CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
18 - DIA MILIKKU


__ADS_3

.


"Kak Ardy.....kak.....hiksss hiks hikss," panggil Auliee meletakkan kepala Ben di pangkuaannya dan ketika ini Ben sudah separuh sadar.


Ben coba membuka mata sedikit, melihat seorang di hadapannya. Cantik. Ben coba mengangkat tangannya perlahan mendekat di pipi mengelus wajah Auliee lembut . Itulah wajah yang dia rindui.


"Anggun," Ben memanggil nama Auliee cukup perlahan namum jelas di dengarin Auliee.


DEG


"Kak jangan dipaksa, " pinta Auliee menangis iba.


"Kak, kak!!!!!," Ben sudah tidak sadar.


Ben langsung tidak sadarkan diri. Segera Auliee memanggil beberapa karyawan untuk membantu mengangkat tubuh Ben ke kamar ruangan peribadi. 


Tanpa membuang masa Auliee terus menghubungi Papa Xerlan.


📞"Paaaa, paaa, kak Ardy pingsan pa, hiks hiksss, hiksss," 


📞"Apa!!!, Anggun Sabar Ang.. kami akan segera ke kantor,"


📞"Cepeten pa, aku khawatir pa, hikss hiksss," pinta Auliee


📞" Iya, sabar,"


Papa semakin panik, langsung menyuruh Leo yang sebagai supirnya, putar arah secepatnya.


Dua puluh menit. Papa Xerla, mama Arlin dan Leo masuk keruangan bersama dokter peribadinya. Dokter Kay.


"Ya Allah nak, Ben, Ben," panggil mama Arlin akhirnya membuat matanya mulai berkaca-kaca


"Maa biarin dokter melihat kondisinya, kita tunggu di luar aja ya, ayo," kata papa Xerlan menarik lengan mama Arlin.


Dokter langsung melakukan tugasnya. Terkejut melihat kondisi Pak Ben hanya baik-baik aja dan tidak perlu khawatir.


Mungkin karena pengaruh obat Ben masih tertidur. Pernafasan Ben teratur. Dokter menganggap Ben semakin pulih dah tidak perlu lagi khawatir tapi niat dokter itu diurung hanya saja belum pasti.


Dokter kay hanya memberi nasehat agar Ben minum obat tepat waktu dan jangan telat karena mungkin akan berlaku perkara buruk.


Dokter juga meyuruh Ben untuk melakukan perawatan lanjutan di rumah sakit jika dia sudah sadar.


Setelah dokter pulang. Saat ini semua menemani Ben. Auliee hanya duduk jauh membiarkan papa dengan mama yang duduk didekat kekasihnya.


Segera Auliee izin ke kamar mandi, membersihkan wajahnya, terharu. Sosok pria yang dirindui menyebut namanya. Ya Auliee sangat merindui nya.

__ADS_1


"Kak ..hikss hikss sadar laa ku merinduimu ....kangen banget..jangan tinggalkan aku lagi kak..hiks hiks, "gumam dalam hatinya.


Auliee mencuci mukanya lagi. Mengoles lispglows dan kembali ke ruangan kerja nya. Untuk menengkan hati. 


Dia tidak kembali ke ruang kantor Pak CEO nya.


Auliee menarik nafas, hembus uuuuuuu haaaaaaaa


Sebelum jam tiga, Auliee membatalkan pertemuan dengan company Ken Corp.


..................


Leo menemui Auliee dan memberitahu bahwa Ben telah sadar. 


"Non Auliee, Pak Ben sudah sadar, mau ketemu ngak," 


"Ngak lah aku lagi banyak kerjaan, ngak pa pa kan,"


"Ngak, hmmm ngak rindu," 


" Iskk kamu sama aja dengan Chaca, saja mau goda aku,"


"Iya sama lah dia kan sudah ada di dalam hatiku,"


" Hahahhaha muat???," Canda Auliee bagi menghilangkan rasa getar dihatinya.


"Leo, ingat ya, jangan di biarin tuh Chaca, cepetan jadian, ntar di rampas orang, kamu juga melongo, hahahahaha,"


"Yang benar dong non, jangan takutin aku terus,"


"Hahahaha itu aku ngak tau,"


"Gawat nih," gumam Leo.


Leo tidak mau gadis targetnya diambil orang lain. Jadi dia harus segera menyatakan perasaannya. 


"Ngak boleh jadi nih, semua makanannya hanya aku aja bisa makan, tidak untuk orang lain,"


"Eh, bukan hanya makanan tapi orangnya, hihihi," tawanya sendirian.


"Dia milikku, hanya untukku," Leo terusan tersenyum sendirian.


...................


Flashback sebelum berangkat ke kantor...

__ADS_1


"Au kamu tau ngak-----," ucap Chaca langsung dipotong Auliee.


"Ngak," sahut Auliee tidak berperasaan.


"Ihhhh, langsung motong, sabar dong, dengar dulu,"


"Iya Iya bawel, teruss...,"


"Kamu ingat ngak aku ada WA chat denganmu saat itu pasal nasi goreng ku di makan ma orang yang tak aku kenal, ingat ngak," Tanya Chaca membuat Auliee mikir sejenak.


"Jangan bilang diaa-----," saat ini Auliee melongo.


"Iya dia, kesal banget," Chaca mengangguk dan Auliee ngakak.


"Jodoh kali Cha,"


"Jodoh apaan, lagi kesal nih,"


"Iya dia hari hari bilang mau nasi goreng terasiku, ya aku kesal tau," kata Chaca penuh kekesalan.


"Hahahahaha buatin aja kok payah, dia udah suka sama kamu kayaknya nih, ciee ciee ciee, udah punya calon pacar nihh," goda Auliee.


"Hey, dia suka sama nasi goreng Aku Au, bukan aku,"


"Cieeee suka bilang Cha nanti di ambil orang," sambil makan sarapan pagi, sempat tangan Auliee menyeduk nasi goreng terasi ke dalam wadah bertutup untuk dibawa ke kantor tanpa pengetahuan Chaca.


"Siapa bilang suka, aku bilang dia hanya suka makananku, bukan Aku, ngerti!," Tegas Chaca namun dalam hati lain.


"Hahahahhaah, tuh, seperti mengharap nih .....,"


Kata-kata Auliee membuat muka Chaca merah menahan malu. Langsung bangun untuk segera ke kantor. 


"Chaaa, aku duluan ya, oh ya, nihhhh aku udah bungkus kan makanan khas buat calon pacarmu, hahahahah,"


"Ehhh Au.... Siapa nyuruh," tanya Chaca.


"Akuuuuuuu, byeeeeeee," langsung segera naik ojek pak Arman yang masih setia menghantar Auliee ke kantor.


"Waduh Auliee, mana aku mau taruk nih muka,"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung lagi ya


Love you all💕💕


__ADS_2