CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
04 - SIAPA DIA


__ADS_3

.


Masih menunggu ojek online langganannya, Auliee sungguh sangat kasian sama pak Ben yang masih muda tampan malah ada penyakit.


Auliee hanya menggeleng.


"Ahhhh besok aja aku tanya sama Pak Leo kondisi Pak Ben, semoga ngak ada pa pa yang serius," gumam Auliee melambai-lambai pada Pak ojek yang sedang mencari keberadaannya.


" Oke let's go Pak, jalanan udah pada macet nih, aku sudah gerah,"


" Baik nak," Pak ojek yang dia sewa menjadikan Auliee sebagai penumpang tetap setiap hari untuk memudahkannya berangkat dan pulang kerja.


Dengan begitu Auliee dapat mempermudah pekerjaan Pak ojek dan membantu meringankan sumber penghasilan Pak ojek. Juga membuat segalanya lebih mudah bagi Auliee dan tidak perlu mencari juga menunggu lama.


"Makasih Pak, ini upahnya, simpan lebihnya" Pak ojek menerima dengan senang hati dan langsung pergi setelah pamit.


"Makasih nak,"


"Ya, hati-hati ngak usah ngebut, esok lagi ya Pak seperti biasa," Pak ojek itu mengangguk dan langsung pergi.


.


.


"Assalamualaikum, any body home...," Auliee memberi salam saat masuk ke apartmen mereka.


"Waalaikumusalam, hmmm, tumben bagi salam beb," aneh dengan sikap temannya.


"Hahahahahaah biarin, suka akulah"


"Nih mesti ada sesuatu nih, Pak CEO ngak ganteng ya, atau kamu udah jatuh cinta tapi ngak kebalas nihhhh, iya kan," saja Chaca ngeledek Auliee.


"Lho kok kata gitu ah mikirnya, ihhhhh malaes aku ngelayan kamu, aku lagi lelah nih, banyak kejadian yang bikin pusing," Chaca menaikkan kening sebelah menunggu apa yang akan dibicarakan oleh temannya.


"Apaan, nihhhh hmm, siapa bikin kamu pusing, sinih kasi tau aku, biar aku hajar sama dia, tapi kalau Pak CEO, maaf aku berani, hihi"


"hahaha, tapi Chaa benar aku lelah.....Kasi aku mandi dulu dong beb, udah lengkit ...gerah lagi," langsung meninggalkan Chaca yang duduk di depan tv dengan cemilan kentang.


" Nanti kamu cerita ya!!!!," Teriak Chaca.


" Iya dong, passti!!," Sahut Auliee tidak kalah kuat.

__ADS_1


Di kamar, Auliee melepaskan blazer dan dressnya, meninggalkan tank top merebahkan badannya sebentar. Menenangkan hatinya dan jiwanya gelisah.


Auliee memutar kembali kejadian yang berlaku seharian di saat dia baru sahaja menapak di perusahaan Samurda itu. 


Satu per satu slide peristiwa dipaparkan berturutan di ingatannya. 


"Fiiiiuhhhhhh, ganteng juga ya dia, hmmmm gateng lagi pangeranku, hmmm..... kakkk...di mana ya kamu," mulai lemah langsung terlena.


.


.


.


Di rumah sakit x, 


Setelah tibanya Ben di rumah sakit x, dia di bawa terus ke ruang rawat khas VVIP.


Kondisi luaran Ben sangat lemah dan pucat, karena kekurangan bekalan aliran darah ke kulit dan penurunan bilangan sel darah merah.


Ben menderita stres dan pingsan dengan mudah.


Tidak mengambil waktu yang lama dokter khusus yang memang mengurus kesehatan Ben merawat dengan teliti dan penuh hati- hati.


Pintu kamar rawat Ben dibuka oleh papa dan mamanya lantas terkejut melihat kondisi anak semata wayangnya lemah.


"Ya Allah nak, kenapa boleh jadi begini," sedih mama Ben menatap iba anaknya yang terbaring di ranjang.


Sudah terlalu lama Ben tidak kambuh yang sehebat ini. Mama Arlin sangat panik ketika diberitahu keadaan anaknya yang tiba tiba pingsan.


Arlin Putri Zeno mama kepada Benjamin Ardy Samurda. Memiliki toko kue yang terkenal di kota x dan papanya adalah Xerlan Samurda.


Papa Xerlan jarang sekali akan ke kantor dan sudah memberi kuasa penuh kepada anaknya dengan mengambil alih kuasa perusahaan sepenuhnya.


"Ardy sayang, bangun nak, mama datang, kamu bangun cepat ya, mama khawatir banget," titisan air mata sudah pun mengalir deras.


"Yang sabar ma, anak kita kuat, hanya mungkin syok akan sesuatu,". Kata papa Xerlan.


"Apa sebenarnya yang berlaku Leo, apa kamu tidak menjaga anakku dengan baik, bagaimana bisa ini boleh terjadi Leo" Leo hanya diam menunduk tidak tahu bagaimana mau di mulai.


"Maafkan aku tante," Ucapan maaf dari Leo.

__ADS_1


"Leo ngak pa pa, jangan salahkan dirimu, kita sama-sama sudah lakukan yang terbaik," sahut papa Xerlan lagi dan Leo menunduk.


"Dok, apa masalah anak saya ada kena mengena dengan amnesianya." Tanya mama Arlin penasaran.


"Hmmm, begini Nyonya..., mungkin iya, atau Pak Ben tiba-tiba teringat sesuatu di saat ini serupa di masa lalu atau mungkin ada sesuatu yang membuat keadaannya begitu. Kita akan memastikannya nanti saat Pak Ben sadar," Jelas Dokter Kay dan mereka memangguk- mangguk.


"Dia juga sepertinya tidak makan siang, apakah benar??," papa dan mama Ben melihat Leo.


"Iya, saat aku menghantar makanan dia masih ketiduran om tan, aku lagi ada urusan di luar jadi aku tingalin aja, maaf," Leo menunduk.


"yaudah, moga baik- baik aja, setelah ini kita harus lebih peka," pinta papa Xerlan tenang.


Mama Arlin dan Leo mengangguk setuju.


Papa Xerlan mengajak mereka berbincang di kantin rumah sakit sementara itu membiarkan Ben beristirahat sendirian.


Langsung Leo menceritakan apa yang terjadi sebelum kesihatan Ben menurun. 


"Om, begini saat Ben ke kantor keadaan dia baik - baik aja om, tapi bila saat sekreteris baru itu masuk ke ruangan Ben, terus dia jadi ngak fokus," Jelas Leo hanya itu yang dapat dia cerita.


"Siapa sekreteris baru itu Leo, kok Ardy jadi kambuh sakitnya, cantik ya dia Leo," masih penasaran dengan dan sempat bercanda.


"Maaa..." 


"Hihihi, maaf pa, aku jadi penasaran aja, kok Ardyku bisa pingsan," ucap mama Arlin santai.


"Dia Auli-----," belum sempat Leo menyebutnya suster memanggil mereka untuk segera ke ruang rawat di mana Ben berada.


Sepanjang perjalanan ke ruangan Ben, Mama Arlin masih terkesima dan ingin langsung menemui gadis yang di bicarakan oleh Leo.


"Siapa dia ya," batin mama Arlin.


.


.


.


Terima kasih 💋


Sayang kalian❤️

__ADS_1


like jangan lupa✌️


__ADS_2