
.
"Kita harus terus ke kantor ya Leo, beritahu semua pemegang saham dan inform juga sekreteris baru Ben, aku akan ambil alih perusahaan untuk beberapa hari, pastikan schedule di susun semula,"
"Baik om, sedia terima arahan, mula bersuara karena sejak dari kedatangannya di rumah sakit dia hanya diam.
Tiga hari Ben di rumah sakit x. Auliee hanya berhubung dengan Leo assisten Pak Ben mengenai segala urusan kantor.
Rapat yang seharusnya berlaku terpaksa dia tunda dan mengatur ulang semuanya.
Meski begitu, Auliee tetap bersabar dan melakukan pekerjaan dengan teliti.
.
.
Semua orang tampak kaget dengan kedatangan mantan CEO perusahaan yang memasuki lobi dengan perlahan di ikuti oleh sang asisten siapa lagi kalau bukan Leo.
"Selamat pagi menjelang siang Tuan," sapa salah seorang karyawan.
"Iya,"
Terus melangkah ke lift khusus patinggi dan Leo memimpin di depan papa Xerlan ketika pintu lift terbuka.
Semoga dengan kemunculan big bos segala rapat dan pertemuan dengan rakan bisnes dapat dipermudahkan dan di selesaikan dengan lancar. Itulah yang dipikirkan oleh Leo sejenak.
Hampir jam 10 , Auliee di kejutkan dengan kemunculan seseorang yang dia seakan mengenalinya. Mungkin mirip seseorang masa lalunya.
" Ermmm....Tadi saat Leo nelpon ku, dia bilang big bos mau ambil alih sementara perusahaan, " masih penasaran melihatnya di kejauhan.
" Tapi itu siapa ya, kok aku macam pernah lihat seperti pernah bertemu, tapi di mana sih ya," memicingkan matanya agar lebih jelas.
Leo mendekati dan mempekenalkan pak Xerlan yang merupakan pemilik perusahaan selaku papa kepada Pak Ben.
"Nona Auliee, ini saya kenalkan Tuan Xerlan Samurda dia papa nya Pak Ben, Pak CEO kamu,"
"I---iya Tuan, saya sekreteris baru Pak Ben, Tuan, " Auliee terlalu kaget. Jantungnya terus berdetak laju.
__ADS_1
Benar dia melihat sosok tubuh papa yang dahulunya tempat dia mengadu segalanya.
Papa Xerlan mengerling ke arah Auliee, Auliee tersenyum dan menunduk hormat. Papa Xerlan segera masuk ke ruangannya yang telah sepenuhnya di serahkan kepada anak semata wayangnya.
Sesaat apabila Papa Xerlan duduk di kursi kebesarannya dia tiba-tiba mengingat kembali masa lalu, sebuah senyuman seperti dia pernah lihat tatkala seorang gadis manis yang di rindui dan amat dia sayangi menghilang begitu saja.
"Adakah dia??," papa Xerlan menggeleng.
"Sangat mirip," ucap papa Xerlan tiba-tiba.
.
.
Di luar ruangan kantor, Auliee masih diam berdiri melamun sendirian.
"Aa-a paa aku mengenalnya ya.....hmm.... ya Allah ngak mungkin itu Papa XErlan, arggghh iya itu papa .... apakah dia mengenaliku , sepertinya tidak," gumam Auliee jelas masih penasaran adakah Papa Xerlan mengenalnya.
Tiba-tiba...
"Non.....nonaaa!!, yuuuuhuuuu ....tuhh kamu dipanggil sama Pak Xerlan" panggil Leo namun tidak didengar oleh Auliee.
"Aaaaaa, Allah, kaget gue, oooh maaf,"
"Kok ngelamun Auliee,"
"Engg---ngak, ngapain Leo,"
" Tuh dipanggil nya Pak Xerlan,"
"Ooohh, oke, aa--aku, tapi,"
" Kamu kenapa, takut ??,"
" Ngak pa pa Leo, ada apa tadi ya,"
" Oooo, kamu lupa, baru aja aku bilang, iisk isk...tuh Pak Xerlan big boss kita manggil tuh,"
__ADS_1
"Ooooo....A a ada apa," tanya Auliee gugup.
"Santai aja kok, jangan takut, Pak Xer ngak mukul kamu, hahahaah, "
"Kamu Leo, aku kan baru kerja di sini, ya harus lah gugup"
"Tenang dulu dong," kata Leo.
Auliee menarik nafas dan menenangkan diri. Leo menjelaskan pada Aulie, Pak Xerlan akan menggantikan Pak Ben untuk sementara hingga Ben kembali normal.
" Ingat dia ngak makan orang, hahahaha," jelasnya lagi membuat jantung Auliee makin berdetak laju.
Auliee menghela nafas untuk menghilang rasa gugupnya dan segera masuk bersama Leo. Lalu Leo memulakan bicara memperkenalkan siapa gadis yang bersamanya.
"Pak.. ini Auliee.... Auliya Anggun Derica, sekreteris baru Kita," jelas Leo yang membuat Papa Xerlan memicingkan mata lalu memikirkan sesuatu.
Anggun masih menunduk tidak yakin untuk melihat sosok papa yang dia rindu itu. Papa yang dulu sering membelanya ketika dia di jahilin oleh Ardy.
"Ang--Anggun??," tanya papa Xerlan sedikit gugup seperti tidak percaya. Perlahan Auliee mendongak melihat wajah pria yang dirindukannya semakin menua seiring bertambsh usia.
"Ka--kamu!!!???,"
"Ka---Kamu Anggun kan, benar kan? Apa kamu ngak kenal papa lagi Ang.... kamu betul kan Anggun temannya Ardy, iya kan?," Terlalu banyak pertanyaan yang diajukan oleh papa Xerlan yang membuat Auliee bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.
Papa Xerlan sangat akrab dengan Anggun yang berteman dengan anaknya Adry di masa lalu. Mereka tidak pernah terpisah sejak peristiwa itu.
"Ermmm arr saya .. ermm ya pa..Pak Xer.. saya Anggun.. Aulieya Anggun temannya Kak Ardy, "Auliee gugup lalu tertunduk sedih dan rasa ngilu di dadanya mengingatkan masa lalunya yang perit dan merindukan sosok buah hatinya itu.
Auliee menangis.
Papa mendekat mengikis jarak dan merentangkan tangannya agar Auliee datang ke arahnya untuk memeluknya.
"Paaaa, hikkkssss hikkkssss," Auliee langsung menghamburkan dirinya ke arah papa Xerlan dan menumpahkan segala tangisnya.
Leo memerhati dua sosok berbeda umur dengan penasaran. Sepertinya mereka sudah lama tidak bertemu dan merindukan satu sama lain.
"Apa sebenarnya yang berlaku," gumam Loe dalam hati.
__ADS_1
Tbc... 😁