CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
03- SAKIT


__ADS_3

.


"Ta-----......" Ucapan Leo di abaikan begitu sahaja. Leo bangkit keluar ke ruangan dan bertemu dengan Auliee memberitahu bahwa Ben saat ini tidak mahu di ganggu.


Langsung Ben tak menghiraukan lagi kata kata yang akan di ucapkan oleh Leo. Dia terus ke kamar yang berada di ruangannya dengan muka yang pucat.


Di dekati Auliee yang sedang mengetik sesuatu dengan fokus dan teliti. 


"Nona Auliya...," Panggil Leo .


"Eh, iya Pak, maaf, ada yang perlu," kaget Auliee lantas bangun tanda hormat.


" Santai dong non, saja mau inform Pak Ben ngak mau diganggu ya, dia lagi istirahat, aku keluar sebentar ada urusan sekalian membeli makan siang bos, kamu ada yang mau kirim??," Pinta Leo sekalian menawarkan makan siang.


"Sepertinya tidak, saya akan langsung ke kantin, terima kasih ya Pak,"


"Iya baiklah kalau begitu, permisi,"  Leo langsung meninggalkan Auliee dan segera ke arah tujuannya.


" Fiiiuuhhhh, permulaan yang melelahkan buat ku, pasti aku bisa, moga kedepannya adalah lebih baik, aamiin,"


"Auliee, udah ah...yuk makan siang dengan kami ....ngak laper apa Au," Panggil Suri ingin mengajak makan siang.


"Hihihi, iya, nih lagi beres berkasnya, ayuk mbak," langsung mereka ke kantin.


...


Ketika di kantin..


"Hei aku Dila, departmen pemasaran, kamu gi mana hari pertama, moga betah ya, Pak CEO kita itu sikapnya ngak tetap, kadang ada baiknya, kadang galak ya ampun," banyak biacaranya. Ramah.


"Aku Auliee, doain aku ya mbak Dilla, moga aku betah"


"Iskk, ngak usah mbak mbak, panggil nama aja Au, kita seumuran, beda cuma kamu cantik bangetttt,"


" Hihihi, Ada Ada aja, eh.. ayolah kita makan cepat nanti habis waktu makan,"


" Udah baca Bismillah ngak kalian," ucap Suri.


" Uhuk uhuk," tersedak terus mereka berdua.


" Hahahahaha, nih airnya, makanya makan itu baca bismillahirahmanirahim," ulang Suri kepada mereka berdua.


Mereka menyantap makanan dengan santai sambil tawa. Syukur Auliee memiliki teman yang baik dan boleh bercanda.


Mereka kembali ke meja masing-masing dan melanjutkan pekerjaan yang telah mereka tunda sebentar tadi.


Ternyata pak CEO masih di ruangan. Terlihat ada note di meja Auliee.


📝 Auliee... aku sudah menghantar makanan siang pak Ben, sore nanti aku kembali. Menjemput Pak CEO kamu. Leo.

__ADS_1


"Pasti Pak Leo urus pertemuan dengan salah satu rakan bisnes pak CEO, hm, kenapa tiba-tiba Pak Ben seperti tidak sehat ya???," Pikiran Auliee sudah kemana-mana.


"Haruskah aku bertanya pada mbak Suri ya, hmmmm, ahh biarin lah," lagi bergumam sendirian.


Hampir waktu pulang dia terjaga. Namun kondisi dirinya tidak baik-baik. Siapa lagi kalau bukan Ben. Bertambah buruk apabila dia lupa untuk makan siangnya.


Ben mulai lemah dan pusing. Penyakitnya kambuh lagi. Tidak semua tahu akan penyakitnya, termasuklah para karyawan. 


Ben tidak henti menelepon assistennya Leo. Tetapi tidak dapat dihubungi.


"Aaaaarrghhh," teriak Ben terus mengambil obat penyeri di dalam sakunya.


Ben tidak menghubungi secraterynya karena mungkin saat ini sudah pulang. Ben coba keluar ke ruangannya dan terus ke arah lift dengan langkah perlahan.


Auliee yang sudah lelah dengan kerjaan yang menumpuk hingga tidak ia sedari sudah tamat waktu kerja. Semua karyawan mulai bubar. Auliee melihat jam di tangannya.


"Ohhhh tidak sudah jam 5, " Auliee menepuk jiidat dan melihat lihat sekitarnya. Kosong.


Auliee segera mengemas dan terus melangkah ke arah lift berdekatan. Saat menunggu lift terbuka.. rupanya pak Ben baru saja keluar dari ruangannya seorang diri.


"Kenapa dia ngak ke lift khas patinggi," batin Auliee aneh dengan kondisi atasannya.


Auliee melihat Pak CEO nya lemah dan terlihat pucat mungkin lelah seharian banyak kerjaan di ruangannya. Itulah tanggapan Auliee. Dia ingin menyapa, tapi mengurungkan niat.


TING


Lift terbuka mereka langsung masuk ke dalam lift, menunggu lift bergerak.


Sialnya lift tiba tiba stuck. Auliee panik dan terus melihat kearah pak bosnya di sebelah yang masih diam tak berkutik. Ben kelihatan pucat. Auliee cemas.


"Ermm,pa--pak Ben, anda tidak apa apa kan?" Ben hanya diam tidak menyahut kata kata sekreteris nya.


"Huhhh juteknya di mana-mana, aduhhh aku harus ngapain ya..", batin Auliee. Auliee membiarkan dan terus meminta bantuan dengan memicit button bantuan pada dinding lift. Ponselnya mati.


"Arghhh lama sekali , panasnya, apa emang selalu rosak ya liftnya pak Ben",tanya Auliee sekadar basa basi .


Diam. Tanpa sedar Ben jatuh..


"Bugrhhh"


"Aaaaaa tolong ,tolonggg cepetannn...tolong!!!!!!....pak Ben pengsan..aduh aku harus ngapain ini" Auliee cemas, gelisah....Auliee mencari ponsel pak Ben.


"Arghh ngak pa pa la.... maaf Pak Ben.." Auliee mengambil ponsel pak Ben di saku dengan hati hati.


"Haaa dapet, fuuhhh lega, ngak tersentuh dengan anunya... ahhhh cepet dong" Auliee lega tidak ada kata sendi hanya scan finger . 


Dengan tangan yang gigil Auliee mencari nama Asisten Pak Ben. Lega saat melihat panggilan terakhir adalah Pak Leo.


Tanpa membuang waktu Auliie mendail nomor Leo dan memberitahu keadaaan Pak Ben.

__ADS_1


"Pak---pak Leo, ini saya lagi sama dengan Pak Ben di di dalam lift, Pak Ben dia pingsan pak!!! Tolonggggg cepat Pak, saya lagi takut," dengan nada yang grogi cemas Auliee.


"Lift??, non lift yang Mana nih," Tanya Leo khawatir dengan sepupunya.


"Lift karyawan pak, lagi rosak, cepet Pak,"


Leo yang baru tiba di kantor terkejut. Lalu memberi tahu pada supir untuk standby di mobil dan memberitahu kondisi Ben.


Melakukan pertolongan awal, Auliee coba terus membuka jas, melonggarkan dasi dan membuka tiga kancing atas kemeja bosnya . 


Auliee meletakkan kepala Ben di pangkuannya. Membersihkan segala keringat dan menunggu bantuan. Dia memuja Ben. Sangat tampan. Sangat terpesona.


"Seperti pernah aku lihat bentuk wajah mu persis siapa ya," Auliee tertegun.


DEG


" Wait aku sepertinya penat liat dia, tapi di mana", gumam Auliee lagi.


Dia hanya menatap terus bosnya. Tenang dan rasa rindu. Ya Auliee merasa rindu akan seseorang. 


Jantungnya mulai berdeg deg deg dan dia penepis perasaan itu.


Hampir 20 menit. Auliee mendengar bunyi ramai di depan pintu lift. 


"Alhamdulillah,"


Bantuan datang. Leo bersama satpam dan supir Pak Ben membantu memapah ke mobil dan terus ke rumah sakit keluarga. Tidak ramai di lantai lobi.


"Nona Auliee, terima kasih " kata Leo sambil berlalu pergi. Tanpa membuang masa.


"Sama-sama pak,"


Auliee melihat mobil Pak Ben. Rasa kaget masih terganggu. Auliee masih tertanya tanya akan kondisi pak Ben.


"Hmm, kemarin saat wawancara ngak pula mereka mencerita masalah kesehatan Pak bos," Auliee hanya mengangkat bahu.


Masih menunggu ojek online langganannya, Auliee kasian sama pak Ben masih muda tampan malah ada penyakit.


Auliee hanya menggeleng.


"Ahhhh besok aja aku tanya sama pak Leo kondisi bapak, moga ngak ada pa pa"


.


.


.


.

__ADS_1


Alhamdulillah terima kasih 💋


Tunggu sambungannya


__ADS_2