
Leo dan Chaca hanya duduk di bangku memerhati laut yang di terangi dengan cahaya bulan dan dikelilingi bintang-bintang.
"Wahhhh sungguh malam yang indah," ucap Chaca teruja lalu tersenyum.
"Indah lagi senyumanmu sayang," ucap Leo yang dari tadi memandang Chaca.
"Eh ....pandai juga gombal ya,"
"Ngak ahhhh, aku ngomong beneran yank," pandangan Leo Tak lepas dari Chaca.
"Udah pandang sana, ngak puas apa mandang-mandang terus,"
"Vinnnn nikah yukkkk,"
PUKKK
"Duhhh, ganasss," ucap Leo namun terseyum.
"Rasakan, ingat janji mu tadi, jadian belum, udah ngajak nikah,"
"Oke, Baiklah, selepas ini terus jadian ya, ya,"
"Ihhhhh, lihat gimana ceritanya juga,"
"Ngak adil dong yank, janji dulu deh," pinta Leo.
"Hmmmmm,"
"Oke lihat aku yank, sinih yank," Leo menarik pundak Chaca yang langsung hanya lihat ke pantai dari awal.
"Sebenarnya si bos sudah baikkan sepenuhnya.....," Leo menceritakan semuanya tanpa selindung.
Chaca mendengar dan melihat wajah tanpa Leo sangat dekat membuat jantungnya ngak bisa bersahabat membuatnya tidak tentu arah, Leo mengomel sendirian.
"Vinn~, vinnn!!," Manggil Leo mencubit lembut punggung tangan Chaca.
"Awwwww,"
"Ngelihat aku kayak mau makan aja ya, tau lah aku ganteng,"
"Pede banget, hmmmmm, jadi dia bohong ya,"
"Ngak gitu yank, hanya saja, si bos mau bikin surprised aja, ihhhh kamu tau gak yank, si bos lagi nahan rasa rindunya, tapi dia tahan... bentar lagi mereka mesti bersatu, tapi kamu janji ya ngak bakalan pecah ini rahasia," pinta Leo harap Chaca tidak membongkar rahasia ini.
"Hmmmmm, iya, janji, moga berjanlan lancar semuanya," doa Chaca mengharapkan teman baiknya bisa bahagia setelah banyak mengharungi kerinduan.
"Iya doa untuk kita juga, Vinnn, dengar aku sekali lagi, aku ngak paksa untuk kamu menerimaku saat ini tapi aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan kamu sayang, aku nunggu kamu, moga ada sedikit rasa buat ku,"
"Ihh baru aja mau terima, kamu udah bilang gitu ya udah yuk pulang," langsung Chaca bangkit dan tiba-tiba di tarik semula.
BUGH
"Kamu bilang apa yank??,"
__ADS_1