
Masih di apartmen Chaca dan Auliee...
"Woiiii, ya Allah, tidur, bangun Au.... Maghrib nih, aku nungguin dia malah ketiduran," panggil Chaca sedikit teriak.
"Hmmmm, napa sih Cha berisik banget," kesal Auliee.
" Nih lihat udah pukul berapa, mandi aja belum, udahhhh bangunnn Auuuu!!!," teriak Chaca lalu menarik lengan Auliee terus masuk ke kamar mandi.
SLURRRRR
"Aaaaaaaaaaaaaaa," teriak Auliee kaget karena air dingin mengalir di kepala.
"Hahahhahah, Udah mandi sono, maghrib-maghrib kok tidur, itu obatnya, rasakan," tawa Chaca pecah melihat muka kesal temannya.
"Kamu Cha, kejam banget," tubuh Chaca di tolak keluar oleh Auliee.
"Biarin ..wekkkk," Chaca meletkan lidahnya.
Chaca pergi meninggalkan Auliee melakukan rutinitas mandinya.
Vinnacha nama pemilik yang dikenali sebagai Chaca oleh Auliee teman sejatinya. Dia merupakan seorang designer of flowers.
Dia juga memiliki sebuah toko bunga berdekatan tempat tinggal mereka. Dia lucu, cantik dan pintar memasak. Antara pemakan wajib adalah Auliya😁.
Setelah Chaca menjahilin temannya, dia langsung ke dapur menyiapkan makan malam mereka.
Nasi + sambal terasi + sayur capcay + ayam goreng kunyit.
Simple but delicious 😋
30 menit berlalu mereka berkumpul di meja makan melihat santapan menarik minat Auliee terus mencapai salah satu lauk di depannya.
PUKK
"AUUUUUWWW, sakittt apaan sih, main mukul-mukul???," Auliee menyepitkan mata kepada Chaca aneh kenapa memukul lengan nya.
"Cuci tanganmu!!," Tegas Chaca pura pura tidak melihat Auliee.
"Opsss!!! Baik bos, maaf," geli Chaca langsung menuangkan air minuman buat Auliee dan mereka langsung makan dengan lahapnya.
__ADS_1
Setelah mereka membereskan segala kotoran di meja juga di dapur.
Auliee mengambil beberapa cemilan langsung membawa ke ruang tv.
Mengingat perihal sore tadi, Chaca mulai bertanya membuka kesunyian.
"Au, katamu mau cerita, gi mana hari pertama mu di kantor baru, seru apa ngak??," tanya Chaca sambil mengunyah.
"Hmmm gimana mau mulai ya, seru ngak ya, hmmmmm," mikir Auliee sambil jarinya mengetuk dagu perlahan.
"Iiiihhhhhh, cepat lah," tidak sabar Chaca ingin mendengarnya.
"Iya iya, hihi sabar dong"
Dari awal dia menjejakkan sampai dia pulang kerja Auliee menceritakan kesehariannya di kantor tanpa menutup sedikit pun dari temannya.
Jelas sekali akan berat tanggujawab Auliee karena turut ikut memerhatikan kesehatan atasannya.
"Kayanya kamu akan menjadi suster peribadi buat Pak CEO nih, hihihi, halahh ngak pa pa kok, muda masih lajang kan, sesuai buat kamu, hihihi, canda bu hihihi," saja menggoda temannya.
"Ngak lucu Cha, ihhhhhh,"
" Hisssssss pikiran mu kemana mana, jangan geer, siapa yang mau kamu, jelek!!," geli mendengar kata-kata yang keluar dari mulut temannya itu.
" Iri bilang bos, mana jeleknya hahahahahah,"
" Ya udah nih bereskan aku mau tidur besok kerja, kamu ya ngak pa pa....bos mah enak masuk kapan-kapan aja,"
" Iri lagi nihhhh,"
"Weeekkkk," Auliee memelet lidahnya.
Melangkah ke arah kamarnya yang hanya berada tidak jauh dari ruang tv, lantas terpikir seketika apa yang berlaku seharian. Terlintas di hatinya ingin bertanya kepada Leo, tapi dia urung.
"Apa pak Ben baik baik aja ya,"
"Ahhh gimana ya.. mau nanya Pak Leo, ini udah malam, ganggu nantinya, hemmm, udah ahhh di kantor aja nanti"
Sejenak dia teringat masa lalunya. Kak Ardy. Teman remajanya yang merupakan cinta pertama. Sepertinya mereka mirip..
__ADS_1
" Ahhhhh ya Allah, aku kangen kamu kak, makin aku mahu melupakan mu makin aku merindui mu.. hiiikkksss hikkksss, " Auliee tak terdaya terduduk di hujung kasur, tanpa sadar ia menangis sendu mengingati segala masa lalunya.
Tidak lama dia tertidur pulas dengan hatinya yang masih mengharapkan kepulangan pria cinta hatinya.
Dalam tidurnya....
"Janji ngak bakalan tinggalin aku ya kak", jelas Anggun lembut sambil mengusap punggung tangan kak Ardy.
"Iya aku janji,"
Mereka menikmati suasana senja sore di pantai. Nyaman. Ardy mengeluarkan sesuatu di dalam sakunya.
DEG
"Ini untukmu Ang, kamu pakai ya, ini tanda cintaku padamu," kata Ardy menghulur sesuatu yang cantik.
"Ta--Tapi kak, kalung ini mahal sekali, aku ngak mahu kak", jelas Anggun.
"Terimalah Ang," lalu Ardy terus memakaikan ke leher jinjang Anggun yang putih mulus.
"Terima kasih kak, seharusnya kakak ngak perlu repot-repot begini,"
"Jangan bilang gitu, kamu untukku, segalanya aku akan beri apapun untukmu,"
Ardy menatap mata Anggun lalu berkata lembut. Dengan ikhlas hatinya. Kasih sayangnya ada terpancar di mata indah milik Ardi.
"Ang aku sayang sama kamu, sayang pakai bangettttt, mengertilah dan sentiasa ingat walau apa pun berlaku aku tetep sayang kamu sampai kapan pun. Hati aku hanya buat kamu," Ardy mengucup kening Anggun lama seperti ingin pergi jauh.
.
.
.
Terima kasih 💋
To be continued 😘
__ADS_1