
.
"Alhamdulillah, saatnya pulang ke syurga dunia my sweet home, ayooo hahahaha," Auliee bicara sendirian.
Setelah berkutik dengan banyaknya pekerjaan hari ini, Auliee membereskan segalanya dan segera untuk pulang.
Melangkah semangat menuju ke arah lift yang akan membawanya turun ke lobi.
Di saat tiba di depan lift. Ada suara wanita memanggil namanya.
"Auliee.....Auuuu tunggu," panggil Suri berlari dengan nafas ngos -ngosan dan berjaya menahannya.
"Ehhh?? Mbak??, Kenapa nih lagi di kejar siapa??," Tanya Auliee aneh.
"Ngak ada kenapa kenapa, cuma mau nanya aja... udah lebih dua hari kayaknya bos kita ngak muncul , kenapa Au, kamu tau kan," tanya Suri penasaran.
"Oooo aku ingatkan apa tadi mbak iihhhh, ngak kenapa-kenapa cumannya Pak CEO tuh ada penyakit asam lambung, dia masih dirawat inap di rumah sakit,"
"Oooooo gitu ya, orang kaya mah, sakit dikit aja terus ke rumah sakit,.hihi," Suri meng andai.
" Hisssss, hati-hati kalau mau ngomong mbak, ntar ada yang dengar, gimana, inget CCTV banyak lho,"
"Opss maaf hihihi, ya tuhan ampuniku, aku masih mau kerja disini," takut Suri menepuk mulutnya hanya saja Auliee menyadarkan temannya selalu ada saja yang mau bicara lepas.
.
.
Tiba di luar perusahaan Samurda. Pak Arman sudah menunggu.
Ojek yang menjadi langganannya Auliee sudah menunggu. Pak ojek yang bernama Arman seorang pria paruh baya yang punya tanggungjawab kepada istri juga tiga anaknya yang masih bersekolah. Istrinya Ferni membantu berjualan bakso di warung di depan rumahnya.
"Sore Pak Arman, yuk kita pulang,"
"Sore nak, happy aja nih,"
" Hihihi, biasa aja, yuk buruan, nanti macet,"
"Hahahahah ojek aja Bu, bukan mobil,"
" Hahahah iya lupa, ayo,"
.
.
Dan setibanya dia di apartmen, Auliee terus ke kamar mandi.
SLURRRRR
__ADS_1
"Aaaaaaahhhhh lega sekali, ermmm bener dugaan ku Pak Ben sakit, punca dari kecelakaan saat SMA, sungguh kasian hingga saat ini dia ngak ingat ya," pikir Auliee sambil membilas sabun.
"Aku harus siap memantau dengan apa yang mungkin akan terjadi," gumam Auliee saat memakai handuknya.
" Penyakit Pak bos mungkin akan sentiasa kambuh, aku harus sentiasa siap!!," Semangat Auliee demi siap siaganya.
"Auliyaaaa, Aulieeee, Auuuuuu, ayo makan, keburu dingin nih,"
Di ruang makan terdengar suara cempering Chaca memanggil Auliee untuk segera makan malam.
"Iyaaa cominggg," sahut Auliee sedikit tinggi suaranya.
Lima belas menit pergi begitu sahaja, Auliee dengan pakaian santai, keluar dengan wajah laparnya.
"Wahhhh, syurga makanan, "
"Sudah ayo buruan makan, ngak lapar apa,"
" Nih yang aku sayang banget nih sama kamu Cha, sentiasa mengisi ruang hatiku"
"Halah , ngak usah gombal, hatimu yah, perutmu yang benarnya.... sayang aku beneran kah nih, sayang lagi makananku kayanya,"
"Hahahahahahah benar dong sayang Kamu juga .....makananmu, hahahahahah,"
" Sudah cukup, baca bismillahirahmanirahim,"
Mereka makan dengan santai dan bercanda.
Usai makan malam, Auliee mengajak Chaca mengobrol di kamarnya sambil memakan cemilan dan teh hangat.
"Cha aku mau cerita sesuatu nih, kamu mau dengar ngak..chaa," chaca mengangguk lalu terus menatap Auliee.
"Kamu ni, kok natap aku gitu, santai aja lo.. eeeeiiii," kata Auliee terus nyubit lengan Chaca.
"Awwwww sakit laaa Au,"
"hahahaha rasakan, kamu itu mnyebelin banget"
"Udah udah aku akan menjadi pendengar setia malam ini, hahahah sumpah"
"udah deh aku mau cerita ni, jangan bercanda lagi"
"iya iya maaf dong"
"eheem, gini," Auliee berdehem dan kembali serius.
"Pak Ben maksudku Pak CEO tempat aku kerja itu tiba-tiba sakit sakitan terus pingsan saat aku mulai masuk kerja, yang aku cerita saat kemarin tuh," Auliee memulakan bicara.
"Ohh, Terus... kamu sudah tau apa penyakitnya... apakah bahaya Au?" ermmm apa ada kena mengena denganmu,"
__ADS_1
"Laaaa kenapa aku pula Cha,"
" Hmmmmm....mungkin kamu itu cantik banget Au.. sampeinya Bos kamu sakit terus kaget langsung pingsan, hahhahahah," canda Chaca terus AUliee mencubit paha sahabatnya kuat .
"Awwwwwwuhhhh sakiiiittttt aku bercanda Au, ya ampun. sakit banget.......oke oke maaf terus apa gimana keadaannya, serius ngak?," tanya Chaca lagi sambil mengosok pahanya yang perih akibat olah temannya.
"Amnesia salah satu puncanya," jawab Auliee.
"Hah!! Amnesia...Tapi apa ada kena mengena dengan pingsan Au, " tanya Chaca ingin tahu.
"Kata pak Leo saat dia mulai memikirkan sesuatu dia akan sakit kepala nyeri pusing terus pingsan," jelas Auliee.
"Erm..kayaknya kamu harus hati-hati sih, kasian pak ceo terus di beri perhatian selalu, iya kan?" tanya Chaca.
"Iya,"
"Aku liat liat pak CEO itu sepertinya aku sudah kenal lama Cha, sakit bila mengingatinya,"
"Au...," Khawatir Chaca mendekat dan memegang tangan Auliee
Auliee langsung mengelamun memikirkan seseorang yang di rindui. Auliee diam membisu.
"Au...Au....kamu ngelamun, mikir kak Ardy lagi, "AUliee mengangguk lalu mata berkaca-kaca. Chaca mendekat lalu memeluk Auliee erat.
"Menangislah...aku doakan ada jodoh kalian nanti, " Chaca menenangkan Auliee.
"Aku ngerasa seperti Kak Ardy berada dekat denganku Cha, setiap hari aku mimpi dirinya gimana aku mahu melupakannya," jelas Auliee sakit bila rindu mendominasi.
"Iya Au...aku ada nih, sama-sama berdoa moga kesempatan kalian untuk bertemu, kamu harus kuat Au,"
"Sakit banget Cha, moga dia juga merasakan rindu ini Cha, hiks hiks hiks,"
"Yang sabar ya Au, " pinta Chaca menghapuskan air mata Auliee.
Chaca terus menenangkan Auliee dan menyuruh Auliee berehat di kasur. Chaca menyelimuti Auliee.
"Aku sentiasa mendoakan kamu Au, jangan khawatir itu janjiku, menemanimu setiap Ada waktu, Aku ngak bisa menghenti tangismu, tapi bisa menguatkan mu," doa Chaca dalam hati buat teman tersayangnya.
Demi memastikan Auliee tidur Chaca menemai hingga Chaca tidak tegar membiarkan Auliee seorang diri lalu tidur di sebelah Auliee mengambil tangan Auliee memgemgamnya kuat, seperti memberi semangat buat Auliee.
.
.
.
Alhamdulillah terima kasih penemani hari-hariku ❤️
To be continued 😘
__ADS_1