
.
"Tunggu aku Ben, aku ngak mungkin melepaskan kamu begitu aja," batin Maily masih tetap dengan keinginannnya untuk memiliki Ben.
Maily sudah lama menyukai Ben sejak SMA, dia jatuh cinta pandang pertama dimana Ben datang menyelamatkan nya ketika dia di bully oleh sekelompok anak laki-laki yang nakal.
Saat membantu Mai, Ben hampir dipukul oleh ketua dari kelompok itu, tapi bel masuk kelas sudah berbunyi langsung mereka bubar.
flashback..
"Kamu ngak pa pa??," Tanya Ben khawatir.
"Ngak, makasih ya, " sahut Maily yang masih terpesona dengan ketampanan Ben saat itu.
"Hmm, sama-sama, setelah ini lebih berhati-hati," Ben pergi begitu saja tanpa menoleh.
"Wahh ganteng, siapa dia ya, sungguh seperti pengeran berkuda yang datang menyelamatkan putri Maily, hihihi," sambil tersenyum sendirian .
Sejak itu Maily mengambil hal mengenai Ben dan dia mendapat tahu bahwa Ben tidak mempunyai pacar, dan bagi Maily kesempatan tidak akan dibiarkan.
Ben yang aktif berolahraga menjadi pusat perhatian seluruh siswi di sekolah tersebut. Maily sering mencoba mendekati tapi Ben selalu menghindar.
"Ben, nih air untukmu," Maily menghulur air mineral ke arah Ben setelah selesai berolahraga.
"Hmmm," malas Ben hanya mengambil air itu dan menjawab singkat langsung pergi begitu saja.
"Lah gitu aja, Aku yang cantik nih ngak lihat apa, tegur lah, hai kek, makasih kek, orang kek gitu pun Ada, huhhh!!," Ngeluh Maily.
"Untung ganteng, usaha Mai, usaha, mana tau, besok-besok dia nempel terus, hahahahah,"
Hingga mereka berpisah selama lebih beberapa tahun dan Maily bertemu saat mereka kuliah bersama di tahun terakhir di salah satu universitas namun Ben sepertinya tidak mengenalinya saat itu.
Ketika ibunya datang untuk mengadakan pertemuan arisan dengan ibu-ibu yang lain, dia tiba-tiba menemukan Ben yang leka bermain ponsel dan membuatnya dirinya ingin meloncat.
"Wahhhh jodoh nihhh," gumamnya.
Dari situlah Maily coba mendekat dan Ben tidak dapat menghindar karena disitu ramai ibu-ibu pastinya Ben tidak mau mama Arlin malu.
Maily bangga sepertinya mendapat green light dari Ben. Tapi berlaku sebaliknya Ben hanya berpura pura baik dengannya.
Sejak pertemuan itu, Maily sering ke kantor sekadar menghantar makanan atau mengajaknya makan siang. Dengan bantuan Leo, Maily hanya sesekali saja dapat bertemu itu setelah secara tidak sengaja.
__ADS_1
Flashback off.
Meskipun Ben menghindar namum dia masih kerap ke kantor hinggalah Ben sadar dari amnesia nya. Ben nekad untuk menggunakan kuasa nya.
...✨✨✨✨✨✨✨✨...
Di apartmen Auliee dan Chaca.
"Woiii, lagi mikir apa, kak Ardy sudah ketemu, apalagi mau mu Au hemmmm," goda Chaca.
"kamuuuu iiihhhhhhhh......," cubitan Auliee membuat Chaca meringis.
"Awwwwchhh, sakit," Chaca mengusap pahanya yang didaratkan cubitan kepiting.
"hahahahhahah rasakan,"
"Udah udah ayo cerita, kenapa muka kamu khawatir banget,"
"Apa kamu ini cenayang," tanya Auliee penasaran.
"Aku sudah kenal kamu cukup lama Au, lupa, hmmm,"
"Hihihihi, iya juga ya,"
"Wah wahhhh, siapanya dia mau ambil pacar temanku, eeeee," gemas Chaca membuat Auliee tertawa.
Tapi dia juga memberitahu Chaca bahwa Ben tidaklah menghiraukan gadis itu. Selalu dicuekin namun hati kecilnya sering khawatir karena Ben masih sakit takut berubah arah.
"Ciee ciee yang lagi cemburu ni ....hihihi," goda chaca.
"CHAAaa "
"hahahahahahah kaburrrrr," belum sempat dia kabur ada panggilan masuk dari benda pipih.
"Haaaaaa dapet," Auliee segera memeluk Chaca yang hampir kabur, namun pandangan mereka kearah yang sama.
"Sang asisten!!!????," Auliee menaikkan alis matanya.
"Sssttt, Diam!!!," Chaca membaca chat bersama Auliee.
Auliee tersenyum. Berhasil.
__ADS_1
📥Sang asisten: Aku ada di depan apatmen mu..
📤Chaca: jadi kenapa??
📥Sang asisten: mau ajak kamu ngedate??
📤Chaca: apa???? Dateng ngak bilang-bilang terus ngajak ngedate, males ahh...
📥Sang asisten: Aku bagi Masa 30 menit, kalau ngak keluar Aku gedor pintu apartmen mu..
Chaca membulatkan matanya, kesal dengan ancaman sang asisten,au tidak mau dia terpaksa turuti.
Tanpa membalas pesanan Chaca terus ke kamarnya menukar pakaianannya sekalian.
"Ada yang mau ngedate nih....," Goda Auliee membuat Chaca malu.
" Terpaksa!!!," Kesal Chaca.
"Alahhhh, luar ya kata terpaksa, didalam nih bilang suka, hahahahhaha," ucap Auliee menunjukkan jarinya di dada Chaca.
"Ngaco kamu Au, diem, aku lagi kesal nih,"
"Hahahahahaha senyum dong,"
"Ngak akan, wekkkk, Udah bye"
"Halah halahhhh, cantikkkkkkk banget," goda Auliee lagi.
"Diammm berisik,"
"Hahahahahahahahaha,"
Sesampainya di depan mobil, Leo langsung membuka pintu samping pengemudi dan tangannya memegang bagian atas pintu masuk mobil agar kepala Chaca tidak terbentur.
Jantung Chaca memompa laju, karena perhatian yang dibuat oleh Ben. Sungguh membuat hati seorang gadis sepertinya meleleh.
"Waduh, romantis nya dia, kok aku mau jatuh ya, Auuuu tolong akuuuu,"
.
.
__ADS_1
.
💕💕💕💕💕